Rangkaian babak penyisihan regional Barat (Western Championships) kejuaraan barista Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 yang berlangsung pada 9-12 Februari 2017 di Kuningan City, Jakarta kemarin menyisihkan 12 barista lintas daerah untuk bertanding di tahap final ICE 2017.

Tahap final ICE 2017 akan berlangsung awal April 2017 nanti di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Babak final ini akan terdiri dari tiga babak, yakni babak penyisihan nasional (24 besar), babak semifinal nasional (12 besar), dan babak final nasional (6 besar). Para peraih juara I di babak penyisihan regional Barat ini akan langsung memperoleh tempat di babak 12 besar. Sementara itu, para peraih juara II & III akan kembali mengadu nasib di babak 24 besar penyisihan nasional.

Berikut 4 barista dari Barat yang berhasil mengamankan tempat di babak semifinal nasional ICE 2017:

1) YOSHUA TANU untuk Indonesia Barista Championship (IBC)

Yoshua Tanu mengamankan posisi pertama di ajang penyisihan IBC dari ICE 2017 Western Championships dengan total nilai 477,5.

Dua kali berturut-turut menyandang gelar juara nasional, Yoshua Tanu kembali di ajang Indonesia Barista Championship 2017 dengan mengusung topik ‘fermentasi buah kopi’ dalam presentasinya. Dalam waktu kurang dari 10 menit, ia memaparkan peran ‘fermentasi buah kopi’ dalam mempengaruhi rasa. Baginya, faktor ‘fermentasi’ ini sangat besar dan selayaknya jadi perhatian barista.

“Ya, kopi bakal selalu kena proses fermentasi gimana pun juga,” jelas Yoshua Tanu, saat diwawancarai kopikini pasca tampil di babak final, Minggu (12/2) kemarin. Ia lalu menjelaskan bagaimana fermentasi sudah dimulai sejak buah kopi dipetik. “Dan, kopi yang makin terfermentasi itu tingkat asamnya beda dengan kopi yang tidak terlalu terfermentasi.”

Yoshua Tanu dari Common Grounds Jakarta, saat presentasi IBC di babak final ICE 2017 Western Championships, Minggu (12/2).

Seperti di tahun 2016, Yoshua Tanu membawakan biji kopi Panama Geisha. Melalui empat cangkir espresso dan empat cangkir cappuccino seduhannya, Yoshua Tanu menunjukkan kepiawaiannya mengolah cita rasa ‘fermented’ alias ‘semi-busuk’ menjadi seruputan yang nikmat di lidah.

Dari biji kopi Geisha yang rasanya terkenal ‘mirip teh’ dan cenderung ‘terlalu halus’ itu, Yoshua menjanjikan cita rasa ‘bunga jeruk’ (citrus flower), manis ‘jeruk mandarin’ (mandarin orange), dan aroma ‘kulit jeruk sunkist’ (sunkist orange peel) dalam cangkir espresso-nya.

Sementara itu, untuk cappuccino-nya, Yoshua menggunakan susu rendah lemak dan cangkir kopi yang lebih kecil demi secangkir kopi yang lebih manis. Menurut Yoshua, susu yang ia gunakan akan mengeluarkan rasa ‘vanilla’, ‘teh susu’, dan ‘coklat putih’ setelah dipanaskan. Ia juga berjanji, cita rasa susu yang sangat manis ini akan mengubah ‘asam apel’ (malic acidities) dari espressonya menjadi secangkir cappuccino dengan sensasi ‘blueberry‘.

Sepertinya, rasa ‘manis’ memang jadi tema utama dalam kopi Yoshua kali ini. Biji kopi Panama Geisha yang ia gunakan pun dipanen dengan kadar gula sebesar 23%.

2) RENDY ANUGRAH MAHESA untuk Indonesia Brewers Championship (IBrC)

Rendy Anugrah Mahesa mengamankan posisi pertama di ajang penyisihan IBrC dari ICE 2017 Western Championships dengan total nilai 79,90.

Setelah meraih Juara II di Indonesia Brewers Cup 2016, Rendy Anugrah Mahesa kembali meniti jalan menuju panggung lomba seduh nasional tahun ini dengan membawa konsep ‘konsistensi dalam seduh manual’.

“Karena kan namanya ‘manual brew’ ya. Seduhnya pakai tangan. Orang mikir tuh nggak mungkin kalau konsisten, dan orang menjadikan itu alasan,” ujar Rendy, saat di wawancara pasca pengumuman juara IBrC Western Championships, Minggu (12/2). “Gue di sini coba membuktikan bahwa, kalaupun lo ngebuat pakai tangan, bisa kok konsisten.”

Untuk mengejar konsistensi seduhan, Rendy mengeksplor faktor air dan alat seduh dengan seksama. Ia meramu air seduhnya sendiri, yakni mencampur magnesium sulfat dan baking soda demi menonjolkan cita rasa biji kopi Geisha yang ia bawa. Sementara untuk alat seduh, Rendy memilih metode filter dengan alat Kalita Wave. Bagi Rendy, bagian dasar alat Kalita yang datar (flat-bottomed) memungkinkan ekstraksi yang lebih merata dan rasa yang lebih konsisten.

Rendy Anugrah Mahesa dari Coffeesmith Jakarta, saat presentasi IBrC di babak final ICE 2017 Western Championships, Minggu (12/2).

3) OVIE KURNIAWAN untuk Indonesia Latte Art Championship (ILAC)

Ovie Kurniawan mengamankan posisi pertama di ajang penyisihan ILAC dari ICE 2017 Western Championships dengan total nilai 267,5 poin.

Sang Juara Indonesia Latte Art Championship 2016, Ovie Kurniawan mengukuhkan posisinya melalui motif ‘Seahorse‘ (‘Kuda Laut’–red)  untuk cangkir teknik free pour dan ‘Sleeping Bat‘ (‘Kelelawar Tidur’–red) untuk cangkir designer’s latte di ajang penyisihan regional Barat ILAC 2017.

Ovie mengaku, ‘Sleeping Bat‘ adalah motif lama yang ia bawa dari kejuaraan tahun lalu. Motif ‘Seahorse‘-lah yang jadi persembahan baru Ovie untuk ajang ILAC tahun ini.

“Kalo ‘Sleeping Bat‘ udah setahun yang lalu. Itu soalnya yang saya bawa ke World [Latte Art] Championship setahun lalu,” ujar Ovie. “Kalo ‘Seahorse‘ baru dua bulan kemarin.”

Ovie Kurniawan dari PT. Republik Kopi Bandung, saat presentasi ILAC di babak final ICE 2017 Western Championships, Minggu (12/2).

4) WISNU PUTRO untuk Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC)

Wisnu Putro mengamankan posisi pertama di ajang penyisihan ICTC dari ICE 2017 Western Championships dengan total nilai 8/8, bersama catatan waktu 4 menit 29 detik.

Semenjak babak penyisihan, Wisnu Putro sontak menarik perhatian dengan menebak benar 8 cangkir yang rasanya paling ‘beda’ dari 8 kelompok cangkir. Di babak final ICTC pada ICE 2017 Western Championships, Wisnu membuktikan bahwa catatan nilai sempurna 8/8 tersebut bukanlah faktor keberuntungan. Ia kembali meraih skor 8/8, bersaing sengit dengan Ivan yang mencatat skor 7/8 dalam waktu 2 menit 58 detik.

Wisnu mengaku, latihan rutin setiap hari adalah kunci.

“Jadi setiap hari diusahakan itu sekali latihan, walaupun nggak banyak. Cuma satu batch, terus dicatet notes-nya,” ujar Wisnu. Latihan itu dijalaninya sejak bulan November 2016 lalu. “Berulang kali, berulang kali, selama beberapa bulan itu sampe hari ini dateng.”

Wisnu Putro dari Starbucks Coffee Jakarta saat tanding cabang ICTC di babak final ICE 2017 Western Championships, Minggu (12/2).

Para juara ajang ICE 2017 Western Championships, yang akan langsung melaju ke babak 12 besar nasional. Kiri ke kanan: Rendy Anugrah Mahesa (IBrC), Yoshua Tanu (IBC), Ovie Kurniawan (ILAC), Wisnu Putro (ICTC).

Sementara itu, 8 barista yang menjadi perwakilan regional Timur untuk ajang penyisihan 24 besar nasional antara lain:

  • Indonesia Barista Championship (IBC)
    Jonathan Kevin Perwata dari Coarse & Fine Tangerang, Banten (skor 411 poin)
    Kiki Hermawan dari Say Something Coffee, Jakarta (skor 409 poin)
  • Indonesia Brewers Cup (IBrC)
    Ananditya Rinaldi dari Caswells Coffee, Jakarta (skor 71,20)
    Richard Lawardi dari Djule Kofi, Jakarta (skor 70,31)
  • Indonesia Latte Art Championship (ILAC)
    Achmad Chusairi dari Starbucks Senayan City, Jakarta (skor 235)
    Evelyne Yamin dari Common Grounds, Jakarta (skor 234,5)
  • Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC)
    Ivan Pratama, maju independen (7/8  cangkir dalam waktu 2 menit 58 detik)
    Kristian Aditya dari PT. Kopiku Indonesia Bandung, Jawa Barat (6/8 cangkir dalam waktu 3 menit 45 detik)

Para finalis ILAC di ajang ICE 2017 Western Championships. Kiri ke kanan: Achmad Chusairi (Juara II), Evelyne Yamin (Juara III), Indra Budiman, Irma Purnama, Indrapraja Putra, & Ovie Kurniawan (Juara I).

Juri Kepala IBrC, John Chendra (paling kiri), bersama para finalis ILAC di ajang ICE 2017 Western Championships. Kiri ke kanan: Niko Prayogo, Albert Gustavo, Richard Lawardi (Juara III), Ananditya Rinaldi (Juara II), Rendy Anugrah Mahesa (Juara I), & Muhammad Mirza.

Para finalis ICTC di ajang ICE 2017 Western Championships: Juara III Kristian Aditya (kiri), Juara II Ivan Pratama (kedua dari kanan), & Juara I Wisnu Putro (kanan).

Para finalis IBC di ajang ICE 2017 Western Championships, sesaat sebelum pengumuman kemenangan. Kiri ke kanan: Otto Hidori, Kiki Hermawan (Juara III), Faruk Fahrany, Yessylia Violin (Juara II), Yoshua Tanu (Juara I), Jonathan Kevin Perwata (Juara II).

Untuk babak 24 besar nasional nanti, 4 tempat akan diisi oleh Juara II & III dari Barat dan Timur. Sementara itu, 20 peserta lain untuk ajang 24 besar nasional akan diseleksi berdasarkan jumlah nilai saat mereka berlaga di ajang seleksi Barat maupun Timur.

Menurut laman resmi Indonesia Coffee Events 2017, rangkaian babak final nasional akan terselenggara bersamaan dengan acara Food & Hotel Indonesia Expo pada 5-8 April 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Nantinya, para juara utama di babak final nasional April 2017 akan mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia. Dengan sistem seleksi juri dan peserta yang lebih ketat, Barista Guild Indonesia selaku penyelenggara ICE 2017 berharap para barista yang mewakili Indonesia tahun ini dapat meraih prestasi 10 besar di World Coffee Events (WCE) 2017.

[REVISI 21/02/17: Kalimat ‘Rangkaian babak penyisihan regional Timur
(Eastern Championships)…’ pada paragraf pertama,
menjadi ‘Rangkaian babak penyisihan regional Barat (Western Championships)…’.

REVISI ini berdasarkan masukan pembaca, Andri, di kolom komentar.]

(Liputan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
tulisan & suntingan oleh Klara Virencia.

Foto oleh Andreansyah Dimas;
suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

2 Comments

  • andri says:

    hi kopikini. sekedar koreksi saja. di rangkaian kalimat pertama pada paragraf pertama tertulis : “Rangkaian babak penyisihan regional Timur (Eastern Championships)…”. seharusnya tertulis (sesuai judul) : “Rangkaian babak penyisihan regional Barat (Western Championships)…”.

    demikian.

Leave a Reply