Selang seminggu setelah Barista Guild of Indonesia (BGI) mencari juri untuk ajang kompetisi barista nasional di Indonesia Coffee Events (ICE) 2017, lowongan ini sudah hampir tuntas terisi. Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta mengungkap, semula BGI berniat mencari juri sampai minggu terakhir November 2017. Namun tampaknya, ia menambahkan, lowongan itu akan tutup sebentar lagi.

Berdasarkan perbincangan Kopikini.com pada Jumat (11/11), Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta memaparkan bahwa ICE masih menerima slot 30 orang juri untuk babak penyisihan ICE 2017 wilayah Barat & Timur.

coffee-judge-juri-ice-bgi-1

“Masih butuh 20-an untuk Bali,” ujarnya Cindy, merujuk pada babak penyisihan ICE 2017 wilayah Timur, 2-4 Desember 2016 esok di Bali.  Sementara itu, penyisihan ICE 2017 wilayah Barat akan terselenggara di Jakarta, Januari 2017. Puncaknya, final ICE 2017 akan berlangsung April 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Di samping memikat para pencicip rasa kopi (Q-grader) yang paham betul cara menilai kualitas secangkir kopi, Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta  juga mengundang para penikmat kopi specialty untuk turut menjuri.

“Untuk para penikmat kopi specialty,” ujar Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta, saat ditanya mengenai sasaran dari ‘lowongan juri’ yang tersiar lewat akun BGI (@baristaguild.id) tersebut. “Karena semua kompetitor di sana pastinya (pakai—red) kopi specialty buat bertanding.

bgi-cindy-ketua-ice-2017-anomali-menteng

Cindy Herlin Marta, Ketua Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 sekaligus Sekretaris Barista Guild of Indonesia (BGI).

Sistem perekrutan juri yang ‘terbuka’ ini merupakan inovasi baru dari BGI untuk ICE 2017. Menurut Cindy, sistem seleksi juri pada ajang ICE yang lalu-lalu cenderung ‘misterius’.

“Orang-orang yang kompetisi nggak tahu jurinya,” ungkap Cindy. “(Tahun—red) ini kita buka peluang buat semua yang ingin jadi juri. Tapi tetap harus tersertifikasi dan ikut workshop-nya.”

Bina Juri Kualitas Dunia

Sistem seleksi ini merupakan cara BGI untuk menerapkan standar juri kopi level dunia. Marketing ICE 2017 Ve Handojo menjelaskan, para juri di kompetisi tingkat dunia lazimnya mampu mempertanggungjawabkan hasil penilaiannya.

Nggak cuma berhenti di ‘beri skor‘,” papar Ve Handojo, yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas BGI. “Saat nanti peserta bertanya, ‘kok saya nggak masuk final‘, itu juri harus bisa jawab.”

bgi-ve-handojo-ice-2017-anomali-menteng

Ve Handojo, Marketing ICE 2017 sekaligus anggota Dewan Pengawas BGI.

Di ICE 2017, sekiranya jawaban juri tidak memuaskan, barista berhak mengajukan ‘veto’ keberatan dan minta tampil ulang.

Untuk menjamin kualitas juri, BGI mewajibkan tes sertifikasi dan kelas pelatihan bagi para juri terpilih. Juri-juri baru dikenakan biaya tes sertifikasi dan kelas pelatihan sebesar Rp 2.000.000,- untuk 3 (tiga) jenis kompetisi, atau Rp 1.000.000,- untuk 1 (satu) jenis kompetisi.

Sementara itu, calon juri yang sudah pernah menjuri minimal 2 (dua) kali dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir di ajang kompetisi skala nasional yang terlisensi World Coffee Events (WCE) akan dibebaskan dari biaya tes dan kelas. Namun, standarisasi tetap berlaku.

“Meski saya pernah juri di mana-mana, tapi saya tetap perlu ikut ujian lagi,” papar Ve Handojo, mencontohkan dirinya yang pernah beberapa kali menjadi juri baik di ajang kompetisi nasional maupun throwdown. Tidak ada pengecualian. “(Kalau—red) ’lidah lu udah ngaco‘, udah.”

Menurut Ve Handojo, standarisasi juri yang ketat ini merupakan bentuk apresiasi bagi para barista yang berkompetisi.

“Karena barista-barista ini datang dari berbagai kota. Mereka latihan dengan serius, spend waktu, spend uang,” papar Ve Handojo. “Kita (berusaha—red), bagaimana caranya apresiasi usaha mereka dengan penjurian yang sangat-sangat objektif.”

Ia mengilustrasikan, setidak-tidaknya butuh 21 orang juri untuk satu jenis kompetisi. ICE 2017 sendiri terdiri dari empat jenis kompetisi: Indonesia Barista Championship (IBC), Indonesia Brewers Championship (IBRC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), dan Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC). Dari keempat ajang tersebut, hanya ICTC yang tidak membutuhkan juri.

Incar Tembus Sepuluh Besar Dunia

Untuk pertama kalinya, ajang ICE yang berada di bawah naungan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) ditangani oleh BGI. Sejak tahun 2009, SCAI memegang lisensi resmi dari World Coffee Events (WCE) untuk menyelenggarakan ICE. Tahun ini, ICE yang ke-3 ini mengusung tema “Best For The World”.

bgi-ice-2017-anomali-menteng-coffee-judge-2

Konferensi pers ICE 2017 di Anomali Menteng, Rabu (9/11). Kiri ke kanan: Ogi Wicaksana (pemandu acara), Mira Yudhawati (Dewan Pengawas BGI), Ve Handojo (Dewan Pengawas BGI), Cindy Herlin Marta (Ketua ICE 2017), Irvan Halim (Dewan Pengawas BGI), & Muhammad Aga (Wakil Ketua II BGI).

Tidak tanggung-tanggung, BGI menargetkan posisi 10 besar di level dunia untuk para barista pemenang ICE. Masing-masing juara IBRC, ILAC, & ICTC akan dipersiapkan untuk bertanding di ajang World Coffee Events di Hungaria, Juni 2017. Sementara itu, juara IBC 2017 akan ditempa untuk mewakili Indonesia di ajang kompetisi barista paling prestisius, World Barista Championship (WBC) di Korea Selatan, November 2017.

Saat konferensi pers ICE 2017 di Anomali Coffee, Rabu (9/11) lalu, BGI hadir menjelaskan pentingnya memacu kualitas barista lewat ajang ICE 2017. Irvan Helmi, selaku anggota Dewan Pengawas BGI, memaparkan peran besar barista sebagai ‘ujung tombak’ industri kopi.

“Kopi itu bisa jadi enak, bisa jadi nggak enak, role paling tingginya bisa dibilang ada di barista,” ujar Irvan Helmi, membuka konferensi pers dengan latar belakang berdirinya BGI. “Misal, kopi yang enak banget, di-roasting-nya sudah sangat sempurna. Begitu baristanya nggak bisa mengolahnya, susah.”

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Coffee Events 2017 dapat dilihat melalui laman ini,
dan akun instagram resmi Barista Guild of Indonesia (@baristaguild.id).

bgi-ice-2017-anomali-menteng

(Liputan, tulisan, & suntingan oleh Klara Virencia;
Foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply