Suka latte art di minuman cappuccino, latte, atau piccolo Anda? Ve Handojo mengajak Anda belajar lebih jauh tentang menilai latte art yang baik.

Saya merangkum cara menilai latte art berdasarkan aturan dan standar penilaian yang pernah dan masih diterapkan di World Latte Art Championship, namun sambil disesuaikan juga dengan selera dan tanggapan konsumen.

Intinya, membuat latte art membutuhkan keahlian khusus, latihan yang banyak (dan menghabiskan berliter-liter susu!), konsentrasi, dan kreativitas. Latte art yang baik juga membuat senyum kita jadi tambah lebar, dan mood kita tambah positif.

Jadi, jangan pernah lalai memberikan apresiasi terhadap para latte artist di kafe-kafe! Berikan pujian, dan berikan tip!

Proporsi
Ukuran sebuah karya latte art yang baik mestinya proporsional dengan luas permukaan minuman kopi tersebut. Misalnya, latte art bermotif rosetta; maka bentuk rosetta ini tidak boleh terlalu kecil sehingga banyak area yang terkesan kosong. Jangan sampai juga motif rosetta-nya terlalu berlebihan sehingga warna putih susunya sampai menyentuh-nyentuh tepian cangkir.

img_9443-2

Dengan alasan estetika beraliran “minimalis” ada latte artist yang senang dan dengan sengaja membuat motif hati berbentuk kecil saja, dan diposisikan di tengah. Dalam panduan penjurian World Latte Art Championship hal ini tetap dipandang sebagai tampilan yang tidak proporsional atau harmonis. Namun, dalam sehari-harinya, apabila disain seperti ini membuat konsumen senang, ya sah-sah saja.

Posisi dan Orientasi
Kalau minuman yang Anda pesan disajikan dalam cangkir dengan pegangan (handle), maka pegangan itu harus diposisikan di arah jam tiga di hadapan Anda. Lalu, coba bayangkan di tengah cangkir itu ada garis melintang sejajar dengan pegangan tersebut. Inilah garis horison. Lantas, bayangkan juga di tengah garis horison itu ada garis vertikal yang benar-benar tegak lurus dengannya. Nah, jadi ada tanda “+” di benak Anda, bukan?

img_9443-2-revisi

Gambar atau motif latte art yang ada di cangkir tersebut harus berkorelasi dengan kedua garis horisontal dan vertikal tersebut. Jadi, kalau latte art-nya berbentuk hati, maka garis vertikal tadi harus membelah hati itu tepat di tengahnya.

Kalau minuman tersebut disajikan di gelas atau cangkir tanpa pegangan, maka masalah orientasi ini bisa dilupakan. Tinggal masalah posisinya saja. Apakah latte art ini letaknya tepat di tengah permukaan cangkir? Atau mungkin terlalu ke kiri, terlalu ke kanan, terlalu ke atas, atau terlalu ke bawah?

Kontras
Warna kopi dan warna susu harus kontras, terutama jika Anda memesan cappuccino atau piccolo. Dalam minuman latte volume susu memang lebih banyak sehingga cenderung warnanya tidak sekontras cappuccino atau piccolo. Selain kontrasnya perbedaan warna cokelat dan putih ini, perhatikan juga garis yang menjadi batas latte art dengan minuman kopinya. Apakah batas ini tampak tegas dan nyata sekali, atau buram (blur)?

Tentu, latte art yang baik memiliki garis batas yang tegas. Gampangnya: tampilan minuman ini menyerupai tampilan film high-definition atau bajakan?

img_9441-2

Tebal dan berkilau
Dalam teori, tebalnya lapisan susu di permukaan minuman harus setidaknya satu sentimeter. Lalu, warna putih susunya harus berkilau dan cerah. Ini tandanya susu dipanaskan dengan baik tanpa jadi rusak, dan busanya tidak jadi kering.

Sebagai tambahan, coba juga celupkan sendok pengaduk ke tepi cangkir sedalam sekitar satu sentimeter, lalu perlahan-lahan dorong ke tengah, dan angkat (bukan tarik). Lapisan busa susu yang dipanaskan dengan baik akan cukup elastis untuk perlahan-lahan bergerak kembali ke tepian cangkir, dan bukan “membeku” ke arah atas.

Makna
Ketika sebuah latte art disajikan di hadapan Anda, dapatkan Anda langsung menebak apa makna gambar itu? Apakah angsa? Apakah tulip tujuh lapis, atau sembilan lapis? Apakah gabungan dari tulip dan rosetta dan hati? Apakah kepala gajah? Kepala kuda? Kupu-kupu?

Disain latte art yang baik harus berhasil ditebak dan dikenali maknanya dalam waktu sekejap.

Kesan
Berbeda dengan “makna”, maka faktor “kesan” ini semata-mata efek yang ditimbulkan oleh latte art tersebut pada konsumen. Mungkin konsumen tidak paham apa yang hendak digambarkan oleh seorang latte artist namun disain tersebut membuatnya senang dan ingin langsung memotretnya serta memajangnya di Instagram.

Sebaliknya, mungkin seorang latte artist berusaha menggambar seekor laba-laba, dan berhasil, tapi konsumen geli melihat ada laba-laba di kopinya. Latte art harus memiliki fungsi estetis yang membuat konsumen yakin bahwa minuman ini enak dinikmati.

022711-art-coffee-main_stephenbaileydotcom

Niatnya minum kopi, tiba-tiba ingat Tuhan.

Apakah latte art yang berhasil menjamin minumannya enak?
Latte art yang baik tercipta dari espresso yang dibuat dengan baik dan susu yang dipanaskan dengan baik juga. Namun, rasa minuman tersebut tentu tergantung sepenuhnya pada tiga faktor: biji kopi apa yang dipakai, susu apa yang digunakan, dan – yang paling penting – selera pribadi setiap konsumen.

Ada latte art yang berwarna-warni. Apakah bisa diminum?
Dalam kejuaraan resmi zat pewarna makanan boleh digunakan di permukaan minuman untuk membuat latte art. Aplikasi pewarna ini biasanya dilakukan pada kategori penilaian yang bertitik berat pada nilai estetika, bukan fungsi. Di sini, seorang latte artist benar-benar diharapkan menyalurkan aspirasinya sebagai seorang seniman, bukan pembuat minuman kopi.

whatsapp-image-2016-09-27-at-9-19-27-pm

BARONG – latte art karya Restu Sadam Hasan dari Hungry Bird Coffee (Bali) di ajang Indonesia Latte Art Championship 2015.

Ya, latte art dengan zat pewarna itu bisa diminum. Namun, karena aplikasi pewarna hanya ada di permukaan, maka apabila konsumen dihidangkan latte art sedemikian ia juga bisa memilih untuk menyingkirkan pewarna tersebut dengan mudah.

Bagaimana dengan latte art tiga dimensi?
Latte art tiga dimensi dibuat dengan milk foam yang kering, dan hal ini sangat tidak dianjurkan di World Latte Art Championship. Di praktik sehari-harinya, latte art tiga dimensi lebih banyak berfungsi sebagai gimmick.

#72_chillin

Biasa, mainannya orang Jepang.

Kembali lagi ke masalah kesan yang didapat oleh konsumen; apabila konsumen senang disuguhi latte art seperti itu, dan membuatnya jadi memotret, meng-Instagram, mempromosikan kafe tersebut, maka latte art itu berhasil menjalankan fungsinya sebagai alat promosi.

Foto-foto latte-art angsa & angsa kembar diambil oleh
Inman (@sendaljepitmasjid).

Foto latte-art tengkorak diakses melalui
stephenbailey.com.

Foto latte-art tiga dimensi disadur dari
akun twitter Kazuki Yamamoto (@george_10g).

Ve Handojo

About Ve Handojo

Ve Handojo adalah seorang penulis sekaligus salah satu pendiri ABCD School of Coffee dan Ruang Seduh. Ia juga menjadi juri di berbagai kompetisi kopi. ABCD School of Coffee juga menyelenggarakan kompetisi-kompetisi kopi berskala nasional. Instagram: @vehandojo @abcd_coffee.

Leave a Reply