Udara dingin kota Bandung membuat minuman penghangat badan wajib rasanya. Secangkir kopi selalu halal jadi pilihan. Untungnya, kota bernuansa pegunungan ini tak habisnya menyimpan pojok-pojok menarik bagi mereka yang hendak beristirahat sejenak.

Ngopi Nyentrik di Pojok Cisangkuy

Dreezel Coffee, sebuah pojok ngopi di Jalan Cisangkuy boleh saja mini secara ukuran. Tidak lebih dari beberapa petak, bangunan Dreezel Coffee dulunya bekas pos satpam.

#5_dreezel

Dreezel Coffee, sebuah pojok ngopi di Jalan Cisangkuy. Foto: rubikomugglo.blogspot.com

“Yaa ini pos satpam yang coba kita lucu-lucuin,” celetuk Andre Zhafiri, pemilik Dreezel Coffee. Andre menyulap tempat ini menjadi tempat brewing open-bar. Daftar menu yang tidak terlalu banyak justru menjadi ciri khas. 

Viva Barista - Bandung-217 (1)

Andre Zhafiri, penggagas Dreezel Coffee.

Cita-cita Andre sederhana, yakni agar pelanggan bisa datang setiap hari karena memang ‘butuh kopi’. Espresso yang diseduh manual menjadi andalan Andre menarik pelanggan. Selain dari tempat duduk di sekeliling bar, Dreezel juga menyediakan beberapa tempat duduk di lahan kosong di sampingnya. Konsep garden ini, Andre mengaku, tipis bedanya dengan konsep misbar.

“Kelemahannya, kita misbar nih. Tapi kalau nggak hujan, waduh.” Pengunjung Dreezel silih berganti tak henti-henti.

Viva Barista - Bandung-48 Viva Barista - Bandung-42 (1)Rumah Kopi Di Tengah Hutan

Tapi belum ke Bandung namanya kalau belum ngopi di atas bukit. Buat misi ini, Armor Kopi adalah tempat yang ciamik.

Terletak di wilayah Taman Hutan Raya Ir H. Juanda, Dago, Armor Kopi menjamin sensasi ngopi di antara pepohonan sembari ditemani kopi dari seluruh penjuru nusantara. Jatuh cinta pemilik Armor Kopi, Frans Willy, pada kopi lokal bermula dari pameran kopi di Oslo, Norwegia.

Jauh-jauh ke Skandinavia, ia tidak menyangka akan bertemu kopi asal Sumatera, Danau Laut Tawar, yang namanya belum pernah ia dengar sebelumnya. Sejak saat itu, “I dream only Indonesian coffee,” sabda Frans Willy.

Viva Barista - Bandung-3 (1) (1) Armor Kopi berkomitmen untuk menyajikan hanya kopi lokal. Setidaknya 70 varian kopi nusantara terpampang di Armor Kopi.

“Varian kopi lokal kita sangat eksotis dan luar biasa. Kenapa nggak kita gali sendiri?” Jiwa barista Aga tergelitik. Ia gatal ingin bereksperimen dengan koleksi Armor Kopi, dan disambut hangat oleh Frans Willy.

Viva Barista - Bandung-125 (1) Berlatarkan udara sejuk pegunungan, kami dimanjakan kopi lintong beraroma rempah racikan Aga, hanyut dalam percakapan tentang kopi nusantara yang tak ada habisnya. Viva Barista - Bandung-135 Viva Barista - Bandung-112

Disadur dari Viva Barista (Annisa ‘Abazh’ Amalia, Gianni Fajri,
Handoko Hendroyono, & tim Maji Piktura)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply