Yang muda, yang bermimpi.

Lahir dari mimpi trio anak muda, Coffeesmith mendapat nama dari para pendiri yang bercita-cita menjadi ahli kopi. Belum sampai dua tahun lalu, Rendy Mahesa, Cindy Herlin Marta, dan Muhammad Aga mulai menjalankan kedai kopi sendiri yang sudah mereka dambakan sejak jauh-jauh hari. Masing-masing dari mereka pun sudah mencicipi panggung kompetisi.

Cindy Herlin Marta dengan pengalaman tanding di indonesia Cup Tasters Championship (ICTC), Muhammad Aga dengan gelar Juara II Indonesia Barista Championships (IBC) 2014, dan Rendy Mahesa yang masih dalam perjalanan meraih gelar Indonesia Barista Championships (IBC) 2017 April nanti.
Ketiganya belia, berbakat, penuh ambisi.

Juga, caur ternyata.

Trio tukang kopi Coffeesmith. Kiri ke kanan: Rendy Mahesa, Cindy Herlin Marta, & Muhammad Aga.

“Belom kenal nama, kita,” celetuk Aga, saat menceritakan awal mula pertemuan mereka. Saat itu, Rendy & Cindy tak lebih dari pelanggan reguler di kedai kopi lama tempat Aga bekerja.

“Eh, udah kenal belom sih?”

“Siapa mau kenal nama lo?” samber Cindy.

“Oh iya, ya,” Aga tak berdaya.

Rendy Mahesa dengan baik hati menengahi.

“Waktu itu, kita inget rasa.”

Aga menimpali, ”Kita lupa nama, tapi inget rasa.”

Satu hal yang pasti, ketiganya gemar kopi. Suatu hari, Cindy meminta saran Aga untuk menghadiahi Rendy yang tengah getol-getolnya menikmati kopi. Dari situlah mereka bertukar nama, dan semuanya bermula.

Haus akan ilmu kopi, ketiganya berpencar mencari pengalaman di kedai kopi yang berbeda-beda. Selang dua tahun, barulah mereka bertemu kembali di pojok Duren Tiga tempat Coffeesmith berdiri kini.

Menganut sekte spesialti, Coffeesmith tak tanggung-tanggung soal biji kopi dan memilih langsung berhubungan dengan petani. Secara berkala, mereka bertiga main-main ke kebun kopi. Dari sekian banyak kebun kopi yang mereka kunjungi, Wahyu di Malang meninggalkan kesan yang paling membekas.

“Zaman sekarang siapa sih yang mau, udah S1 terus mau jadi petani. Nah beliau ini mau, dan dia mau banget belajar,” ujar Cindy. “Bahkan, buat ngobrol sama kita tuh mau dan dia open minded banget.”

Tak hanya bersedia berbagi ilmu yang ia punya di tentang hulu industri kopi, Wahyu turut menerima cerita yang trio ini bawa dari balik meja bar. Tak memandang usia, Wahyu sebagai petani dengan telinga terbuka menanggapi masukan tentang biji kopi yang ia tanam dan Rendy, Cindy, & Aga pakai di kedai kopi mereka.

“Bisa aja kan petani, kita mau nyamperin, kita mau kasih masukan, dia kayak ‘siapa sih nih? Tiga anak muda ini? Emang ngerti apa mereka?’,” jelas Rendy, disambut anggukan Aga. “Nah, si Mas Wahyu itu bukan orang yang kayak gitu sama sekali.

Alhasil, lahirlah kopi ‘Java Srikandi’. Tumbuh dari kebun Wahyu di lereng gunung Arjuna, kopi Java Srikandi menemukan rumahnya di Coffeesmith. Baik Aga maupun Rendy pernah membawa kopi ini ke panggung kompetisi IBC & IBrC.

Ya, kopi yang jadi karya bersama ini dapat Coffeemates nikmati dari waktu ke waktu di Coffeesmith. Namun, Coffeemates nampaknya perlu senantiasa siaga menanti kopi yang datangnya setahun sekali ini. Khas Coffeesmith, kopi Java Srikandi ini banyak yang mengantri dan—gawatnya—hanya datang dalam batch kecil.

Srikandi Natural are now on the shelf..We only got a little amount of it, so be hurry

A post shared by Coffeesmith Jakarta (@coffeesmithjkt) on

Sembari menanti Java Srikandi, Coffeemates dapat singgah ke bengkel para ahli kopi ini yang—sama halnya dengan biji kopi yang mereka perhatikan hingga ke detail terkecil—dibuat dengan tangan sendiri. Jika Coffeemates iseng meng-scroll timeline instagram mereka hingga ke dasar, akan tampak mereka bertiga yang tengah mengecat dinding-dinding kedai yang akan jadi Coffeesmith.

Kental bernuansa industrial yang lengkap dengan sentuhan dinding abu-abu ‘telanjang’, Coffeesmith memberikan pengalaman minum kopi langsung di bengkel trio tukang kopi. Bengkel sekumpulan tukang, yang punya mimpi tinggi.

Psst, Coffeemates!

Kalian yang ada di Jogjakarta juga dapat menikmati racikan kopi para tukang kopi ini. Desember 2016 lalu, YATS Colony menggandeng Coffeesmith untuk menyajikan kopi bagi restoran hotel butik di Jalan Patangpuluhan tersebut. Meski trio ini tidak hadir untuk menyajikan langsung secangkir kopi untuk kalian, Cindy berjanji bahwa bar Coffeesmith di YATS Colony hadir dengan menu yang sama persis dengan Coffeesmith Jakarta.

See you soon folks!

A post shared by Coffeesmith Jakarta (@coffeesmithjkt) on

(Liputan oleh Klara Virencia & Andreansyah Dimas;
tulisan & suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply