Bukan untuk gaya, Coffeemates, tapi demi kesehatanmu sebagai barista.

Jika kamu termasuk barisan barista yang menghabiskan waktu enam hingga delapan jam di balik bar untuk memenuhi asupan kafein manusia lain, kamu harus mulai memperhatikan kesehatan kakimu. Pasalnya, bagi barista, roaster, dan para profesional di industri kopi yang hampir seluruh aktivitasnya dilakukan sembari berdiri berlama-lama, kesehatan kaki sangat penting demi ritme kerja yang stabil.

“Berdiri dalam waktu yang lama dapat menyebabkan masalah spesifik pada muskuloskeletal, terutama ketegangan,” papar Dr. Susan Choe, seorang podiatris atau ahli penyakit kaki. Gangguan pada muskuloskeletal adalah gangguan fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon serta tulang belakang.

“Saya sudah melihat banyak orang mengalami tendonitis, nyeri, dan sakit hanya karena mereka kurang bergerak,” ujar Dr. Choe. “ Hal paling penting yang harus diperhatikan adalah jenis sepatu yang kamu pakai saat bekerja. Kedua, jangan pernah abaikan gejala-gejala yang muncul.”

Dr. Choe merekomendasikan untuk mencari sepatu yang sudah lolos ‘uji tekuk’. Semakin kaku sepatu ketika ditekuk, semakin bagus.

“Jika aktivitasmu terlalu banyak berdiri, kamu akan butuh sepatu yang mendekati bakiak—sangat kokoh dan menyokong di bagian bawahnya,”saran Dr. Choe.

Kompetisi hanyalah miniatur dari rutinitas barista sehari-hari.

Jagalah Kaki

Apa yang dapat kamu lakukan untuk menghindari sakit dan nyeri kaki? Dr. Choe menyarankan untuk melakukan peregangan tiap sejam sekali.

“Berdiri dan membungkuklah ke depan. Coba sentuh jempol kakimu sambil membungkuk, atau lakukan gerakan mendorong tembok sambil berdiri, dan lakukan peregangan betis,” usul Dr. Choe. “Teruslah bergerak saat kamu bekerja.”

Sebagai tambahan latihan peregangan, Dr. Choe menyarankan untuk melakukan olahraga untuk meningkatkan stamina tubuh secara keseluruhan, melakukan pijat jaringan dalam secara berkala, dan sebisa mungkin berdiri dengan postur yang baik.

“Saya penggemar berat latihan otot inti. Jika kamu memiliki otot inti yang kuat, kamu akan berdiri lebih baik dan punya cara berjalan yang lebih baik pula.” 

Hal kedua yang paling sering ditemui Dr. Choe pada pasien-pasien yang berdiri dalam waktu lama saat bekerja adalah masalah kulit. Lantaran mengenakan sepatu setiap saat, mereka berisiko terkena infeksi jamur. Menurut Dr. Choe, ini bisa terjadi saat ‘jam kerja yang panjang, hingga kamu berkeringat dan kakimu tidak punya kesempatan untuk bernapas.’

Seorang barista dari Seattle, Meliza Chairez, pada masa awalnya bekerja sempat menggunakan sepatu murah meriah tahan air. Alhasil, dari berdiri seharian, keringat kaki Chairez menumpuk dalam sepatunya.

Masih banyak yang harus dipikirkan selain dari sepatu yang lembab dan nggak nyaman.

“Idealnya, barista harus memiliki dua atau tiga pasang sepatu untuk bekerja,” ujar Dr. Choe. Untuk orang-orang yang cenderung terus berkeringat, usahakan untuk mengganti kaos kaki saat istirahat, gunakan bedak bayi, atau carilah kaus kaki anti lembab.

Tempat bekerja Chairez punya etika berpakaian yang sangat spesifik.

“Aku disuruh pakai sepatu bos: hitam, coklat atau abu-abu,” ujar Chairez, sambil menambahkan sepatunya harus berbahan kulit.

Chairez lalu menyadari, menggunakan sepatu bot justru sangat membantunya bekerja. Selain mudah dibersihkan jika ketumpahan susu atau kopi, sepaatu bot berbahan kulit membuat Chairez merasa lebih nyaman untuk bergerak.

“Saat bekerja, aku nggak bakal malu kalau sepatunya banyak bercak susu. Bahan kulit bikin sepatunya gampang banget dibersihin,” Chairez menambahkan.

Dr. Choe pun menekankan pentingnya mencegah daripada mengobati. “Saran saya untuk para barista yang tidak memiliki asuransi kesehatan: Lakukan yang terbaik untuk mencegah masalah kesehatan,” ujarnya.

Jadi, Coffeemates, saat sedang jam istirahat ingatlah untuk melakukan peregangan-peregangan ringan. Ya, sebelum melihat-lihat sosial media. Sayangi dan jagalah kaki.

(Disadur dari sprudge.com & hellosehat.com.

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply