Ah, kedai kopi. Tak bosan-bosan kita hampiri dengan berbekal agenda apapun di kepala. Kafein tampak sudah menjangkiti aliran darah para insan urban. Beragam pula jenis karakter dan tingkah pola manusia di dalamnya. Dari pekerja lepas, siswa hingga mahasiswa, pasangan di mabuk asmara, ataupun manusia yang setia pada kesendirian dan terlihat menikahi pekerjaannya.

Nah, dari sekian banyak jenis manusia dalam kedai kopi coba Coffemates perhatikan pasti setidak-tidaknya ada satu orang yang memegang kamera. Manusia bermata lensa ini selalu tampak sigap membidik barista dan kopi yang disajikan. Gayanya bisa berbeda-beda namun alat tempurnya akan sama menggantung di leher atau dalam genggaman tangan. Lalu saat secangkir kopi tiba di meja mereka, hal pertama yang dilakukan bukannya menyesap kopi malah membidik dengan lensa.

Coffeemates, apabila kamu termasuk pengunjung kedai kopi jenis ini ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal berikut. Supaya dalam menghasil bidikan sempurna kamu tak sampai mengganggu pengunjung lain. Oleh karena itu tim kopikini.com menyusun langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk menjadi Tukang Foto Kopi’ yang baik dan benar.

  1. Beri Sentuhan Etika, Tak Hanya Estetika

Hasil bidikan yang sedap dipandang memang penting. Namun, itu bukan satu-satunya tujuan. Jika kamu benar-benar ingin menjadi fotografer kopi, kreatifitas juga sangat diperlukan. Terlebih untuk menentukan framing, pencahayaan, dan mood yang ada dalam satu hasil bidikan.

Nggir ra minggir tabrak~ ya udah minggir aja dulu daripada ketabrak :/

Jangan sampai ketika tingkat kreatifitas tinggi dan hasil bidikan pun cemerlang kamu melupakan hal penting lainnya. Yaitu, etika. Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat membidik di dalam kedai kopi:

  • Mintalah ijin kepada pemilik ataupun penanggung jawab kedai untuk membidik kopi yang disajikan berikut interior kedai kopi. Mereka manusia, bukan patung polisi. Jadi masih bisa kamu ajak bicara baik-baik.
  • Minumlah kopi yang sudah disajikan seusai kamu abadikan dalam kamera. Sebisa mungkin, habiskan. Karena untuk menghasilkan karyamu, kamu juga perlu mengingat bahwa secangkir cappuccino yang kamu jeprat-jepret tadi juga hasil karya dari seorang barista.
  • Tolong, tak usah mengeluh jika kopinya dingin. Salah siapa kamu butuh waktu lama untuk menghasilkan satu foto? Lalu ujung-ujungnya malah dihapus karena kegelapan. Khan sedi~
  • Mintalah ijin kembali jika kamu ingin bereksperimen untuk menciptakan bidikan kopi yang diciprat, dilempar, ditumpahkan, dibanting, difitnah, ditusuk dari belakang atau ditinggalkan begitu saja pas lagi sayang-sayangnya. Ingat, pemilik kedai bukan patung polisi. Bukan pula polisi tidur. Ajaklah bicara baik-baik.
  • Lihatlah kiri dan kanan selayaknya saat kita menyebrang. Terkadang memang kamu terpaksa berada di posisi tak sedap dipandang untuk membidik dari sisi yang tepat. Namun, karena kamu bukanlah penghuni satu-satunya di bumi pertiwi ini, ada baiknya perhatikan sekitar. Jangan sampai menghalangi pengunjung lain yang ingin lewat.
  1. Visualisasikan Dalam Kepala Sebelum Membidik

Susunlah rencana dalam kepala terlebih dahulu sebelum berangkat ke kedai kopi. Setidaknya saat duduk di dalam kedai kamu sudah bisa membayangkan bidikan seperti apa yang ingin kamu hasilkan. Dengan melakukan langkah ini maka kamu tau harus membawa jenis lensa seperti apa. Ini adalah tindakan preventif agar kamu tidak tampak seperti fotografer alam liar yang membawa selusin lensa.

Memandang jauh ke depan, demi tujuan lekas tercapai.

Dengan memvisualisasikan rencana dan hasil dalam kepala pada akhirnya dapat membantumu lebih cepat dan tangkas saat membidik secangkir kopi. Lalu kamu pun dapat lebih cepat menikmati kopi dari sang barista kesayangan.

  1. Kenali Kamera Lebih Dalam

Tak sedikit fotografer yang menjawab “Gue gak tau. Gue dibeliin orang tua gue.” ketika ditanya tentang kamera dalam genggaman mereka. Namun, Coffeemates, kamu perlu memahami bahwa mengenal kamera mu sangat penting. Terutama untuk mempersingkat waktu jeprat-jepret.

Kulik dulu daripada asal klik.

Jika kamu sudah mengenal kamera mu dengan baik, kamu dapat mempersingkat waktu dalam mengatur white balance, picture profile, ukuran frame, dan lainnya. Kamu harus tau tombol apa letaknya di mana. Demi mencegahmu untuk tidak terlalu lama berdiri di tengah kedai. Kamu bukan satu-satunya pelanggan kedai kopi, hey.

  1. Lensa pun Sama Pentingnya

Selain kamera, kamu juga perlu memahami lensa lebih dalam. Apakah kamu sudah memiliki lensa yang tepat untuk menghasilkan bidikan yang kamu inginkan? Apakah tepat menggunakan lensa 50mm di dalam body kamera full frame atau Crop Censor?

Pertanyaan-pertanyaan ini sudah harus bisa kamu jawab sebelum mulai berburu bidikan. Sehingga kamu tau seberapa jauh kamu bisa mundur-mundur cantik tanpa harus menyenggol barista yang sedang membawa kopi.

Kamera siap, lensa lengkap, target bidikan sudah di depan mata, dan ijin juga sudah lampu hijau. Saatnya berkarya!

Jika ini semua sudah kamu lakukan, Coffeemates, maka kamu siap untuk menjelma menjadi ahli bidik kedai kopi yang disegani masyarakat. Ingat, menghasilkan bidikan kopi sempurna tanpa menyinggung hati barista ataupun pelanggan lain juga penting. Selamat berkarya, Coffeemates!!

(Tulisan oleh Andreansyah Dimas dan Lani Eleonora

Suntingan tulisan oleh Lani Eleonora

Foto-foto dan Suntingan Foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply