Memasuki tahun keduanya, kompetisi seduh manual nasional Indonesia Brewers Championship (IBrC) melesat jadi primadona di antara ketiga cabang kompetisi ICE (Indonesia Coffee Events) 2017 lainnya. Hanya dalam waktu 3 jam, pendaftaran peserta IBrC untuk penyisihan wilayah Barat (ICE 2017 Western Championships), Kamis (5/11) lalu penuh terisi. Berkebalikan dengan IBrC, cabang lomba latte art ILAC (Indonesia Latte Art Championship) justru mengalami penurunan tren peminat dibanding tahun lalu.

Menurut Ketua ICE 2017, Cindy Herlin Marta, sistem penilaian IBrC cenderung lebih sederhana. Dibandingkan dengan IBC & ILAC yang memasukkan komponen gerak-gerik barista seperti konsistensi teknik, kebersihan peralatan, tumpah/tidaknya susu dalam tabulasi skor, IBrC hanya menitikberatkan penilaian akan rasa kopi yang terbagi menjadi komponen ‘kekentalan’ (body), ‘aroma’ (aroma), ‘rasa’ (flavor), ‘keasaman’ (acidity), ‘sisa rasa’ (aftertaste), dan ‘keseimbangan’ (balance).

“Jadi ya, cuma kayak cupping,” jelas Cindy, saat ditemui Kopikini.com, Selasa (10/1) lalu. “Benar-benar dia (cabang IBrC—red) fokusnya di teknik dan rasa, hasil akhir kopinya.”

 

Ketua ICE 2017, Cindy Herlin Marta, di tengah perhelatan Eastern Championships.

Jika disandingkan dengan peserta ILAC & IBC, beban seduhan peserta IBrC juga lebih minim. Dalam waktu 10 menit, IBrC ‘hanya’ diwajibkan untuk membuat 3 gelas minuman dengan jenis yang sama. Peserta ILAC, dalam rentang waktu yang sama, harus membuat 6 cangkir latte art dengan 2 jenis gambar: designer’s latte & free pour latte. Belum lagi IBC, yang mewajibkan pesertanya untuk menyajikan 8 cangkir yang terdiri dari 2 jenis minuman (espresso & milk-based drink) di babak penyisihan regional. Lebih ngeri lagi di babak final, IBC menuntut para peserta untuk membuat 12 cangkir minuman yang terdiri dari 3 jenis (espresso, milk-based drink, & signature drink) dalam waktu 15 menit.

Meski demikian, kepiawaian peserta IBrC dalam melakukan presentasi di hadapan para juri tetap krusial. Komponen ‘deskripsi rasa’ (taste description) & ‘servis pelanggan’ (customer service) tidak luput dari tabulasi penilaian cabang IBrC. Juara nasional IBrC 2016, Ryan Wibawa dari Starbucks, saat membagikan pengalamannya dan menjuri di ajang Tanding Ninyuh Aeropress 2 pun menekankan betapa pentingnya aspek presentasi dalam meraih hati juri. Dengan bobot penilaian yang dikali 2, poin ‘presentasi’ (presentation) yang merangkum kedua komponen tersebut pun menempati proporsi besar dalam tabulasi penilaian.

Tabulasi penilaian (scoresheet) World Brewers Cup 2016 untuk babak ‘Open Service’, yang dijadikan acuan Barista Guild Indonesia untuk penilaian Indonesia Brewers Cup 2017.

Minat tinggi akan kompetisi seduh manual ini juga ditemukan pada kompetisi level daerah. Ajang kompetisi seduh manual Bandung Brewers Cup (BBrC) 2016 bulan lalu, misalnya, padat dengan 64 peserta hanya dalam waktu setengah jam. Namun rupanya tren ini masih bersifat regional. Pada babak penyisihan ICE 2017 wilayah Timur, Cindy Herlin Marta menyatakan bahwa ILAC masih jadi favorit di antara cabang-cabang lainnya.

Tren munculnya ‘homebrewers’ atau penyeduh rumahan yang mewarnai BBrC 2016 juga tidak marak di level kompetisi nasional. Pada penyisihan wilayah Timur ICE 2017, tercatat hanya 1 penyeduh rumahan yang ikut serta di antara total 12 peserta penyisihan IBrC. Untuk ajang penyisihan wilayah Barat, Cindy mengaku belum melakukan klasifikasi khusus atas peserta yang berlatar belakang penyeduh rumahan.

Dibanding wilayah Timur, penyisihan IBrC wilayah Barat lebih semarak dengan total peserta terdaftar sebanyak 48 orang. Sementara itu, slot peserta untuk ketiga cabang lomba ICE 2017 lainnya masih tersedia. Per Selasa (10/1), ICTC menjadi cabang favorit setelah IBrC dengan 28 dari 36  slot peserta terisi. Popularitas ini diikuti oleh ILAC dengan 21 dari 36 slot peserta terisi, dan IBC dengan 26 dari 48 slot peserta terisi.

Menggunakan sistem ‘siapa cepat dia dapat’, pendaftaran peserta untuk cabang IBC, ILAC, & ICTC terbuka sampai kuota peserta untuk masing-masing cabang penuh terisi. Jika kian tidak memenuhi kuota, pendaftaran akan dibuka sampai seminggu sebelum hari pertandingan ICE 2017 Western Championship, 10-12 Februari 2017 mendatang di Kuningan City, Jakarta.

(Liputan, tulisan, & suntingan oleh Klara Virencia;
foto-foto oleh Andreansyah Dimas.

Tabulasi penilaian WBrC disadur dari worldcoffeeevents.org)

(REVISI 17 Januari 2017, 14.19: jumlah minuman pada deskripsi lomba IBC.
Dari ‘6 cangkir’ di babak penyisihan menjadi ‘8 cangkir’, dan ‘9 cangkir’ di babak final menjadi ’12 cangkir’.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply