Kopi seakan tak ada habisnya untuk dibicarakan. Kehadirannya selalu menemani kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi karya seni. Mulai dari seni lukis, musik, literatur hingga film. Kopi di dalam film kerap menjadi peran utama. Jika tidak, kopi dapat muncul sebagai jeda, pemeran pembantu, pelengkap, bahkan untuk mempertajam karakter.

Salah satu sutradara yang selalu memasukkan kopi dalam karyanya adalah Quentin Tarantino. Sebut saja dari Pulp Fiction hingga film terakhirnya The Hatefull Eight. Dalam film-film Tarantino, kehadiran kopi seakan menjadikan karakter manusia berdarah dingin terlihat seperti manusia biasa. Ulasan karya Quentin Tarantino dalam IndependentMagazine bahkan tertulis, “Karakter-karakter Tarantino meminum kopi hampir sama banyaknya dengan membunuh orang.”

Jika kopi mampu menginspirasi Tarantino dan banyak karya seni lainnya, apakah film tentang kopi dapat memberikan efek yang sama terhadap penontonnya?

Demi menjawab pertanyaan itu, Coffeemates, tim kopikini.com menyusun daftar film tentang kopi yang wajib kamu tonton. Jika tidak membuatmu semakin jatuh hati setidaknya kamu akan lebih menghargai kehadiran kopi dalam cangkirmu tiap hari.

Filosofi Kopi (2015)

“Gue gak pernah bercanda soal kopi.” –Ben-

Film yang diangkat dari salah satu cerita pendek Dewi Lestari ini boleh jadi menggelitik banyak hati untuk lebih mendalami kopi. Diperankan oleh Chicco Jerikho sebagai Ben dan Rio Dewanto sebagai Jody. Film ini mengangkat kisah dua sahabat yang pada awalnya berusaha menyelamatkan kedai kopi impian mereka dari lilitan hutang.

Chicco Jerikho dan Rio Dewanto sebagai Ben dan Jody dalam Filosofi Kopi.

Sebagai anak dari seorang petani kopi, Ben, sudah sejak kecil jatuh hati pada kopi hingga kemudian ia menjadi barista. Karakternya yang keras kepala dan idealis kerap berbenturan dengan sahabatnya, Jody. Sebagai orang yang bertanggung jawab memikirkan keuangan kedai kopi, Jody, selalu berhitung untung dan rugi. Soal membeli biji kopi pun bisa menjadi pertengkaran.

Perjalanan untuk dapat menciptakan kesempurnaan secangkir kopi dalam film ini diwarnai oleh ego dan isu masa lalu yang belum selesai. Disutradari oleh Angga Dwimas Sasongko, Filosofi Kopi seakan menunjukkan bagaimana kesederhanaan dan rasa cinta dapat menghasilkan secangkir kopi yang sempurna.

Kabarnya, kelanjutan kisah Ben & Jody ini pun akan kembali mewarnai layar lebar dalam judul Filosofi Kopi 2: Ben & Jody. Film ini akan diputar serentak di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 13 Juli 2017.

Angga Dwimas Sasongko, sutradara Filosofi Kopi.

A Film About Coffee (2014)

“Ini adalah surat cinta untuk, dan meditasi dalam, kopi specialty. Film ini menjelajahi apa yang dibutuhkan dan apa makna dari kopi yang dianggap sebagai specialty.” Menurut sang sutradara, Brandon Loper.

Film dokumenter ini dibuka dengan penyeduhan kopi secara manual dengan metode syphon. Dari tiga menit pertama saja sudah membuat jatuh cinta. Film ini mengajak penontonnya untuk lebih memahami bagaimana proses kopi hingga pantas menyandang status kopi specialty.

Mengikuti perjalanan kopi dari perkebunannya di Honduras dan proses pemetikan kopi di Rwanda hingga siap untuk dikonsumsi oleh seluruh kedai kopi di dunia. Pengetahuan kamu soal kopi akan dibuka oleh pernyataan dari petani, pembeli, roaster dan barista tentang implikasi lingkungan dan ekonomi yang mempengaruhinya.

Kemudian kamu akan dibawa ke kedai-kedai kopi otentik dari Tokyo, Portland, Seattle, San Fransisco dan New York beserta gambaran dari barista-barista yang berjasa di baliknya. Usai menonton film ini, dijamin kamu akan lebih menghargai kopi yang dihadirkan dihadapanmu.

Meski terlihat sederhana, perjalanan kopi begitu rumit. Kamu akan melihat orang-orang yang bekerja keras dengan penuh cinta dan dedikasi di balik proses pembuatan secangkir kopi.

Coffee and Cigarettes (2004)

Cigarattes and coffee, man. That’s a combination.” –Iggy Pop-

Kumpulan film pendek bernuansa hitam putih ini mengangkat percakapan yang mungkin timbul saat ditemani kopi dan rokok. Nama-nama besar seperti Iggy Pop, Bill Murray dan Steve Buscemi pun muncul memerankan dirinya sendiri. Dari semua cerita pendek, “Cousins” begitu menarik perhatian dengan kehadiran Cate Blanchett memerankan dua karakter sekaligus sebagai dirinya sendiri dan sepupunya.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Jim Jarmusch ini seakan-akan memperlihatkan jenis percakapan apa saja yang mungkin timbul saat orang-orang duduk di kedai kopi. Santai, sekaligus ajaib. Kopi dan rokok kadang terlihat sebagai pemecah kerikuhan antar para aktor dalam tiap cerita.

Di cerita satu, kopi dan rokok bisa dianggap sebagai biang keladi penyakit. Di cerita lainnya justru diagungkan. Seperti dalam salah satu cerita berjudul, “Somewhere in California”, diperankan oleh Iggy Pop dan Tom Waits yang pernah memenangkan penghargaan Cannes untuk film pendek terbaik.

Iggy Pop memerankan dirinya sendiri dalam film Coffee and Cigarettes

Kemudian film ditutup dengan cerita pendek yang diperankan oleh Bill Rice dan Taylor Meade dengan judul “Champagne”. Di sini kopi seolah-olah mengantarkan Taylor Meade menyambut detik-detik terakhir dalam hidupnya ditemani oleh sahabatnya, Bill.

(Sumber informasi dari imdb.com, independent-magazine.org, thecoffeecompass.com

Tulisan dan suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas, imdb.com, pexels.com

Suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

Leave a Reply