Ketegangan kompetisi kopi dalam Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 akhirnya usai Sabtu (8/4) lalu. 22 orang finalis yang bertanding di babak final sudah memberikan yang terbaik. Juara dalam tiap cabang boleh jadi hanya satu. Namun daya juang, semangat, dan dedikasi tanpa henti dari tiap peserta telah memenangkan banyak hati para pendukung dan penonton yang mengikuti proses perjuangan tiap peserta.

Setelah melalui babak penyisihan Regional Timur di Sanur, Bali pada bulan Desember 2016 lalu dengan jumlah 48 orang peserta dan penyisihan Regional Barat di Jakarta pada bulan Februari 2017 lalu yang diikuti oleh 137 peserta, terpilihlah Juara I dalam tiap cabang kompetisi pada hari Sabtu (8/4) lalu.

Berikut 4 barista yang menjadi juara nasional ICE 2017:

1) YOSHUA TANU untuk Indonesia Barista Championship (IBC)

Yoshua Tanu mengamankan posisi pertama dalam kompetisi nasional IBC untuk ketiga kalinya, setelah Indonesia Barista Championship 2014 & 2016.

Tiga kali berturut-turut menyandang gelar juara nasional, Yoshua Tanu akan kembali mewakili Indonesia dalam kejuaraan dunia pada bulan November nanti. Meski sudah berkali-kali mengikuti dan memenangkan kompetisi hingga tahap dunia, Yoshua Tanu tidak lantas terhindar dari rasa gugup ketika menghadapi juri di final.

Today my speech wasn’t as flowy. Nervous, ya kan. Stressfull,” ujar Yoshua Tanu, bercerita tentang presentasinya yang ia rasa kurang lancar. Ia mengaku membuat kesalahan-kesalahan kecil yang justru membuatnya makin gugup. “Ya untung gak keliatan semua orang hahah.”

Berangkat dari kesadaran atas kekurangan yang dilakukan dalam kompetisi nasional, Yoshua Tanu akan mempersiapkan segalanya lebih baik lagi untuk kompetisi dunia.

“Pasti harus mulai dari zero lagi. To go to the world is a new experience, something yang musti mulai dari scratch,” ujar Yoshua, sembari berjanji akan membawa biji kopi yang berbeda.

2) HARISON CHANDRA untuk Indonesia Brewers Championship (IBrC)

Harison Chandra berhasil meraih gelar juara pertama di ajang kompetisi IBrC dari ICE 2017.

Sebagai peserta yang baru mengikuti kompetisi kopi pertama kali, Harison sama sekali tidak pernah membayangkan akan langsung memperoleh peringkat pertama.

“Gak disangka sama sekali, gak disangka. Hari ini saya cuma memberikan apa yang saya udah ada sebelumnya. Udah itu aja. Dan apapun lebihnya itu bonus, bonus,” ujar Harison, menceritakan bagaimana ia berada di peringkat ‘jauh di bawah’ pada penyisihan regional. “Kesempatan kedua coba lagi, kesempatan ketiga coba lagi, sampai whooh.. there you go!”

Membawa biji kopi Panama dengan varietas Geisha dari perkebunan kopi Morgan Estate, ia menyeduh dengan teknik V60 yang berhasil membawanya menjadi juara IBrC 2017. Dengan resep 15 gram kopi dan 220 gram air yang ia racik sendiri dengan menambahkan kandungan magnesium dan bikarbonat, ia menjanjikan rasa anggur dan teh hitam dalam kopi seduhannya.

3) OVIE KURNIAWAN untuk Indonesia Latte Art Championship (ILAC)

Sang juara Indonesia Latte Art Championship 2016, Ovie Kurniawan mengukuhkan posisinya sebagai juara untuk kedua kalinya melalui motif ‘Seahorse‘ (‘Kuda Laut’–red) dan ‘T-Rex’  untuk cangkir teknik free pour dan ‘Sleeping Bat‘ (‘Kelelawar Tidur’–red) untuk cangkir designer’s latte di final ILAC 2017.

Ovie mengaku, ‘Sleeping Bat‘ adalah motif lama yang ia bawa dari kejuaraan tahun lalu. Motif ‘Seahorse‘-lah yang jadi persembahan baru Ovie untuk ajang ILAC tahun ini.

Kembali menjadi juara nasional, Ovie merasa lega berhasil mempertahankan gelar juara. Pasalnya, Ovie masih memiliki mimpi untuk dapat memperbaiki peringkatnya di World Latte Art Championship (WLAC) tahun ini.

“Lega sih. Soalnya kan saya punya mimpi terus PR buat World yang 2017 ini,” ujar Ovie. “Harus memperbaiki ranking di tahun sebelumnya.”

4) DIMAS JULIANNUR FAJAR untuk Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC)

Dimas Juliannur Fajar merebut juara pertama di ajang kompetisi ICTC dari ICE 2017 dengan total nilai 7/8, bersama catatan waktu 3 menit 50 detik.

Semenjak babak semifinal, Dimas sontak menarik perhatian dengan menebak benar 8 cangkir yang rasanya paling ‘beda’ dari 8 kelompok cangkir dalam waktu 3 menit. Sebelumnya, dalam babak penyisihan, ia menebak benar 7 cangkir dalam waktu 3 menit 47 menit.

Dimas mengaku sempat menurunkan berat badan dan merubah pola makan sebelum ikut serta dalam kompetisi ini.

“Latihannya nurunin berat badan dulu. Nurunin berat badan, berubah pola makan. Terus selanjutnya latihan terus sensor hampir tiap hari, selama 1-2 bulan,” ungkap Dimas.

Setelah sempat membuat riuh penonton karena berhasil menebak benar keseluruhan ‘soal’ dalam babak semifinal, Dimas merasa soal ujian di babak finalfinal lebih susah dari babak-babak sebelumnya.

“Lebih susah, tantangannya lebih susah,” ujar Dimas. Ia menyadari, tingkat kesulitan cecap rasa di level dunia pasti akan lebih susah lagi. “Jadi kita harus mempersiapkan lagi.”

Sementara itu, 8 barista yang menjadi juara II dan III di tingkat nasional antara lain:

  • Indonesia Barista Championship (IBC)
    Jimmy Halim dari Common Grounds, Surabaya
    Raymond Ali dari Luthier Coffee, Palembang
  • Indonesia Brewers Cup (IBrC)
    Michail Seno Ardabuana dari Eleven Elephants, Canggu (Bali)
    Hiro Panji Lesmana dari Common Grounds, Jakarta
  • Indonesia Latte Art Championship (ILAC)
    Evelyne Yamin dari Common Grounds, Jakarta
    Indra Budiman dari Common Grounds, Bandung
  • Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC)
    Jane Sugianto, dari SF Roastery, Bandung (7/8  cangkir dalam waktu 4 menit 18 detik)
    Ardy Maulana dari Office Coffee, Banjarmasin (6/8 cangkir dalam waktu 3 menit)

Juara II IBC 2017, Jimmy Halim dari Common Grounds Surabaya.

Juara III IBC 2017, Raymond Ali dari Luthier Coffee Palembang.

Para juara ILAC 2017. Kiri ke kanan: Juara I Ovie Kurniawan (Common Grounds Bandung), Juara II Evelyne Yamin (Common Grounds Jakarta), & Juara III Indra Budiman (Common Grounds Bandung).

Para juara IBrC 2017. Kiri ke kanan: Juara II Michail Seno Ardabuana (Eleven Elephants Canggu), Juara III Hiro Panji Lesmana (Common Grounds Jakarta), & Juara I Harison Chandra (Ottoman’s Coffee Jakarta).

Para juara ICTC 2017. Kiri ke kanan: Juara III Ardy Maulana (Office Coffee Banjarmasin), Juara II Jane Sugianto (SF Coffee Roastery Bandung), & Juara I Dimas Juliannur Fajar (Segitiga Coffee Pontianak).

Setiap juara dari keempat cabang akan mewakili Indonesia di ajang World Coffee Events (WCE) yang akan berlangsung dalam 2 tahap: bulan Juni di Hungaria dan bulan November di Korea Selatan.

Juara Indonesia Latte Art Championship (ILAC) Ovie Kurniawan, juara Indonesia Brewers Cup (IBrC) Harison Chandra, dan juara Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC) Dimas Juliannur Fajar akan berangkat ke rangkaian World Latte Art Championship (WLAC), World Brewers Cup (WBrC), dan World Cup Tasters Championship (WCTC) yang akan diadakan pada tanggal 13-15 Juni 2017 di Budapest, Hungaria.

Sementara itu, juara Indonesia Barista Championship (IBC) Yoshua Tanu akan mewakili Indonesia di Seoul, Korea Selatan dalam World Barista Championship (WBC) pada tanggal 9-12 November 2017 nanti.

Para juri tersertifikasi World Coffee Events (WCE) yang mengawal jalannya ICE 2017.

(Liputan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply