Coffeemates, setelah kita berkenalan dengan Mellita Bentz sang penemu filter kopi, kini tim kopikini.com akan memperkenalkan sosok yang akan mengiringi lamunanmu tatkala minum kopi. Jika kamu akrab dengan dengan pola ‘rosetta’ dalam gelas latte-mu, maka mari kita mengakrabkan diri dengan si empunya nama.

Ada beberapa selentingan tentang sesosok diva tersembunyi dalam sejarah musik rock n’ roll, yang namanya turut jadi inspirasi untuk pola ‘rosetta’ dalam gelas latte-mu. Rosetta Tharpe, namanya.

Rosetta Tharpe adalah pelopor musik gospel, penulis lagu, penyanyi, pemain gitar dan artis rekaman yang populer di era 1930 hingga 1940-an. Rosetta dikenal karena memadukan lirik spiritual dan iringan musik rock ‘n’ roll. Rosetta menjadi musisi gospel pertama dan juga dikenal sebagai ‘original soul sister’ dalam industri musik kala itu.

Dedengkot Musisi Rock ‘n’ Roll Wanita

Lahir sebagai Rosetta Nubin di Cotton Plant, Arkansas, ibunya, Katie Bell Nubin adalah orang pertama yang mengenalkannya dengan musik gospel. Katie Bell sendiri adalah seorang penyanyi, pengkotbah sekaligus pemain mandolin di gereja Church In Christ. Dipercaya sebagai anak yang sangat berbakat dan berangkat dari penyanyi gereja, Rosetta lantas menjadi salah satu penyanyi gospel terbaik pada masanya.

Setelah pindah ke Chicago bersama ibunya, karir Rosetta dalam dunia musik gospel pun semakin terbuka. Pada usia 19 tahun, Rosetta menikahi anggota majelis bernama Thomas A. Thorpe pada tahun 1934, namun pernikahannya tidak bertahan lama. Meski telah bercerai, Rosetta tetap mempertahankan nama belakangnya sebagai nama panggung, lantas merubahnya sedikit dari “Thorpe” menjadi “Tharpe”.

Setelah menandatangani kontrak rekaman dengan Decca Records, Tharpe pun mengeluarkan single yang segera menjadi hits. Rosetta menyanyikan lagu Thomas Dorsey berjudul “This Train” dengan versinya sendiri, yang kemudian diberi judul “Hide Me In Thy Bosom”. Versi baru lagu ini lantas mematenkan karirnya di dunia musik. Single pertamanya ini lalu membawanya mengadakan konser di Carnegie Hall di mana Rosetta tampil di depan penonton kulit putih.

Hingga kemudian, lagu berikutnya yang berjudul “Strange Things Happening Every Day” menjadi lompatan karir yang serius bagi Rosetta. Lagu ini menjadi lagu gospel pertama yang masuk dalam daftar Billboard R&B dan mencapai peringkat ke-2.

Pada tahun 1951 nama Rosetta semakin melambung, sampai-sampai 25.000 orang rela membayar untuk menyaksikan pernikahan ketiganya dengan Russel Morrison di Griffith Stadium, Washington, D.C.

Setelah memutuskan untuk hijrah ke musik blues, Rosetta pun melakukan pertunjukan musik keliling Eropa bersama musisi blues lainnya seperti Muddy Waters dan Otis Spann. Dikenal sebagai musisi yang produktif dan konsisten, karir Rosetta dihentikan oleh penyakit stroke pada tahun 1970. Pada usia 58 tahun, Rosetta menutup usia di Philadelphia di tahun 1973.

Terkenal Namun Tak Dikenal

Ketika nama-nama seperti Chuck Berry, Muddy Waters, Elvis Presley, Little Richard dan Jerry Lee Lewis selalu disebut dan dikaitkan dengan musik rock ‘n’ roll, nama Rosetta Tharpe kerap absen dalam daftar nama yang diperbincangkan.

Sebagai wanita kulit hitam yang memainkan alat musik dalam genre yang didominasi oleh laki-laki, namanya kerap tenggelam dalam media. Dengan statusnya sebagai figur penting dalam dunia musik, beberapa percaya namanya sengaja tidak pernah disebut atas sebab “pemutihan” dunia rock. Dominasi oleh kalangan kulit putih dan sebagian besar laki-laki di dunia rock dan blues dipercaya memiliki andil dalam hal ini.

Meski demikian, Rosetta Tharpe telah membuka jalan bagi tak terhitung musisi wanita di industri musik rock ‘n’ roll maupun di industri musik secara keseluruhan. Tak hanya berjasa bagi musisi wanita, Rosetta pun membuka jalan bagi laki-laki yang ingin berkarir dengan memainkan jenis musik ini. Baik kulit hitam maupun kulit putih.

Walaupun namanya jarang terdengar di telinga masyarakat umum, Rosetta Tharpe memiliki posisinya sendiri di hati banyak musisi lainnya. Sebut saja Little Richard, Tina Turner, dan Johnny Cash. Mereka mengaku Rosetta Tharpe adalah sumber inspirasi bagi mereka. Gaya Rosetta dalam bermain gitar listrik kemudian menginspirasi istilah “lead guitar” atau solo gitar, dan menjadi acuan dalam Chicago Blues dan era awal musik rock ‘n’ roll.

Meski beberapa tahun terakhir muncul dokumenter dan artikel mengenai Rosetta sebagai figur penting dalam industri musik di abad ke-20, namun tidak pernah dibahas tentang pengaruhnya dalam mengilhami karya sejumlah musisi dunia.

Dipercaya sebagai pionir sekaligus seorang jenius musik, kebesaran nama Rosetta Tharpe bisa jadi tak ada kaitannya sama sekali dengan motif ‘rosetta’ yang populer di Seattle 30 tahun setelah kematiannya.

Alih-alih Rosetta, nama David Schamer lah yang kemudian mencuat namanya sebagai pencipta motif ‘rosetta’. Motif hati berlapis yang ia lukis lantas menjadi ciri khas kedai kopi Schomer’s Espresso Vivace per tahun 1989. David mengaku terinspirasi dari foto yang ia lihat di Cafe Mateki, Italia. Nama Rosetta Tharpe sendiri nyaris tidak terdengar dalam kisah asal usul latte art maupun motif  ‘rosetta’.

Mungkin kaitan Rosetta dan ‘rosetta’ memang hanya buah keusilan tim redaksi sprudge.com. Pun rasanya menggoda, bermain dengan hubungan yang mungkin ada. Toh, di dunia musik rock n’ roll pun, baru belakangan Rosetta Tharpe diaku sebagai pionir performa gitar tunggal.

Semata, karena dia berkulit hitam dan wanita.

(Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan Klara Virencia.

Informasi disadur dari sprudge.com, thedailybeast.com, & beanbox.co.

Foto-foto disadur dari theodysseyonline.org, wikipedia.org, & nytimes.org.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply