Kopi, dari aroma hingga kandungan kafein di dalamnya kerap dapat memicu rasa rindu. Coffeemates pun sudah tau, dari aromanya saja kopi dapat membujuk otak untuk melepaskan dopamine sehingga kita merasa nyaman dan bahagia setelahnya. Dopamine, senyawa kimia yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia ini juga keluar ketika seseorang mengalami orgasme. Bisa jadi inilah alasan kopi dijadikan fetish baru insan milenial.

Sebelum membahas fetish kopi, mari sejenak kita renungkan apa arti fetish sesungguhnya. Menurut kamus Cambridge, fetish berarti ketertarikan seksual terhadap sebuah objek atau bagian tubuh lain selain organ seksual. Arti lainnya, sebuah benda atau aktifitas yang sangat menarik bagi seseorang sehingga orang tersebut menghabiskan waktu tak berhingga untuk memikirkan atau melakukannya.

Berbicara soal fetish memang masih dianggap tabu. Keberadaannya ditutupi, dinistakan, dan dianggap tak ada meski nyata adanya. Dari sekian banyak jenis fetish, nyatanya komoditas selugu kopi pun tak luput menjadi objek fetish seseorang.

Di era ketika semua hal dianggap lumrah, pencarian di internet menuntun pada fakta bahwa perkembangan jaman berhasil menemukan jalan untuk menggabungkan konteks pornografi dengan minuman tercinta kita, kopi.

Melirik Sisi Sensual Kopi

Semua sudah dijadikan objek fetish, kenapa kopi nggak?

Jika lain waktu kamu mencoba untuk menelusuri jejak pornografi di internet kamu akan sadar ada versi sensual dari apapun. Sekali lagi, apapun. Termasuk makanan dan minuman. Terkait soal minuman, kamu dapat menemukan akun khusus yang mengunggah konten seksi yang berhubungan dengan kopi di Pinterest. Apalagi, Tumblr.

Namun, Jeremy Glass dari Thrillist menemukan yang lebih mencengangkan ketika ia menggali lebih dalam. Sebut saja, Reddit. Sebuah situs yang memiliki halaman subreddit r/CoffeeGoneWild dengan setidaknya 3.000 anggota di dalamnya. Inilah rumah bagi foto-foto pria dan wanita tanpa busana bergaya dengan secangkir kopi.

Silahkan membayangkan adegan Rose bergaya hanya mengenakan kalung The Heart of The Ocean ketika ingin dilukis oleh Jack dalam film Titanic. Hanya saja, ganti kalung berlian dengan secangkir kopi panas dengan asap mengepul.

Kemudian fetish kopi menuju ke tingkat yang lebih dalam ketika seksualitas tidak digambarkan secara gamblang. Jeremy Glass kemudian menemukan percakapan yang membahas foto-foto wanita jepang sedang meniup-niup cangkir kopi. Kumpulan foto berjudul “Fuufuu” ini adalah kolaborasi antara artis Keisuke Inoue dan perancang Sakas Hayasaka. “Fuufuu” sendiri adalah pembentukan kata dari suara atau onomatopoeia ketika kamu meniup-niup benda panas untuk mendinginkannya.

Kumpulan foto tersebut kemudian diikuti dengan puisi pendek yang menjelaskan inspirasi di balik foto-foto tersebut. Di dalamnya menggambarkan bagaimana seorang wanita yang sedang meniup-niup cangkirnya terlihat begitu polos dan sama sekali tidak menyadari ada yang memperhatikan. Wanita-wanita lucu yang hanyut dalam pikirannya saat menyeruput kopi.

Neng Raisa, tiup dulu. Fuufuuu.. gitu.

Lalu, kenapa kopi?

“Cinta, kayaknya”

Jika Brie dalam Filosofi Kopi 2 dapat menjawab demikian ketika ditanya hal yang sama oleh Ben, kami rasa itu bukan jawaban para penggila fetish kopi.

Dr. Justin Lehmiller seorang psikologi sosial dan penulis blog Sex and Psychology mencoba berbagi pencerahan soal alasan kopi dijadikan objek fetish seseorang. Menurut Dr. Lehmiller jika stimulus netral seperti kopi dipasangkan dengan sesuatu yang menimbulkan gairah seksual terus-menerus, objek yang tadinya stimulus netral lama-kelamaan akan menimbulkan gairah seksual juga pada akhirnya.

Kemudian Dr. Lehmiller menjelaskan, kebanyakan fetishish tidak dianggap memiliki gangguan mental selama ia tidak melakukan tindakan kriminal untuk melepaskan hasratnya. “Misalnya seseorang yang memiliki fetish terhadap pakaian dalam perempuan hingga kemudian mencuri.” Jelas Dr. Lehmiller.

Mungkin intinya, Coffeemates, selama para penganut fetish kopi tidak mencuri kopi dari jemuran hingga kemudian mengganggu asupan kopi kita setiap hari, ini semua masih aman. Jelas kita paham, memang mudah mencintai kopi. Semakin dalam dipahami semakin layak untuk dicintai.

(Disadur dari thrillist.com

Tulisan dan suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

 

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply