Setelah mengguncang bumi instagram dengan satu juta hashtag #coffeeinacone tahun lalu, cafe latte yang tersaji manis di dalam cone es krim kini hadir di Indonesia.

Senin (30/1) kemarin, MONO untuk pertama kalinya memperkenalkan latte art dalam cone es krim bernama ‘Confee’ kepada para pekerja kantoran yang lalu lalang di sekitar lobi gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta.

Tampil dengan taglineanother way to sip a coffee’ (cara lain untuk menyeruput kopi—red),  MONO menjanjikan pengalaman menyeruput cafe latte berpadu manis coklat dan gurih cone es krim yang jadi cangkirnya. Bagi para pegiat instagram, Confee nan apik ini niscaya instagramable. Sembari menyajikan menu-menu klasik a la bar kopi seperti espresso, flat white, maupun latte, MONO tampil dengan Confee sebagai menu andalan.

Adrian Febriano, sang penggagas MONO, mengaku mendapat ide untuk mengembangkan pengalaman seruput kopi nan unik ini semasa bertamasya ke Los Angeles, Amerika Serikat. Di sana, ia menemukan latte yang disuguhkan di dalam sebuah waffle cone berbentuk gelas kecil yang berisi cafe latte.

“Lumayan mahal sih 4 dollar loh buat satu kopi yang kecil gitu,” papar Adrian, sembari menjaga gerai MONO, Senin (30/1) pagi. “Terus kita bilang. ‘Ini kayaknya bagus deh buat bawa ke Indonesia’. Terus abis itu, ya udah kita coba bawa ke Indonesia. ”

Berjuang tanpa dukungan waralaba, Adrian mencari resep Confee-nya sendiri melalui percobaan berkali-kali. Confee boleh jadi terlihat sesederhana melapis cone dengan coklat. Namun, seperti halnya Dayne Levinrad sang penggagas #coffeeinacone di The Grind Coffee, Adrian perlu waktu berbulan-bulan sampai menemukan racikan yang pas. Pasalnya, cone berlapis coklat yang ia buat kerap kali bocor.

”Gue nyobain bekali-kali meleleh meleleh terus. Bocor terus. Ternyata ketemu dari cone-nya,” ujar Adrian.  “Harus tebel, terus kualitasnya juga harus bagus. Baru dilapis coklat.”

Tiga minggu sebelum bazaar perdananya di Sampoerna Strategic Square, barulah formula yang tepat ia temukan.

Penggagas MONO, Adrian Febriano, lulusan akuntansi yang terpikat mengulik dunia kopi.

Bagi seseorang yang berangkat bukan dari industri kopi, Adrian belajar memahami kopi beserta setiap liku industrinya dari nol sebelum memulai MONO.

”Gue background-nya dulu accounting,” papar Adrian, yang sempat bekerja di firma akuntan multinasional sebelum memulai MONO.

Mengantongi ilmu ekonomi, Adrian mengajak serta mereka-mereka yang lebih dulu terjun di dunia kopi demi menghidupkan MONO. Senin (30/1) kemarin, terlihat Laila dari Goni Coffee Kemang dan Rama dari Workspace Coffee Cikini turun tangan berlaga di balik mesin kopi. Adrian memaparkan, selama beberapa waktu ke depan, MONO akan dipegang oleh berbagai barista ibukota secara bergiliran.

“Karena gue nggak tau secara urusan tentang kopi, kan,” ujar Adrian. Sembari mempersiapkan MONO, ia pun turut belajar membuat latte art. “Dan gue pengen belajar kopi juga. Which is, learning by doing is the best way.

Mungkin ada di antara Coffeemates yang sudah pernah merasakan pengalaman menyeruput kopi melalui cone es krim sebelum ini. Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-10 pada November 2016 lalu, Coffee Toffee menghadirkan kopi dalam cone es krim dengan tajuk #PassionInACone. Hadir sebagai produk musiman (seasonal product), #PassionInACone ciptaan gerai waralaba lokal tersebut bisa jadi suatu hari nanti habis masa tayangnya.

Kabar baik untuk Coffeemates, MONO berjanji akan menghidangkan dengan Confee untuk sekarang dan seterusnya.

Nantinya, Adrian menjelaskan, MONO akan hadir di lobi-lobi gedung perkantoran seputar Sudirman. Dengan menyajikan hanya kopi-kopi lokal asli Indonesia, Adrian, ingin terus berinovasi hingga mendapatkan tempat permanen yang nyaman untuk dijadikan tempat tongkrongan. Sampai saat itu tiba, Coffeemates perlu mengintip instagram @monocone untuk mengejar pop-up stand MONO di bazaar-bazaar gedung perkantoran ibukota.

Bagi Adrian, kehadiran MONO di lobi-lobi perkantoran tersebut merupakan strategi ‘jemput bola’ yang efektif.

“Gue mikir kita datengin orang bukan orang datengin kita,” ujarnya.

Dengan perpaduan kopi Lampung arabika dan robusta, Confee dari MONO menawarkan cara apik untuk menikmati sensasi pahit-manis yang akrab di lidah peminum kopi Indonesia. Para coffee snob mungkin dapat menahan sebentar kritiknya. Mungkin ini belum untuk kamu yang haus akan sajian kopi serius.

Bersama dengan sederet pilihan menu klasik seperti espresso & flat white, MONO hadir di Sampoerna Strategic Square sampai Jumat (3/2) minggu ini Duhai para netizen, bisa jadi Confee ini adalah the next big thing yang kamu perlu coba.

 (Liputan oleh Clarissa Eunike, Lani Eleonora, & Klara Virencia,
tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia,
suntingan oleh Klara Virencia;

Foto-foto oleh Clarissa Eunike,
suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply