Sekali lagi, Ve Handojo melakukan riset ilmiah dan mendalam di semesta Instagram, dan mengajukan kesimpulannya di hadapan pembaca sekalian. Berikut beberapa tipe #AnakKopi berdasarkan jejak-jejak secangkir kopi di feed Instagram mereka.

1)  Kaum Café Blogger

Tanda-tanda:

  • banyak foto latte art di ujung meja;
  • dipadukan dengan majalah hipster;
  • atau foto pose malu-malu di sudut Instagram-able sebuah kafe.

Besar sekali kemungkinan, orang di balik akun semacam ini adalah seorang café blogger. Ia berusaha menjadi orang pertama yang mengunggah foto kopi dari kedai kopi terbaru – di ujung berung manapun lokasinya.

Ada café blogger yang paham soal kopi. Tapi, tidak sedikit juga yang percaya bahwa kopi hanya terbagi dalam dua varietas: ‘Enak’ dan ‘Tidak Enak’.

Peran seorang café blogger sangat besar dalam memberikan promosi dan publikasi bagi kedai kopi baru. Mungkin café blogger lebih fasih berkomentar tentang disain interior sebuah kafe, daripada jenis kopinya. Hal itu sama sekali tidak merugikan siapa-siapa.

Kadang, café blogger dengan jumlah followers hingga puluhan ribu (dengan halus dan sopan) meminta kedai kopi untuk barter promosi dengan minuman dan makanan gratis. Sah atau tidak, tergantung pertimbangan pihak kedai kopi. Tidak ada aturan main yang baku dalam hal ini.

2) Kaum Style Blogger Tanda-tanda:

  • banyak pose penuh percaya diri di berbagai kedai kopi terbaru;
  • mengenakan baju trendi.

Kadang pemilik akun ini berpose sambil minum kopi, kadang sama sekali tidak. Kadang ada keterangan tentang kedai kopinya, kadang hanya keterangan tentang merek baju yang ia pakai. Kadang ia paham kopi, kadang hanya doyan iced lychee tea. Yang jelas, foto-fotonya berkualitas setara dengan sampul-sampul majalah fesyen internasional.

Apakah peranan seorang style blogger seperti ini dalam dunia bisnis kopi zaman sekarang?

Jangan anggap remeh! Seorang style blogger membuat gaya hidup minum kopi dan hang out di kedai kopi jadi trendi. They make coffee fashionable! Mereka juga membuat kopi, atau kedai kopi, masuk ke gaya hidup sehari-hari orang yang sama sekali tidak minum kopi. Ini adalah dampak yang mustahil dicapai oleh para coffee geeks, apalagi coffee snobs.


3) Kaum Coffee Blogger
Tanda-tanda:

  • foto-foto proses pembuatan kopi, dan/atau kopi hitam;
  • disertai keterangan foto tentang rasa-rasa minuman kopi itu.

Tidak bisa disangkal lagi, pemilik akun ini pasti seorang coffee blogger. Followers-nya tidak sebanyak café bloggers, apalagi style bloggers. Namun, diam-diam café bloggers dan style bloggers itu sebenarnya menjadi followers coffee bloggers, dan rajin belajar kopi dari teks-teks di akun Instagram mereka.

#edisipouringsendiri #uglycappucino #366coffeeexperience #366コーヒー写真

A photo posted by randy (@jubul) on

Ya, coffee bloggers sangat berperan dalam menyebarkan edukasi tentang gaya hidup minum kopi yang lebih serius. Foto-foto yang juga sering muncul di akun Instagram para coffee bloggers: foto-foto barista dan tokoh-tokoh kopi lain. Coffee bloggers berjasa mempromosikan profesi-profesi kekopian.

keep praticing and keep competing, never give up @juliuswangsa !

A photo posted by randy (@jubul) on


4) Kaum Coffee Professionals
Tanda-tanda:

  • Foto-foto mesin kopi;
  • dan kemasan biji kopi bermerk terkenal atau malah merk lokal terbaru.

Punya, atau setidaknya berimpian punya usaha kopi. Banyak juga dari mereka yang adalah barista ternama.

Jumlah followers-nya mungkin tidak sebanyak coffee bloggers, tapi namanya dikenal oleh banyak praktisi kopi dan pebisnis kopi. Coffee professionals ini juga sering mengunggah foto-foto dirinya sendiri yang sedang asyik bikin kopi, baik di rumah atau di kedai.

Tentu, peranan para coffee professionals ini adalah memberi motivasi dan informasi bagi mereka yang ingin terjun ke dunia kopi.

5) Kaum ‘Pakar Kopi’ Tanda-tanda:

  • Jarang atau nyaris tidak ada foto yang berhubungan tentang kopi…
  • …tapi di-follow banyak akun kopi-kopian.

Followers-nya juga tidak banyak-banyak amat. Namun, hati-hati sama pemilik-pemilik akun seperti ini! Jangan-jangan, ia adalah pakar kopi yang sudah tidak perlu pembuktian diri lagi. Jangan-jangan, ia seorang pebisnis kopi yang sudah malang-melintang di belantika kopi dunia selama puluhan tahun. Jangan-jangan, ia punya sekolah kopi. #eh

a misfit and the underdogs (2 wcigs champions, missing george here)

A photo posted by phat uncle / paman gembul • HK (@kulikopi) on

(Tulisan oleh Ve Handojo;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Ve Handojo

About Ve Handojo

Ve Handojo adalah seorang penulis sekaligus salah satu pendiri ABCD School of Coffee dan Ruang Seduh. Ia juga menjadi juri di berbagai kompetisi kopi. ABCD School of Coffee juga menyelenggarakan kompetisi-kompetisi kopi berskala nasional. Instagram: @vehandojo @abcd_coffee.

Leave a Reply