Coffeemates,

Pola hidup ramah lingkungan tak hanya cara hidup terbaik, tapi juga menguntungkan dalam segi bisnis. Nyatanya, cara terbaik untuk menjaga lingkungan adalah dengan mengurangi limbah konsumsi. Pada akhirnya, kamu akan merasa pengeluaranmu jauh berkurang. Bahan baku pun dapat bertahan lebih lama.

Apakah itu soal memanfaatkan ampas kopi, atau mencegah pembuangan yang tidak perlu, ada banyak hal kecil yang dapat dilakukan oleh kalian yang ada di balik bar sehari-hari. Kini, tim kopikini.com mengajak Coffeemates untuk sama-sama mempertimbangkannya.

1) Ukur Takaran Kopi-mu

Ini adalah cara tercepat, termudah, dan paling efektif untuk mengurangi sampah pembuangan. Sebagai barista tentu kamu tahu, membuat kopi enak membutuhkan resep yang akurat. Takaran kopi, air, dan susu harus diukur untuk menjaga konsistensi rasa.

Selain soal rasa, Coffeemates, hal ini pun menjadi salah satu cara untuk menjaga lingkungan. Jika semua sudah diukur dengan presisi, maka semakin sedikit bubuk kopi dan bahan baku lainnya yang terbuang sia-sia.

Dengan kata lain, sekali dayung tiga pulau terlampaui!
Kopi enak, stok kopimu lebih hemat, lingkungan pun terjaga.

Para penyeduh manual pasti paham betapa pentingnya mengukur takaran kopi dan air untuk menjaga rasa.

2) Mengganti Gelas Sekali Pakai dan Sedotan Plastik

Penggunaan gelas kertas dan plastik memang terasa ringkas. Kamu tidak perlu repot mencuci. Tinggal buang, hilang sudah permasalahan.

Tapi tunggu dulu, Coffeemates.

Bahkan jika kamu memutuskan untuk mendaur ulang sampah gelas sekali pakai dan sedotan, sampah-sampah tersebut tetap memakan energi yang tidak perlu. Sedotan plastik, yang digunakan hanya lima menit, butuh energi yang sama besar dengan membuat kantong plastik. Begitupun dengan gelas karton atau plastik.

Selain itu, penggunaan gelas berbahan kaca atau sejenisnya justru lebih ekonomis. Kamu dapat menggunakannya berulang kali. Beberapa pelanggan mungkin lebih senang menggunakan gelas sekali buang. Namun, kamu bisa menyarankan pelangganmu untuk menggunakan gelas atau membawa tumbler mereka sendiri untuk dibawa.

Meski sama sekali tidak bisa dihindari, setidak-tidaknya Coffeemates, kamu memiliki peran besar untuk bantu mengurangi.

Nantikan edisi tumbler-nya. #lohjualan

3) Irit Susu

Tak jarang, banyak susu terbuang percuma karena barista menuang terlalu banyak ke dalam jug yang terlalu besar untuk porsi satu gelas. Jika kamu mau melihat sebanyak apa susu yang berlebih, coba simpan semua sisa susu dalam satu wadah. Kemudian lihat, sebanyak apa susu yang kamu buang di akhir hari.

Solusinya, jangan gunakan jug yang sama untuk membuat cappuccino berukuran 5 oz dengan jug yang kamu gunakan untuk membuat extra large latte.

Selain berlatih untuk pouring dan membuat latte art aduhai, barista juga perlu berlatih menuang susu sebanyak yang diperlukan untuk satu sajian. Jika kamu serius ingin lebih irit, gunakan sistem susu dispenser. Sistem ini dirancang untuk selalu mengeluarkan jumlah susu sesuai dengan takaran yang dibutuhkan.

Di kejuaraan barista, sisa susu berlebih dalam milk jug bahkan dapat mengurangi nilai.

4) Gunakan Perlengkapan Ramah Lingkungan

Mulailah dari hal kecil, yaitu dengan memakai lampu LED yang energinya lebih efisien. Masa pakai yang lebih panjang dan iritnya energi yang digunakan menjadi investasi jangka panjang yang layak dipertimbangkan.

Pun, kamu bisa memperbanyak cahaya alami dari jendela-jendela besar. Selain mengurangi penggunaan lampu, cahaya alami bisa jadi nutrisi bagi pohon-pohon kecil yang mempercantik kedaimu.

Pakai air seperlunya, dan segera perbaiki jika ada aliran air yang terus menetes meski sudah dimatikan. Pada akhirnya, tagihan listrik dan airmu juga akan terbantu di akhir bulan.

Salah satu kedai kopi di daerah Gandaria, Jakarta Selatan yang tetap sejuk dan bermandi cahaya.

5) Berkreasilah Dengan Kantong Kopimu

Sebagai kedai kopi yang menyajikan berbagai jenis biji kopi, tentu kamu tidak akan kekurangan bekas kantong pembungkus kopi. Sebentar saja melirik Pinterest, niscaya kamu kebanjiren ide untuk mendaurnya kembali.

Nyatanya, kantong pembungkus kopi dapat menjadi dekorasi yang menarik untuk kedai kopimu. Dengan sedikit usaha, kamu dapat merubahnya menjadi merchandise yang ciamik untuk dijual kembali. Jika tak punya waktu, kamu bisa menawarkannya ke pelanggan yang mungkin memiliki banyak ide kreatif untuk menguliknya.

Berhasil menemukan produk daur ulang karung goni di foto ini? Yak, jadi sarung kursi saudara-saudara.

6) Manfaatkan Ampas Kopi

Sebagai kedai kopi, tentu saja ampas kopi sudah jadi limbah sehari-hari.
Nah, ampas kopi pun dapat bermanfaat sebagai pupuk untuk tanaman yang butuh zat asam. Jika kedai kopimu memiliki banyak tanaman atau taman, maka ini adalah resep kesuburan tanah.

Ampas kopi juga ternyata sangat bagus sebagai pewarna kain dan juga pengharum ruangan. Di luar menjadi pupuk maupun pewarna, masih banyak ide cemerlang untuk memanfaatkan ampas kopimu. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sesederhana mencari tahu.

Terbayang kan berapa banyak pupuk yang bisa kalian dapatkan cuma dari hasil bikin espresso seharian?

Coffeemates, niat adalah kunci.

Hal-hal di atas hanya sedikit dari sekian banyak solusi yang ditawarkan untuk menjaga lingkungan. Di akhir hari, Coffeemates, yakinlah pola hidup hemat energi dan ramah lingkungan akan membawa keuntungan untuk kita semua. Lebih dari sekadar tren, ini adalah investasi jangka panjang bagi kedai kopimu.

Jika kamu tulus mencintai kopi, tidakkah melihat masa depan kopi yang suram akibat perubahan iklim dan pemanasan global membuatmu gemas ingin melakukan sesuatu?

(Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto ilustrasi oleh Andreansyah Dimas.

Artikel disadur dari ‘Eco-Friendly: 6 Ways to Minimize Waste in Coffee Shops’ oleh perfectdailygrind.com, 1 Maret 2016.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply