Jika melipir ke Cipete Raya, Coffeemates akan menemukan barisan beberapa kedai kopi yang meramaikan sisi jalan. Dua @Cipete adalah salah satunya. ‘Dua’, mengamini doa yang menjadi nyata.

“Seperti yang Aldi bilang, ketika kita memutuskan untuk memakai nama Dua, akan menjadi ‘doa’. Dan itu doa kita ada yang sudah terjawab di hari ini, alhamdulillah-nya.” ujar Omar ketika berbicara di depan tamu undangan saat peresmian Dua Cipete yang baru, Minggu (12/3) lalu.  “Keluarga kita semakin besar.”

Omar, salah satu dari ‘Dua’ dalam Dua @Cipete.

Mulanya, Dua @Cipete berawal dengan Aldi & Omar, lalu Ecky sang barista tunggal Dua @Cipete yang bekerja tanpa henti setiap hari demi membangun ‘rumah’ yang nyaman. Ruang kecil yang senantiasa teduh dan banjir sinar matahari itu pun menjamin percakapan lekat nan hangat antar barista dengan siapapun yang datang.

Mengenang Dua @Cipete pertama yang masih terletak di Cipete Dalam, Aldi mengaku sebagian besar tidak kembali mengunjungi ketika Dua hijrah ke Cipete Raya No. 66.

“Jadi, ternyata orang di tempat kecil itu punya komunitasnya sendiri. Ternyata orang yang ke tempat dua lama itu, tidak semuanya kembali ke sini,“ kenang Aldi. “Memang ada sebagian pengunjung itu yang memang mencarinya kenyamanan, kekecilan, kesunyian—yang mana di sini kita tidak bisa menawarkan itu.”

Aldi, salah satu dari ‘Dua’ dalam Dua @Cipete.

Ecky, barista yang setia hadir di balik bar sejak Dua @Cipete masih ada di Cipete Dalam.

Kini, Dua @Cipete memiliki ruang yang berkali lipat lebih besarnya untuk menampung lebih banyak penikmat kopi. Meski tidak mudah membawa nuansa ‘homy’ yang sama, Omar dan Aldi tetap pada prinsipnya bahwa Dua harus menjadi rumah bagi siapapun.

“Aku mau orang dateng ke sini tuh kayak dateng ke rumah aku atau ke rumah Omar,” ujar Aldi.

Dengan jajaran sofa dan karpet, Aldi & Omar merangkai suasana ‘rumah’ a la Dua @Cipete yang baru. Aldi mengungkapkan, dalam beberapa waktu ke depan lebih banyak tanaman juga akan bermunculan demi suasana yang lebih rindang. Tentunya, seiring dengan barista-barista yang menjanjikan kehangatan yang senada dengan sang tuan rumah.

Dua @Cipete lama. Terletak di Jalan Cipete Dalam, 200 meter dari tempat barunya kini.

Berbekal pasukan tambahan yang mengisi dapur pula, Dua kini menyajikan makanan bagi Coffeemates yang berkunjung. Aldi menjanjikan, dalam beberapa bulan ke depan Dua Cipete akan hadir dengan menu-menu makanan yang khusus diracik dengan campuran kopi. Saat ini, barbeque chicken with espresso sauce sudah tersedia untuk Coffeemates nikmati.

“Jadi [ayamnya—red] kita marinade pake espresso sauce-nya selama kurang lebih dua jam. Abis itu, kita grill dan pakai saus ‘rahasia’,” kelakar Aldi tanpa mau membocorkan rahasia penambah kenikmatan rasa.

Perpaduan antara menu khusus dan nuansa ‘rumah’ dalam penampilan yang berbeda ini rupanya sukses jadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, meski pelanggan lama tidak seluruhnya turut pindah, Dua @Cipete menambat banyak hati baru yang kerap terus kembali dan kembali lagi.

Barbeque chicken with espresso sauce, santapan dengan racikan kopi khas Dua @Cipete 2.0.

Wajah baru Dua @Cipete, di Jalan Cipete Raya.

“Mungkin yang kembali, 20% dari yang lama. Hanya 20%. Jadi, sekarang customer baru“, Aldi menceritakan pelanggannya. “Dan alhamdulilah, customer baru pun banyak yang repeat dateng menjadi reguler sudah selama satu setengah bulan ini.”

Kini, jika Coffeemates memasuki Dua @Cipete sekitar pukul 10 pagi, suasana riuh rendahlah yang akan Coffeemates temukan. Dikelilingi oleh beberapa sekolahan, Dua @Cipete kian ramai dengan para ibu yang hendak sarapan sehabis mengantar anaknya sekolah. Tak jarang pula, pekerja kreatif dari rumah produksi yang ada di sekitar Cipete turut bertemu dan mengolah ide di Dua @Cipete. Belum lagi, pekerja kantoran yang berdatangan dari area T. B. Simatupang.

Dalam satu setengah bulan berdirinya, Dua @Cipete pun menjelma menjadi ‘rumah’ bagi pencari kopi dan kenyamanan lintas kalangan.

Ngopi di Kedai Tetangga

Beranjak dari kedai kecil di Jalan Cipete Dalam, Dua @Cipete kini bersanding dengan sejumlah kedai kopi yang meramaikan Jalan Cipete Raya. TUKU Toko Kopi, Jakarta Coffee House, SRSLY COFFEE hanyalah beberapa di antaranya. Berharap dapat ikut menyemarakkan geliat kedai kopi di Jakarta dan menjadikan Cipete sebagai destinasi ngopi, Aldi dan Omar malah senang jika ada lebih banyak lagi kedai kopi yang hadir di sekitar mereka.

“Di neighbourhood ini tuh kita saling terbuka—kita saling mengunjungi satu kios dan kios lainnya. Kita berteman,” papar Aldi. “Jadi kalau aku sih, harapan aku—ini menjadi sebuah coffee village di Cipete Raya. Jadi, orang mau ngopi tuh tujuannya, ya, Cipete ini.”

Omar menyayangkan tingkat konsumsi kopi masyarakat Indonesia yang masih terhitung rendah, mengingat posisi Indonesia sebagai negara penghasil kopi ke-4 terbanyak di dunia.

“Masih sekitar 1 kilo per orang per tahun,” timpal Aldi, mengomentari konsumsi kopi orang Indonesia. “Sedangkan ini – data dari SCAE-nya itu kalo Amerika itu per orang itu udah mengkonsumsi 5 kg kopi, per orang per tahun.”

Merasa masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dikerjakan bersama-sama dengan pemilik kedai kopi lain, Aldi dan Omar berharap dapat membantu meningkatkan konsumsi kopi masyarakat Indonesia. Aldi mengamati, konsumsi kopi orang Indonesia mulai naik sejak tahun 2014.

“Sudah mulai naik dari 0,8 kilo sampai 2 tahun terakhir itu naiknya pesat, Jadi sekarang itu kurang lebih udah 1,5 kilo per person per tahun,” papar Aldi. “Nah kita pengen terus naikin itu.“

Diresmikan dengan manis oleh iringan suara Raisa, Dua @Cipete menyambut hangat mereka yang datang di kala pembukaan dengan sajian kopi pilihan masing-masing. Beroleh senyum para barista dan kepiawaian Omar & Aldi menciptakan kenyamanan,  para penikmat kopi kian dibuai dengan kehangatan yang memikat untuk datang kembali.

(Liputan oleh Andreansyah Dimas, Lani Eleonora, & Klara Virencia;
tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Relasi oleh Clarissa Eunike.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply