Perkembangan industri kopi Indonesia mendorong ABCD School of Coffee dan HYPE menginisiasi Jakarta Coffee Week (Jacoweek) 2016.

Perhelatan yang diselenggarakan pada 15-16 Oktober 2016 di HYPE Project, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara ini berhasil menggaet 12.546 orang pecinta kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Terhitung sekitar 125 booth mengisi acara ini; mulai dari kedai kopi,  penjual biji kopi, penjaja mesin kopi dan alat seduh kopi, hingga berbagai penjaja makanan dan minuman.

Berbagai pelaku kopi ternama di Indonesia seperti Djournal Coffee, Pipiltin Cocoa, Kopi Ranger, Noah’s Barn, Kopiku, Klasik Beans, Anomali Coffee, Dapoer Kopi, Jakarta Coffee House, ARV Coffee, Kopikina, Kopi Ujung Roaster Makassar, Taman Delta Indonesia Semarang, Monk’s Coffee Roaster Medan, Sensa Koffie (Bali) turut berkumpul di acara ini.

salah-satu-tenant-jacoweek-2016

Noah’s Barn, kedai kopi & roastery asal Bandung yang banyak membawa pilihan beans asal luar negeri untuk Jacoweek 2016.

Selain pameran, ABCD School of Coffee  juga mengadakan lomba seduh manual (manual-brewing) ‘BOB’ dan lomba seni latte (latte-art) ‘ALAS-KADABRA’ berskala nasional. Dengan panggung yang terletak tepat di tengah-tengah venue Jakarta Coffee Week 2016, ‘ALAS-KADABRA’ yang diadakan pada 15 Oktober 2016 berhasil menjadi magnet pengunjung.

Bertarung babak demi babak melampaui 63 peserta lainnya, Guntur Mukti dari Headline Espresso & Brewbar (Jakarta) keluar sebagai pemenang Latte Art Throwdown ALASKADABRA 2016.

ajaran juri ALASKADABRA sendiri terdiri dari Vito Adi (juri tersertifikasi World Latte Art Championship), Caleb Cha (2015 World Latte Art Champion, juri tersertifikasi ASCA), & John Chendra (juri tersertifikasi World Latte Art Championship).

penyelenggara-para-juri-para-pemenang-alaskadabra-2016

Penyelenggara, para juri, & para pemenang ALASKADABRA 2016. Kiri ke kanan: Ve Handojo, Vito Adi, Achmad Chomarudin (Juara III), Hadi Mulyadi (Juara II), Guntur Mukti (Juara I), Caleb Cha, & John Chendra.

Sementara itu, ‘Battle of Brewers’ (BOB) 2016 yang terselenggara pada 16 Oktober 2016 berhasil menjaring 81 peserta dari seluruh Indonesia. Usai melewati 2 babak eliminasi, babak semifinal dan final, Sanda Dwi Oktafianto, barista asal Bekasi keluar sebagai jawara.

Ajang BOB kembali menyertakan John Chendra sebagai dewan juri, bersama dengan Mirza Luqman (Certified Q Grader), dan Shae Macnamara (4th Place World Coffee in Good Spirits Championship, ASCA Ceritified Judge).

Didominasi oleh peserta dari Jakarta sebanyak 41 orang, BOB juga meraih peminat dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Jawa Barat (12 orang), Banten (9 orang), Bali (4 orang), Sumatera Barat (3 orang), Riau (3 orang), Jawa Timur (2 orang), Lampung (2 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), Jawa Tengah (1 orang), Sumatera Utara (1 orang), & Yogyakarta (1 orang).

Baik Guntur maupun Sanda, keduanya mendapatkan hadiah berupa perjalanan ke Seoul International CafeShow di Korea Selatan, 10-13 November 2016 nanti.

“Hadiah berupa trip ke Seoul International CafeShow kami pilih karena kami ingin mendorong para coffee enthusiast semakin mengenal industri kopi dunia,” jelas Hendri Kurniawan, pendiri & pengajar utama di ABCD School of Coffee. “Apresiasi publik yang cukup tinggi membuat kami kian optimis menatap Jakarta Coffee Week 2017. Kami berharap, acara kami bisa diramaikan oleh peserta kompetisi dan tenant yang berasal dari berbagai negara di ASEAN, bahkan Asia secara keseluruhan.”

Dalam perhelatan pertamanya, Jakarta Coffee Week sudah menunjukkan posisinya sebagai acara kopi bervisi internasional dengan mengundang juara World Latte Art Championship 2015, Caleb Cha dan finalis World Coffee in Good Spirits Championship 2016 sebagai pembicara dalam mata acara seminar ‘The Coffee Business’ yang diperuntukkan bagi para calon pemilik maupun pemilik kedai kopi. Keduanya juga turut serta sebagai juri utama ajang kompetisi BOB & ALASKADABRA.

Mengusung tagline ‘Where The Industry Comes To Play‘, pengunjung Jacoweek 2016 dapat menyicip sejumlah pilihan kopi secara gratis dari para tenant, sekaligus belajar tentang cara memanggang kopi lewat kelas ‘Coffee Roasting Workshop’ dan menyicip kopi lewat kelas ‘Coffee Cupping Workshop’ oleh Anomali Coffee & Indonesia Coffee Academy.

Selain wawasan tentang kopi, Jacoweek 2016 juga menyuntikkan unsur playfulness melalui kelas apresiasi coklat dan dekorasi coklat. Ve Handojo dari ABCD School of Coffee memaparkan, coklat menjadi pilihan untuk meramaikan Jacoweek 2016 karena seperti halnya kopi, coklat juga turut menjadi bagian dari industri food and beverage yang lekat dengan budaya kafe ibukota.

jacoweek-2016-crowd-kegiatan

Suasana kasual pada Jakarta Coffee Week 2016, Sabtu (15/10).

(Tulisan oleh Ogi Wicaksana;
foto oleh Andreansyah Dimas;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply