Kopi sudah bertanggung jawab membelokkan jalan hidup banyak manusia. Lekukan misterinya tak pernah habis dikulik. Selalu ada hal baru yang membuat penasaran tak kunjung usai.

Bernard Batubara, seorang penulis yang sudah menerbitkan sebanyak 10 buku dalam 10 tahun karir menulisnya pun sedang merasakan hal yang sama. Rasa penasarannya terhadap kopi sulit sekali dipuaskan. Alhasil, terjunlah ia untuk melihat industri kopi Indonesia lebih dekat.

“Detil-detil yang kecil tentang kopi itu sangat menarik. Buatku sangat menarik.” Bara bercerita kepada tim kopikini.com dengan antusiasme yang tinggi.

“Selalu—aku gak bisa berhenti mencari tau tentang kopi. Karena setiap kali aku cari tau sesuatu soal kopi, aku punya pertanyaan lagi soal kopi. Rasa penasarannya gak abis-abis.”

Jika kamu, Coffeemates, juga termasuk barisan manusia yang jatuh hati dan berpikir memasuki jalur kopi, tim kopikini.com ingin berbagi bekal dari orang-orang yang sudah terlebih dulu memulai perjalanan.

1) Piknik

“Pelajari bagaimana kopi disiapkan dan dinikmati di berbagai kebudayaan.”

– Gabriel Beauchamp and Eduardo Trabada, Baraka Coffee, Puerto Rico

Terima kasih kepada Banda Neira yang pernah  mengingatkan untuk ‘berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam, jelajah semua warna’. Kopi, sama rumitnya dengan kehidupan. Untuk dapat lebih memahaminya, mau tak mau kamu harus rela berjalan lebih jauh dan melihat lebih banyak.

Eduardo Beauchamp dan Gabriel Trabada, seorang art director dan seorang audio engineer asal dari Puerto Rico, banyak menghabiskan waktu mengelilingi dunia. Awalnya karena tuntutan pekerjaan, namun sepanjang perjalanan mereka selalu menyempatkan diri untuk ngopi di tiap sudut kota yang baru mereka singgahi.

Menyaksikan bagaimana kopi dilihat dalam kacamata budaya berbagai kota dan negara, mereka malah ingin menyelami kopi lebih dalam lagi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk benar-benar terlibat dalam industri kopi di kampung halamannya dan memiliki misi memperkenalkan kopi dari Puerto Rico ke seluruh dunia.

Maka, Coffeemates, angkatlah ransel dan kenakan sepatumu. Berkelanalah. Jelajahi perkebunan kopi, jejaki tiap sudut bumi. Tumbuhkan pemahamanmu apa makna sesungguhnya dari kopi.

2) Ikuti Desakan Hati

“Jika kamu memiliki desakan hati akan sesuatu, ikuti desakan hatimu demi desakan hati itu sendiri.”

– Brian Beyke, Quills Coffee, Kentucky

Siapa yang mampu melawan desakan hati?

Apapun namanya itu–gairah, dorongan, passion–semuanya sama-sama terus menghantui hidup jika tidak diikuti. Hal ini yang membuat Brian Beyke, seorang pekerja kantoran yang menyimpan kegairahannya terhadap kopi akhirnya berputar haluan.

Rupanya, hobi mengulik alat seduh manual di rumah dan di kantor setiap hari tidak cukup memuaskan hasratnya terhadap kopi. Puncaknya, ia meninggalkan pekerjaan lamanya dan memutuskan untuk bekerja di Quills Coffee untuk mendekat ke dunia yang mau ia tekuni.

Dari tahun 2014 hingga kini, Brian Beyke bersama rekannya Bryan Schiele aktif membuat podcast yang khusus berbicara soal kopi. Tak sampai di situ, tahun ini Brian Beyke pun memutuskan untuk mengikuti kompetisi.

Biar dikira pelayan awalnya, biar saja. Tebalkan kuping dan lakukan apa yang kamu suka.

3) Berani

“Lakukan saja.”

– Manny Carerra, Argyle Coffee Roasters, Florida

Gaji besar tapi pusing kerjaan gak kelar-kelar, atau penghasilan secukupnya namun bahagia? Manny dan Amy Carerra, pemilik Argyle Coffee Roaster, awalnya lebih memilih untuk bahagia. Nyatanya, Coffeemates, saat mereka mengikuti kata hati rejeki pun membuntuti. Modalnya, hanya gigih dan pantang menyerah.

Sebelum menjadi pemanggang kopi, Manny bekerja di industri audiovisual. Memanggang kopi hanya buah dari penasaran iseng yang biasa ia lakukan di rumah. Suatu ketika, ia memberanikan diri untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai usaha pemanggangan kopi.

Menurut mereka, kamu tak perlu memulai sebagai barista atau berakhir memiliki kedai kopi dalam industri ini. Kamu bisa menjadi Q Grader, pengimpor beras kopi, pemanggang, dan masih banyak lagi

Juara World Brewers Cup 2016, Tetsu Kasuya, mulanya seorang karyawan perusahaan IT bergaji tinggi sebelum banting setir masuk ke industri kopi.

4) Belajar Sebanyak Mungkin

“Kejar pertanyaan yang ingin kamu jawab.”

– Jeff Yerxa dan Nicolas Cabrera, Lost Sock Coffee, Washington DC

Saran mereka, teruslah membaca. Baca, baca, dan baca. Buku dan forum internet memiliki banyak jawaban.

“Terima kegagalan dalam tiap percobaan. Mulailah aktif mencoba segalanya. Membentuk kepekaan lidah tidak terjadi dalam waktu semalam, dan ini adalah aset vital dalam menilai kopi,” Nico menyarankan.

Jeff dan Nico mulai memanggang kopi sebagai hobi. Dari hobi, menjadi obsesi. Dari obsesi, akhirnya menjadi karir. Modal utama sebelum mereka membuka kedai kopi adalah banyak membaca dan mencoba. Dari banyak membaca, Jeff dan Nico semakin paham betapa banyak elemen dalam industri kopi yang membuat mereka ingin terjun langsung.

Atau paling mudah, tanyakan langsung ke orang-orang yang sudah lebih dulu terjun. Dengan senang hati mereka akan berbagi.

5) Sikat Tiap Kesempatan

“Berkompetisi menghubungkanku ke dalam industri yang lebih global.”

– Maxwell Mooney, Narrative Coffee, Washington

Kesempatan dapat hadir dalam bentuk apapun, termasuk kompetisi. Banyak kesempatan terbuka untuk berkenalan dengan orang-orang di industri kopi saat kompetisi.

Hal ini pun diakui oleh Otniel Christofer, pemenang ICTC tahun 2015 yang kemudian mewakili Indonesia di kompetisi tingkat dunia. Di sana, ia bertemu dengan banyak orang yang akhirnya ikut membantu karirnya di dunia kopi saat ini.

“Yang paling penting itu, kalo buat gue, adalah koneksinya sih. Koneksi dengan orang-orang,” ujar Otniel tentang kompetisi kopi.

Maka Coffeemates, hajar tiap kesempatan. Sekecil apapun, itu akan membantu karirmu di industri kopi.

Selain menambah koneksi, kompetisi kopi juga soal menantang diri sendiri.

Kopi adalah industri yang memiliki banyak potensi. Dengan berfokus pada banyaknya kemungkinan yang dapat kamu capai, niscaya momen-momen patah hati dalam industri ini mudah kamu lewati.

Coffeemates, petiklah inspirasi dan saran yang tersaji. Mulailah melangkah di dunia kopi.

(Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.

Disadur dari tulisan “5 Tips for Starting Career in Coffee” oleh Danielle Kilbride, dimuat di perfectdailygrind.com 2 Maret 2017.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

Leave a Reply