Artikel ini merupakan rilis pers dari konferensi pers Food & Hotel Indonesia 2017 pada Selasa, 21 Maret 2017.

Rangkaian kompetisi barista nasional akan menentukan 4 (empat) orang barista yang akan mewakili Indonesia di ajang World Coffee Events (WCE) tahun ini lewat ajang Final ICE 2017, 5-8 April 2017 mendatang di Food and Hotel Indonesia, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Selama empat hari, setiap cabang lomba akan jadi panggung persaingan 24 orang barista-barista unggulan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Empat cabang lomba dalam rangkaian kompetisi barista ICE 2017 antara lain: Indonesia Barista Championship (IBC), Indonesia Brewers Cup (IBrC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), & Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC). Masing-masing cabang menuntut keahlian yang berbeda-beda dari para pesertanya.

Cabang IBC akan menguji kepiawaian barista dalam menyajikan kopi dan melayani pelanggan layaknya di kedai kopi, IBrC akan menguji kemampuan seduh manual (manual brewing) para pesertanya, ILAC akan mengetes keahlian pesertanya untuk membuat secangkir latte art yang nikmat dan indah dipandang mata, sementara ICTC akan menguji kejelian lidah pesertanya dalam mencicip dan membedakan rasa kopi dari berbagai daerah.

96 orang barista yang akan bertanding di panggung nasional ini merupakan peserta yang telah melewati seleksi ICE 2017 wilayah Timur & Barat. Desember lalu, ICE 2017 menggelar penyisihan untuk barista-barista dari wilayah Timur lewat ajang Eastern Championships di Sanur, Bali. Lalu pada 9-12 Februari 2017, penyisihan untuk barista wilayah Barat (Western Championships) telah sukses digelar di Kuningan City, Jakarta.

Di setiap cabang lomba, masing-masing juara I dari tahap penyisihan Timur & Barat langsung menunggu di babak semifinal 12 besar nasional. Sementara itu, rangkaian babak final sendiri terdiri dari tiga babak: penyisihan (24 besar), semifinal (12 besar), & final (6 besar).

Berdiam di negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia serta satu-satunya negara yang seluruh daerahnya dapat ditumbuhi kopi, Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta berpendapat bahwa rangkaian kompetisi ini berperan penting dalam meningkatkan industri kopi tanah air.

Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta (kiri), tengah memberi pemahaman tentang rangkaian kompetisi barista di konferensi pers Food & Hotel Indonesia 2017, Selasa (21/3) lalu.

Di samping menyelenggarakan ajang perlombaan, ICE 2017 juga membuka peluang bagi para coffee enthusiasts untuk menjadi juri kompetisi ataupun sukarelawan (volunteer). Dengan demikian, para barista, pekerja industri kopi, maupun coffee enthusiasts dapat bahu membahu membantu acara ini.

Juara nasional ICE 2017 dari keempat cabang kompetisi akan diberangkatkan untuk bertanding ke ajang kejuaraan barista sedunia: World Barista Championship (WBC) di Korea Selatan; World Brewers Cup (WBrC), World Latte Art Championship (WLAC) dan World Cup Taster Championship (WCTC) di Budapest, Hungaria.

Selain menghadirkan juri-juri lokal yang diseleksi melalui ujian sertifikasi juri pada November 2016 dan Februari 2017 lalu, ajang kompetisi barista nasional ini juga menghadirkan juri berkelas internasional yang telah berpengalaman di ajang World Coffee Events (WCE). Juri-juri tersebut berasal dari sejumlah negara, antara lain: Australia, Thailand, Malaysia & Singapura. Khusus tahun ini, Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 menghadirkan juri representatif dari Sydney, Australia untuk memastikan acara berjalan sesuai dengan peraturan kompetisi tingkat dunia.

Standar kompetisi ini merupakan ketentuan dari World Coffee Events (WCE) untuk negara-negara yang memegang sanction pengadaan kompetisi barista nasional. Di Indonesia sendiri, sanction untuk rangkaian kompetisi dalam Indonesia Coffee Events (ICE) dipegang oleh Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI)/Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Menjalankan sanction yang dipegang SCAI, tahun ini merupakan tahun pertama Barista Guild Indonesia sebagai penyelenggara rangkaian acara Indonesia Coffee Events (ICE). Mengangkat tema “Best for The World”, BGI memiliki misi agar rangkaian kegiatan tahun ini dapat meningkatkan kualitas dan peringkat barista Indonesia di tingkat dunia. Secara spesifik, BGI menargetkan agar barista wakil Indonesia dapat meraih posisi 10 besar di kompetisi tingkat dunia.

Adapun prestasi wakil Indonesia di ajang internasional sepanjang tahun 2016 antara lain Yoshua Tanu di peringkat ke-15 pada World Barista Championship (WBC), Ryan Wibawa di peringkat ke-23 pada World Brewers Championship (WBrC), Ovie Kurniawan di peringkat ke-35 pada World Latte Art Championship (WLAC), dan Hageng Pribadi di peringkat ke-23  pada World Cup Tasters Championship (WCTC).

Pengumuman pemenang untuk masing-masing cabang Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 akan diadakan pada Sabtu, 8 April 2017 pukul 16.00 di Hall B2 JIEXPO Kemayoran, beriringan dengan pameran Food & Hotel Indonesia 2017. Rekan-rekan media dan para pecinta kopi dipersilakan untuk langsung menyaksikan dan mengenal wajah-wajah barista yang akan mewakili Indonesia di ajang dunia.

Konferensi pers Food & Hotel Indonesia (FHI) 2017, Selasa (21/3) lalu. Diselenggarakan untuk yang ke-14 kalinya, FHI 2017 menjadi one stop platform beragam produk F&B dari brand ternama serta industri HORECA mancanegara.

Kopikini.com adalah partner media resmi dari Indonesia Coffee Events 2017.

 

(Suntingan oleh Klara Virencia.
Foto-foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply