Karena efeknya yang sering kali dianggap terlalu ‘kuat’ untuk badan, banyak perdebatan soal boleh tidaknya minum kopi selama bulan puasa. Bagi Coffeemates yang terbiasa mengonsumsi kafein, berhenti minum kopi sama sekali bisa jadi malah membuatmu lemas.

Ya, Coffeemates, tetaplah minum kopi. Percaya tidak percaya, mitos-mitos yang sering kamu dengar tentang kopi tidak selalu benar. Berikut rangkuman dari tim kopikini.com, beserta penjelasan medisnya.

1) “Kopi buruk untuk buka puasa.”

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa minum kopi sangat tidak disarankan setelah perut kosong seharian. Konon, asam lambung akan naik dan mengganggu pencernaan.

Namun, menurut dr. Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH dari RS Mayapada Tangerang, mengonsumsi kopi pada saat berbuka puasa boleh-boleh saja. Dikutip dari detik.com, ia meyakinkan bahwa tidak ada kandungan yang berbahaya dari kopi.

Tetap perlu diingat, kafein dalam kopi cenderung meningkatkan produksi asam lambung. Karenanya, penderita maag sebaiknya tetap tidak berbuka dengan kopi.

Untuk kamu yang tidak memiliki masalah lambung dan biasa mengkonsumsi kopi setiap harinya, dr. Hendra punya saran tambahan. Agar tidak mengganggu sistem pencernaan, ia menganjurkan untuk tidak mengonsumsi kopi yang terlalu pekat. Terkait porsinya, dianjurkan juga untuk tidak membuat kopi dengan takaran yang berlebihan. Jika kamu terbiasa mengkonsumsi kopi hingga tiga cangkir sehari, disarankan untuk mengurangi hanya 1 atau maksimal 2 cangkir selama bulan Ramadhan.

2) “Pakai gula biar tidak asam lambung.”

Gula mungkin jadi solusi pertama yang terpikir saat ingin mengonsumsi kopi yang ‘tidak terlalu hitam’. Namun Eliza Martinez, lewat artikel yang ditulisnya di livestrong.com, justru membantah hal ini.

Sebagai seorang psikolog yang juga meneliti soal kesehatan tubuh, Eliza Martinez justru menyarankan untuk minum kopi ‘tanpa gula sama sekali’ selama masa puasa. Alasannya, sih, untuk menghindari asupan kalori berlebihan.

Namun ternyata ada alasan lain, Coffeemates.

Menurut salah satu artikel dalam amanahfitness.com, menambahkan gula dalam minuman selama berpuasa di bulan Ramadhan malah berpotensi mengkorupsi energi tubuh yang sedang sangat kamu butuhkan.

Pasalnya, gula tidak memiliki kandungan nutrisi atau vitamin. Sepenuhnya paham tentang kegemaran orang Muslim akan kopi, Amina Khan lewat artikelnya di amanahfitness.com menganjurkan untuk menggunakan madu sebagai pengganti gula. Selain tingkat manisnya yang lebih tinggi, madu juga dilengkapi dengan nutrisi dan vitamin. Demi kalori yang lebih bernutrisi selama bulan Ramadhan, jauhi gula.

Kangen manis tak harus dijawab dengan gula kok, Coffeemates.

3) “Kopi bikin sering buang air kecil.”

Banyak juga yang percaya, kopi tidak baik dikonsumsi saat sahur karena akan menyebabkan kamu buang air kecil sepanjang hari. Dengan kata lain, kopi dipercaya dapat membuat tubuh kekurangan cairan yang sangat dibutuhkan saat berpuasa. Namun, dalam penelitian Dr. Lawrence Armstrong, Ph.D., seorang profesor dari Department of Kinesiology di University of Connecticut, terbukti bahwa kopi tidak akan membuat tubuh dehidrasi jika sudah terbiasa.

Disimpulkan dalam artikel amanahfitness.com, jika kopi dikonsumsi dalam jumlah sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, tubuh manusia akan cenderung kebal terhadap efek diuretik atau efek ‘beser’ yang biasa didapat dari kopi.

Aminah Khan bahkan berani menyimpulkan, bahwa kopi dapat menjadi pengganti cairan tubuh. Punya efek yang sama dengan air mineral, hanya saja dengan sensasi tambahan yang menyenangkan di lidah. Tentu saja, mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup tetap penting tak peduli kamu minum kopi atau tidak saat puasa.

Setidaknya, Coffeemates, demi puasa yang lancar kita tak perlu sampai puasa kafein.

(Disadur dari health.detik.com, livestrong.com, & amanahfitness.com.

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply