Apa yang kami tulis tentang DUA @Cipete di sini boleh jadi perlu dibuktikan oleh Coffeemates sendiri. Tiga minggu yang lalu, DUA @Cipete mendapat rumah baru di Cipete Raya.

Selang beberapa bulan lalu, DUA @Cipete masih menempati ruang di Cipete Dalam, satu belokan dari tempatnya sekarang. Mungil nan menyempil, DUA @Cipete sejatinya sederhana namun penuh makna. Nama ‘Dua’ selain karena gagasan kedai kopi lahir dari dua kepala, rupanya juga berarti ‘doa’.

“Kenapa namanya Dua @Cipete, dua itu kita berdua. Idenya berdua. Terus ini Cipete Dalam, nomor 2 dan ‘Doa’. Dua itu ‘Doa’,” sang duo pemilik, Omar dan Aldi, kompak saling menimpali.

Disapa teras mini, Coffeemates akan merasa berada di ruang tamu rumah seseorang tatkala melewati pintu geser DUA @Cipete. Buntalan bantal sofa yang menghias tempat duduk dekat jendela raksasa, berpadu dengan siraman cahaya, seolah memang ada untuk menyampaikan salam hangat dari sang tuan rumah.

“Nah, konsep awalnya kita emang mau ngebawa ‘home’-nya itu. Rumah,” ujar Omar. “Jadi, ya kalo di sini kayak di rumah aja.”

Aldi ikut menimpali, “Iya, beberapa temen kita ngomong gitu ya, ‘gue kayak main ke kosan lo’, ‘gue kayak main ke rumah lo’.”

Sesekali, akhir pekan di DUA Cipete diisi dengan nobar bola. Lengkap pula dengan makanan ataupun cemilan yang boleh dipesan dari luar. Rupanya, keleluasaan ini juga bisa Coffeemates nikmati di hari-hari biasa.

“Kita juga gak terlalu strict, ‘gaboleh makan dari luar’. Kita semuanya boleh di surrounding sini, bisa bawa makanan masuk ke dalem,” ujar Omar. “Jadi ya emang akhirnya kita punya value plus-nya ya kayak rumah.”

Dengan mengedepankan kenyamanan suasana ‘rumah’ yang dapat dirasakan pengunjung kedai kopi, Aldi dan Omar setia hadir di kedai kopi setiap hari. Mendengar cerita dari senior-senior dunia kopi yang mereka temui sebelumnya, mereka merasa ‘selalu ada untuk pelanggan’ adalah wajib hukumnya.

“Pas kita jalanin ‘wah bener ya sejauh ini ngobrol sama customer, kasih feedback, terus diapresiasi’,” ungkap Omar. Aldi lalu menambahkan, “Karena feedback langsung diaplikasikan. That’s why, owner itu sangat penting ada di sebuah coffee shop, menurut kita-kita.”

Meski menjagokan piccolo yang hadir dengan ‘gramasi yang pas’, Aldi & Omar mengaku justru paduan es krim-espresso dalam secangkir Affogatto  yangjadi favorit rakyat.

Surprise-nya, kita gak nyangka banget itu malah yang justru orang paling cari” aku Omar. Pasalnya, menu Affogato ini baru tercipta ketika mereka bekerjasama dengan Amame Ice Cream. Di kedai DUA @Cipete, gerai Amame Ice Cream yang menjajakan banyak rasa bersanding manis dengan bar kopi. Untuk Affogato khas DUA @Cipete, rasa ‘cream’ dengan kombinai Marie Regal lah yang jadi pilihan.

“Rasanya emang nge-blend banget.  Semua orang, pas saya nyobain sih, ‘wah ini enak banget nih’,” ujar Omar. “Dan keliatan sih dari sebulan gitu, justru orang paling banyak pesan Affogato. Padahal kan, musim hujan juga.”

Kompak saling menimpali dan menyelesaikan kalimat satu sama lain, Aldi dan Omar mengaku awalnya tidak ingin membuka kedai kopi.

“Bukan pecinta kopi banget, cuman suka sama konsep-konsep coffee shop yang ada di Indonesia sekarang. Di Jakarta, terutama ya,” cerita Omar dan Aldi saling timpal.

Kegemaran ini membawa Omar meloncat dari satu coffee shop ke coffee shop lainnya. Sampai, pada suatu ketika, ia tiba di satu kedai kopi yang lalu jadi favorit dirinya dan Aldi hingga sekarang. Di situ, Omar dibuat jatuh cinta seketika oleh kopi Mandailing.

“Dan itu ‘moment of truth. Pertama kali nyobain kopi gak pake gula, di But First,” kenang Omar.

Rekannya turut mengamini. Saat ditanya soal kopi favorit, keduanya kompak menyahut ‘Mandailing’.

“Mandailing itu pop,” ujar Aldi. “Karena dia entah kenapa ya kalo di-blend itu sebenernya gak perlu pake gula udah manis.”

Selain dibuat jatuh cinta oleh kopinya, duo Aldi & Omar kian jatuh hati dengan kedai But First  saat mereka berbincang dengan si pembuat kopi. Keterbukaan sang barista ini yang lalu membekas di hati mereka.

“Oh iya ya, ternyata rahasia menjadi ‘sesuatu’ tuh emang ‘gak ada rahasia’,” ujar Omar. Aldi turut menambahkan, “Gak usah ada rahasia kok. Orang kan kita mau membangun industrinya bareng-bareng.”

Sedari pintu depan, DUA @Cipete menguarkan nuansa terbuka yang senada. Baik di kala cerah matahari membanjiri ‘ruang tamu’, maupun saat butir hujan mengguyur jendela raksasa.

Mengintip  akun instagram @duacipete, kami turut berbahagia. DUA @Cipete nan mungil yang kami temukan di sudut Cipete Dalam nampaknya kini tampil megah dengan hadirnya ruang ‘function room’, ‘smoking room’, dan ‘kitchen’ ekstra. Niscaya, dengan wajah yang berbeda, DUA @Cipete setia menghadirkan hangat rumahan yang seirama.

(Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto & suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply