Terletak di jalur strategis Jalan Ampera yang menghubungkan wilayah perkantoran TB Simatupang dan daerah nongkrong Kemang yang padat lalu lintas dari pagi hingga malam, wajar saja kedai Caswell’s Jakarta menjadi tempat singgah berbagai kalangan. Namun di kala para pekerja ingin mencari tempat melepas penat selepas jam kantor, Caswell’s malah tengah bersiap tutup kedai.

Ya, kedai kopi Caswell’s tak buka sampai malam.
Menjawab kebingungan warga, Ajeng Puspita selaku Marketing Communication Caswell’s pun dengan senang hati memberi penjelasan.

“Memang konsep kami di sini bukan coffee shop. [Kedai kopinya—red] hanya sebagai showcase aja,” jelas Ajeng, saat ditemui kopikini Rabu (28/3) lalu. ”Kami ingin men-display apa yang menjadi bisnis kami sesungguhnya.”

Ajeng Puspita, Marketing Communication Caswell’s Coffee.

Bar kopi Caswell’s boleh jadi terletak di tengah ruangan. Namun tatkala Coffeemates berkunjung ke sana, Coffeemates akan langsung melihat ruangan roasting kopi di sebelah kanan, ruang kelas di sebelah kiri, serta jejeran biji kopi lokal maupun luar negeri berjejer dalam rak-rak yang berjajar menuntun Coffeemates ke arah bar kopi.

Menyediakan kopi dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari luar negeri, Caswell’s memang mulanya diniatkan hanya sebagai toko kopi. Biji kopi, mesin kopi espresso, alat giling biji kopi hingga dispenser air pun terjaja di sini.

Demi menyambut kebutuhan para pengunjung yang senang duduk santai sambil ngopi-ngopi, akhirnya Caswell’s pun menggelar area khusus untuk menikmati seduhan kopi dan roti sandwich khas Caswell’s.

Ruang roasting Caswell’s. Setiap harinya, jika Coffeemates mampir ke Caswell’s pukul 10 pagi, akan tercium harum biji kopi yang baru selesai dipanggang.

Ruang kelas bersertifikasi SCAA di Caswell’s.

“Orang-orang juga bisa liat kopi-kopi apa aja yang kita jual. Dan kami juga jualnya kan secara wholesales, jadi orang-orang bisa beli dalam jumlah yang cukup besar,” jelas Ajeng. “Orang-orang bisa cobain, pilih-pilih sendiri dan bisa sambil duduk-duduk, ngopi-ngopi.”

Sebagai toko kopi yang tidak sengaja berubah menjadi kedai kopi, Caswell’s hanya buka sampai jam 7 malam.

Ngopi Sambil Ngilmu

Dinobatkan sebagai SCA Campus oleh SCAA pada tahun 2015, Caswell’s menjadi kedai kopi yang tepat untuk menimba ilmu. Kelas barista dasar, cupping, Q-Introduction, maupun Q-Grader tersedia bagi siapapun yang tertarik untuk memahami kopi lebih dalam.

Memegang sertifikasi dari SCAA, Caswell’s menjamin kredibilitas pengajar dan materi yang akan diberikan oleh peserta yang ingin ikut serta dalam kelas basic  maupun intermediate. Kelas basic meliputi kelas barista dasar, kelas cupping, dan kelas Q-Introduction. Sementara itu, kelas Q-Grader masuk dalam tahapan intermediate.

“Nah, kalo yang intermediate, yang kami berikan syarat mungkin sebelumnya sudah harus pernah cupping, mereka bukan beginner, gitu ya,” ujar Ajeng yang kemudian menjelaskan bahwa pihak Caswell’s tidak menyarankan siapapun yang tidak pernah punya pengalaman cupping untuk langsung mengambil kelas Q-Grader.

Jika Coffeemates tertarik untuk menyelami kopi lebih jauh lagi, mungkin Coffeemates bisa melipir segera ketika senggang ke Caswell’s Coffee, ataupun mengirim DM Instagram ke akun @caswellscoffee Pasalnya, ragam kelas yang tersedia seringkali cepat penuh.

Untuk kelas cupping dan kelas barista dasar, Caswell mengadakannya dua kali dalam sebulan. Q-Introduction sendiri lebih jarang, yakni hanya sekali dalam dua sampai tiga bulan. Sementara untuk sertifikasi Q-Grader sendiri hanya diadakan setahun sekali.

Taman Hijau Luas Ramah Binatang Peliharaan

Jika Coffeemates sempat mampir ke kedai ini, mungkin kamu akan sering melihat pemandangan anjing-anjing lucu berlari-larian di halaman sampingnya. Di akhir pekan, kebanyakan pengunjung adalah keluarga yang membawa peliharaannya ikut serta untuk bermain di halaman luas Caswell’s Coffee.

“Bisa dibilang anjing itu udah bagian dari keluarga, gitu. Ketika mereka dateng ke sini sama keluarganya, anaknya, omanya, opanya, anjing ini juga sebenarnya bisa ikut. Bisa dibawa, gitu,” jelas Ajeng tentang lahan besar di samping kedai kopi yang dibiarkan kosong.

Tetap saja, Ajeng berpesan, anjing-anjing yang dibawa perlu diawasi. Dog area yang terletak tepat di samping jejeran kursi luar ruangan Caswell’s ini punya aturannya sendiri, dan setiap pengunjung yang membawa anjing perlu menaati peraturan ini. Dengan luas yang sebanding dengan wilayah bangunan kedai Caswell’s sendiri, area hijau ini pun jadi taman bermain yang menyenangkan bagi para anjing.

“Kami pikir sayang sekali gitu lho, area hijaunya tuh harus digantikan dengan bangunan, gitu,” ujar Ajeng. “Dan kami cuma pengen mempertahankan kehijauan area ini di tengah-tengah hiruk pikuknya Jakarta.”

Dengan harga kopi yang terjangkau untuk kedai kopi sekelasnya, Caswell’s Coffee Ampera pun menjadi tempat singgah yang nyaman bagi siapapun yang ingin menikmati kopi berkualitas, belajar dan merindukan ruang hijau di Jakarta.

(Liputan oleh Andreansyah Dimas;
tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply