Dengan atau tanpa gula, sejatinya kopi tetap bisa dinikmati. Perkaranya, dua selera ini kadang memecah belah kelompok peminum kopi menjadi dua. Tim penikmat kopi tanpa gula kerap menista siapapun yang menuangkan gula dalam secangkir espresso, sehingga si pecinta manis pun  merasa terintimidasi.

Tidak ada yang salah. Sesungguhnya ini hanyalah soal selera.

Contoh sederhananya, salah satu tim kopikini.com selalu menikmati lagu Lovely Day dari Bill Withers setiap paginya sambil bergoyang santai. Namun, ketika ia mendengar lagu Lovely Day berubah judul menjadi Sunshine yang dibuat ulang dengan tambahan rap dari Twista dan Anthony Hamilton, ia hanya bisa mengernyitkan dahi.

Kopi, layaknya musik atau makanan, seringkali bergantung pada selera penikmatnya. Beberapa menikmati kopi seindah Lovely Day. Lainnya, bahagia disuguhi kopi seprogresif Sunshine.

Masalahnya, Coffemates, gula tak hanya membuat kopi menjadi lebih manis. Gula mampu menenggelamkan catatan-catatan rasa yang lebih halus dari catatan rasa yang dominan. Atau, dalam bahasa kontributor perfectdailygrind.com Arno Quinton, gula mampu merubah keseimbangan rasa. Di mata seorang barista, kopi yang ia seduh sudah sempurna. Namun, ketika kamu menambahkan gula, kopi itu bukan lagi secangkir kopi yang sama.

Secara medis pun, gula dapat membuat tubuhmu menginginkan dosis lebih setiap kali kamu mengkonsumsinya. Dr. Robert Lustig dari University of California, San Fransisco bahkan berani mengatakan gula itu beracun. Pasalnya, dalam penelitiannya, ia menemukan orang-orang yang mulai mengurangi konsumsi gula pada akhirnya justru memiliki tingkat metabolisme lebih baik dan tubuh yang lebih sehat.

Nampaknya, gula dan kopi tak lagi jadi jodoh sejati.

Namun, pada dasarnya, memang sulit untuk langsung banting setir. Anjuran yang setengah memaksa dari para barista juga tidak membantu.

Agar Terbiasa Tanpa Gula

Juri World Barista Championship dan pemilik Volta Coffee, Tea & Chocolate, Anthony Rue menceritakan pengalamannya dalam perfectdailygrind.com.

“Menurut pengalaman mereka, ya, kopi butuh gula,” ujar Anthony. “Saya sudah melihat sendiri bagaimana ‘menista gula’ malah akan menimbulkan kebencian. Pelanggan kedai kopi yang tidak nyaman tidak akan menjadi pelanggan tetap.”

Bagi pecinta rasa manis, Anthony menganjurkan para pelanggannya untuk mencicip kopi dulu sebelum menambahkan gula. Kebijakan Anthony Rue untuk tidak menista gula ini tampaknya bekerja dengan baik.

“Beberapa akan selalu menambahkan gula dalam minuman mereka, namun lebih banyak lagi yang sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan gula,” papar Anthony. ”Tidak ada hari tanpa ada pelanggan yang mengatakan mereka sudah tidak lagi menambahkan gula dalam kopi mereka di kedai kami.”

Bagi Coffeemates yang belum bisa meninggalkan keinginan untuk mencicip kopi dengan rasa manis, saran dari direktur nutrisi kesehatan University of California yang satu ini patut dicoba. Dibanding gula, Liz Applegate berpendapat  lebih baik kita memilih pemanis alami yang sekaligus punya manfaat nutrisi seperti buah dan madu.

Berikut beberapa alternatif pemanis pengganti gula pasir untuk cangkir kopimu:

1) Bubuk Kayu Manis

Dengan kadar kalori yang lebih rendah dibandingkan gula namun dengan sentuhan rempah-rempah, kayu manis dapat memperkaya cita rasa kopimu.

2) Madu

Meski kadar kalori madu lebih tinggi dari gula, namun madu memiliki kadar antioksidan yang baik bagi tubuh. Satu sendok teh madu murni punya kadar indeks gula darah yang lebih rendah dari sebuah pisang. Perlu diingat, kebaikan madu paling baik ada pada madu murni. Begitu sudah diproses, madu murni kehilangan banyak manfaatnya.

Cinnamon, bisa dicelup  atau dicampur dalam bentuk bubuk.

3) Gula Aren

Untuk kopi tubruk hitam, madu dan gula aren dapat menjadi penambah rasa yang lebih baik dibanding gula putih. Pasalnya, selain terasa lebih manis, gula aren juga dapat menambah kekayaan cita rasa kopi.

4) Vanilla

Abaikan pemanis rasa vanilla yang justru tidak punya kandungan vanilla. Kita bicara soal vanilla dalam bentuk paling murni, yakni ekstrak vanilla. Tambahkan beberapa tetes ekstrak vanilla ke dalam cangkir kopimu, dan rasakan sendiri bedanya.

Selamat mencoba, Coffeemates.

(Informasi disadur dari perfectdailygrind.com, coffeeforums.com, doctoroz.com,
thedailymeal.com, time.com, & draxe.com

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply