mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-4

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-5

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-3

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-1

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-2

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juri-regina-tay-2

Minggu (27/11) kemarin, sebanyak 32 barista hawa yang berasal dari daerah Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta meramaikan Kopimana 27 demi menyabet gelar juara MIKARIKA. Di lomba menyeduh khusus wanita dan alat seduh Kalita Wave pertama di Indonesia ini, Carissa yang sehari-harinya menjadi barista di Tanamera Pantai Indah Kapuk keluar sebagai pemenang.

Carissa mengaku, kompetisi MIKARIKA ini merupakan yang pertama baginya. Sama sekali tak berharap untuk menang, Carissa berhasil memukau jajaran juri dengan seduhan kopi Panama Finca Santa Teresa-nya yang ‘sangat seimbang’ (balanced).

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-carissa-4

Carissa, barista asal Tanamera PIK, saat babak semifinal kompetisi seduh MIKARIKA, Minggu (27/11).

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-carissa-5

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juri-regina-tay-mira-yudhawati-resianri-triane-2

Jajaran juri kompetisi seduh MIKARIKA, para hawa di industri kopi. Kiri ke kanan: Regina Tay (juara Singapore Barista Championship 2016), Mira Yudhawati (Certified World Barista Championship “Sensory” Judge), & Resianri Triane (Instruktur Kelas Q-Grader).

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juri-regina-tay-mira-yudhawati-resianri-triane-3

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juri-regina-tay-mira-yudhawati-resianri-triane-4

Bagi Regina Tay, juara Singapore Barista Championship 2016 yang menjadi juri di ajang MIKARIKA, kopi Carissa sangat ‘penuh dengan nuansa buah tropis’.

Also a really balanced cup, with a bit of peach acidity. A little bit of  light red apple sweetness (secangkir kopi yang sangat seimbang, dengan sedikit asam buah peach dan sedikit manis apel merah—red),” papar Regina, yang juga merupakan Head Roaster Common Grounds. “Towards the end, it tastes of papaya. So it was completely balanced. (Di akhirnya, ada rasa pepaya. Sangat seimbang.—red)”

Menjuri bersama Mira Yudhawati & Resianri Triane dari Caswell, Regina Tay mengaku ini baru kali pertama ia melihat ajang kompetisi barista yang khusus mengangkat perempuan, mulai dari jajaran peserta sampai dewan jurinya.

Baik di kesehariannya sebagai barista di Singapura, maupun di sela-sela kunjungannya ke Jakarta, Regina Tay mengamati bahwa barista perempuan kini sudah bukan pemandangan langka. Menurut Regina Tay sendiri, 5 tahun belakangan ini kaum perempuan sudah menyeimbangi laki-laki di jajaran profesional industri kopi.

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juri-regina-tay-1

Regina Tay, salah satu juri kompetisi seduh MIKARIKA, sehari-harinya memanggang kopi sebagai Head Roaster Common Grounds.

Belum ada data resmi jumlah kaum hawa ada di belantika profesional kopi. Berdasarkan pengamatan selintas ketua penyelenggara MIKARIKA, Johni D’Roadrunner, perbandingan antara barista perempuan dan laki-laki di Indonesia kasarnya sekitar 30-70. Di samping lebih sedikit secara jumlah, kaum hawa juga jarang terlihat di panggung kompetisi.

“Jadi, tiap ada event mungkin, yang nasional ataupun kompetisi kecil, paling banyak masih di bawah 10,” papar Johni. “Dan itu sebenarnya, yang punya bakat-bakat menyeduh tuh banyak.”

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-johni-d-roadrunner-iwan-setiawan-2

Johni D’Roadrunner, ketua penyelenggara kompetisi seduh MIKARIKA.

Johni merunut, pemenang pertama ajang Indonesia Barista Championship di tahun 2007 sendiri merupakan perempuan. Inilah yang menggerakkan Johni untuk menyelenggarakan MIKARIKA. Selain untuk memberi panggung kepada kaum hawa, Johni juga meyakini bahwa perempuan punya kecenderungan untuk lebih teliti dalam melakukan penyeduhan.

Saat membuka pendaftaran, Johni mengaku terkejut mendapati 32 orang peserta dalam waktu setengah hari.

“Perkiraan gua tuh sekitar 20-20an lah. Kalau masih publik, cowo cewe, ya wajar gitu sejam dua jam penuh,” ujar Johni D’Roadrunner. “Padahal waktu itu kita belum sebut hadiah.”

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-shinta-permata

Juara Harapan I kompetisi seduh MIKARIKA, Shinta Permata.

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-farah-aisha-1

Juara III kompetisi seduh MIKARIKA., Farah Aisha.

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-nanda-putri-1

Juara II kompetisi menyeduh MIKARIKA, Nanda Putri (kanan), menerima hadiah Dripper Kalita dari Regina Tay (kiri).

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-carissa-1

Juara I kompetisi menyeduh MIKARIKA, Carissa.

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-juara-carissa-2

Carissa (kanan) menerima penggiling kopi (grinder) Rancillio Rocky Doserless sebagai hadiah utama, dari Mira Yudhawati (kiri).

Ajang kompetisi MIKARIKA ini, Johni berencana, akan dibuat menjadi kompetisi rutin tahunan yang menggunakan sistem piala bergilir. Ke depannya, Johni juga berniat memboyong kompetisi MIKARIKA ini ke kota-kota di luar Jakarta demi menjangkau barista-barista hawa di berbagai pelosok nusantara.

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-8

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-6

mikarika-kopimana27-kompetisi-seduh-khusus-wanita-7

(Liputan, tulisan, & suntingan oleh Klara Virencia;

foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply