Jangankan suku, ras, dan agama; selera humor manusia pun berbeda-beda. Perbedaan ini kerap menimbulkan perkara. Ini yang dialami salah satu kedai kopi di Brooklyn, Amerika Serikat, ketika digugat masyarakat akibat selera humor yang ‘tidak lucu’.

Sejak 25 Mei lalu, kedai kopi Clever Blend menuai hujan kritik usai salah satu pengunjungnya meng-upload gambar papan lambang toilet kedai ini di sosial media. Pasalnya, papan tanda itu menunjukkan gambar siluet laki-laki mengintip perempuan di bilik sebelah. Pemilik kedai Luca Tuscani dan istrinya, Nadia, berpikir papan yang dibeli Tuscani dengan harga $12.99 di eBay itu hanya sekedar lelucon. Jenis lelucon yang tidak dapat membuat pelanggannya tertawa, rupanya.

Bersamaan dengan posting foto papan lambang toilet bermasalah tersebut, akun @piersonnelle menceritakan pengalamannya. Saat ia memberitahu barista Clever Blend tentang papan lambang yang ‘mengganggu’, sang barista melengos sembari menjawab, “Terserahlah. Itu cuma papan konyol. Tidak ada yang bermaksud seksis di sini.”

Setelah  @piersonnelle menulis kritik keras di instagram dan Yelp, kecaman terhadap Clever Blend datang bertubi-tubi dan menjadi viral. Tidak mau terima begitu saja dituduh seksis di berbagai media sosial, sang pemilik kedai pun melakukan pembelaan.

“Mereka menyebutnya ‘budaya perkosaan’. Di sini, hanya ada budaya kopi,” ujar Tesconi saat diwawancara DNAinfo. “Budaya perkosaan? Jika memang kami membuka kedai kopi untuk melakukan penyiksaan,  tembak aku sekarang.”

Luca Tesconi kemudian menuliskan pembelaan panjang di akun instagram resmi Clever Blend atas alasannya memajang papan lambang toilet tersebut. Nadia, yang juga salah satu pemilik kedai ini, turut merasa serangan netizen terhadap kedainya tidak adil. Kepada DNAinfo, Nadia mengaku bahwa mereka hanya mencoba untuk membuat semua orang senang.

“Saya kesulitan mencerna ini semua,” Luca menulis di akun instagram Clever Blend pada hari yang sama (saat ini sudah dihapus—red). “Kami membeli papan lambang toilet lucu (seperti yang diiklankan Amazon dan eBay—kenapa kalian tidak menuntut Jeff Bezos sekarang?), kami malah mendapatkan berbagai versi ‘FU@% YOU’. Ditambah beberapa ulasan buruk di Yelp karena seorang ‘pelanggan berlaptop’ memutuskan untuk mengubah masalah papan lambang toilet konyol menjadi dendam pribadi, karena mungkin dia tidak suka peraturan kami soal pemakaian laptop.”

Pasangan Tuscani menganggap cercaan-cercaan itu datang karena ulah salah satu pelanggan yang marah karena dilarang menggunakan laptop. Clever Blend memang memiliki kebijakan itu saat jam-jam sibuk.

“Terlepas dari itu semua, saya sangat tersinggung atas semua postingan ganas ini dan cara orang-orang menggunakan internet untuk menghakimi orang lain yang tidak mereka kenal,” lanjut Luca.

Pada tanggal 26 Mei, DNAinfo melaporkan bahwa kedai kopi ini membuat referendum untuk menentukan nasib si papan tanda toilet. Kedai ini meminta voting para pelanggan apakah papan ini terlihat ‘konyol’ atau ‘mempromosikan kekerasan’. Malamnya, 9 dari 12 pelanggan yang memberikan suaranya merasa itu ‘hanya papan lambang konyol’.

Meski demikian, pihak Clever Blend akhirnya menyerah dan mengganti lambang toilet tersebut karena kritik masih terus berdatangan.

#royalcouple

A post shared by COFFEE THAT DOESN'T SUCK (@clever_blend) on

“Beberapa orang tersinggung, tapi kami memajang itu sama sekali tidak dengan niat menyinggung siapapun,” ungkap Tesconi pada DNAInfo. “Kami membela diri… mereka mulai menyumpahi, ‘F-you’.”

Nyatanya, menurut laporan Vice ini bukanlah satu-satunya perkara yang dihadapi Clever Blend. Sejak baru saja dibuka pada bulan April lalu, Clever Blend telah mengundang kontroversi dengan memajang peta perbudakan negara-negara bagian Amerika di balik bar.

Diberitakan oleh Vice, Tesconi kemudian mengirimkan foto penjelasan dari peta tersebut kepada Munchies, bersamaan penjelasan bahwa peta ini bermaksud untuk mengingatkan bahwa Hak Sipil warga negara  dapat terenggut kapan saja.

Tak seperti papan toilet yang ‘gugur’, peta itu masih tergantung sampai sekarang.

(Disadur dari foxnews.com, dailymail.co.uk,
munchies.vice.com, & dnainfo.com.

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Gambar-gambar disadur dari akun instagram @clever_blend,
@piersonnelle, & munchies.vice.com.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply