Dear Coffeemates yang sehari-harinya meracik kopi di kedai,

Menjadi barista mungkin profesi yang tak pernah kau duga. Sekolahnya masih jarang. Untuk izin ke orang tua atau menceritakan ke teman, kau harus susah payah menjelaskan. Tapi toh, profesi ini membuatmu jatuh cinta. Sebagai barista, kau punya kesempatan langka: punya pekerjaan yang kau cintai. Tak sedikit orang kopi yang mengaku bahwa industri kopi sangat menginspirasi mereka dan membuat hidup mereka lebih baik.

Tapi sewaktu-waktu, kau bisa saja merasa agak… lelah. Lelah dengan pelanggan yang ‘sulit’. Lelah membuat minuman yang sama dari hari ke hari.

Ketika cintamu pada kopi mulai padam, kaupun bertanya di kesepian malam: adakah cara untuk membangkitkan gairah ini kembali? Ya, rupanya. Konon, kau bisa memupuk kembali semangatmu dengan mengingat empat hal ini:

1) Kenali Tujuanmu

Punya tujuan itu penting, apapun yang kau lakukan di hidup ini. Soal kopi pun begitu. Untungnya, profesi barista menyimpan banyak kesempatan bagimu untuk menetapkan tujuan.

Bisa jadi, tujuanmu adalah untuk membuat pelangganmu punya mood yang lebih baik di hari itu. Mengetahui bahwa kau melakukan hal yang baik untuk orang lain bisa jadi perasaan yang menyenangkan. Ini bisa jadi motivasimu untuk berusaha menjadi barista yang lebih baik.

Atau mungkin, kau ingin menceritakan kisah di balik secangkir kopi: kenapa secangkir kopi itu unik, betapa kerasnya para petani bekerja, dan apa dampak yang konsumen bisa bawa kepada jutaan orang di seluruh dunia—dengan hanya membeli kopi.

Atau, cita-citamu adalah membangun karir? Kau mungkin ingin membuka kedai kopimu sendiri, bekerja sebagai pelatih barista, atau menjadi seorang pemanggang kopi. Mungkin, kau bahkan ingin memenangkan kejuaraan kopi.

Memperjuangkan tujuanmu tidak selalu mudah. Tapi percayalah, kau akan menemukannya. Dan apapun tujuan yang akan kau capai, dengan daya juang dan semangat, kau dapat meraihnya.

2) Bagikan Semangatmu

Semangat yang tulus itu menular. Ketika kau membagikannya, kau akan menginspirasi orang-orang yang kau temui. Ajaibnya, ketika kau menginspirasi orang lain, mereka juga lantas menjadi inspirasi bagimu. Melihat orang lain bangun pagi demi secangkir kopi akan terus menerus mengingatkanmu akan cintamu pada kopi.

Jadi, setiap kali kau berada di balik mesin, atau bicara tentang kopi, ingatlah untuk membagikan semangatmu. Nikmati momen ini, dan bantu orang lain untuk menikmatinya juga.

3) Carilah Petualangan

Ada alasan di balik perkataan, ‘cinta itu petualangan’.

Jadi kalau kau ingin kembali jatuh cinta dengan kopi, berpetualanglah demi kopi. Jalan-jalanlah ke kebun kopi. Cobalah kedai-kedai kopi baru. Bermainlah dengan metode-metode seduh yang tidak biasa.

Butuh inspirasi? Tengoklah petualangan orang lain lewat media sosial. Tapi ingat, setiap orang punya bayangannya sendiri tentang petualangan yang mereka jalankan. Buat beberapa orang, bisa jadi bentuknya adalah menyeduh AeroPress di tengah hutan. Buat yang lain, mencoba kopi-kopi baru ataupun menghampiri kedai-kedai kopi di berbagai negara sudah jadi petualangan.

Begitu banyak petualangan yang bisa kau jalani di industri kopi — keluarlah dan temukan petualanganmu sendiri.

4) Tetaplah Bersenang-senang

Bagi beberapa orang, kopi itu lebih dari sekadar pekerjaan—tidak, itu identitas mereka. Demi kopi, mereka rela bangun pagi, mencari pengalaman baru, dan berbagi semangat dengan yang lain.

Apapun alasannya, satu hal yang pasti: mereka tak mungkin melakukan itu jika kopi tidaklah menyenangkan. Ya, beberapa barista bisa jadi serius di waktu-waktu tertentu—bagaimanapun, itu pekerjaan mereka. Sebagai barista, mereka bertanggung jawab membuat kopi sebaik mungkin.

Namun mereka tidak lupa untuk bersenang-senang. Selalu, Coffeemates, ada momen-momen untuk tertawa, minum kopi dengan orang-orang yang membuatmu bahagia, dan menikmati hidupmu sebagai pekerja kopi profesional.

Dengan demikian, Coffeemates, niscaya cintamu pada kopi kembali bersemi.

Karena, mengutip Shaun Aupiais yang menulis artikel ini di perfectdailygrind.com,

“Tak ada perasaan yang lebih baik dalam hidup ini selain dari melakukan apa yang kau cintai dan mencintai apa yang kau lakukan.”

(Disadur dari artikel “Barista Excellence: How To Stay In Love With Coffee” oleh perfectdailygrind.com, 24 April 2017

Tulisan & suntingan oleh Klara Virencia.
Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.
)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply