Komunitas Indonesia Latte Art Artist (ILAA) akan membagikan 1000 cangkir kopi gratis di Festival Kopi Flores, 15-17 September 2016 esok di Bentara Budaya Jakarta. Selain menyuguhkan racikan kopi Flores Manggarai kepada khalayak penikmat kopi di tanah air, Festival Kopi Flores turut menghadirkan sesi bincang-bincang budidaya kopi, sesi cicip kopi (cupping), unjuk gigi lukis kopi (coffee painting), dan lokakarya barista serta penyeduhan manual (manual brewing) yang terangkum dalam rangkaian coffee workshop. Melengkapi nuansa festival, acara yang turut disokong oleh Kompas Gramedia dan Bank Mandiri ini juga akan menghadirkan penampilan dari grup musik Gugun Blues Shelter.

92_festival-kopi-flores_1

Oktober 2015 lalu, kopi Flores Manggarai berhasil menjuarai Indonesia Cupping Contest dan meraih predikat sebagai kopi arabika & robusta ternikmat se-Indonesia. Peneliti kopi, Surip Mawardi, mengamati bahwa kondisi geografis Manggarai Timur yang kering dan pengaruh angin dari Australia membuat cita rasa kopi asal NTT ini sangat khas.

“Cita rasanya spesifik sekali,” kata Surip di Banyuwangi, (19/10) dikutip dari goodnewsfromindonesia.org.

Meski sudah terbukti dari segi cita rasa, kopi Flores masih belum mendapat perhatian yang luas dari pelaku industri kopi.

“Kopi Flores telah menjadi kopi spesial yang bahkan telah dikenal secara internasional. Tapi masih banyak masalah dan kendala yang dihadapi,” ujar Ketua Jelajah Sepeda Flores-Timor, Jannes Eudes Wawa mengungkap latar belakang festival kopi, Selasa (6/9/2016), dikutip dari tribunnews.com. “Cara paling efektif adalah mempertemukan semua stakeholder kopi baik dari Flores maupun para pemain kopi di Jakarta.”

Lebih dari sekadar menyampaikan berita, pemimpin Redaksi Harian KOMPAS, Budiman Tanuredjo, menyadari tanggung jawab media untuk memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Festival Kopi Flores merupakan salah satu caranya.

“Kami bukan hanya mengabarkan berita, menyiarkan fakta dan kejadian. Kami juga harus berbuat sesuatu untuk masyarakat, bukan hanya masyarakat pembaca Kompas yang jumlahnya sekitar 2,1 juta orang, tapi juga secara luas untuk bangsa ini,” ujar Budiman, dikutip dari tribunnews.com.

Festival Kopi Flores ini juga sekaligus menutup kegiatan Jelajah Sepeda Flores-Timor yang diselenggarakan harian Kompas bersama berbagai komunitas sepeda se Indonesia, yang dimulai dari Labuhan Bajo dan berakhir di Atambua, pada 13-23 Agustus lalu.

(Disadur dari rilis pers Festival Kopi Flores,
kompas.com, tribunnews.com, & goodnewsfromindonesia.org;

Tulisan & suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply