Idul Fitri sudah lewat tiga minggu. Namun, tubuh yang semakin lebar usai menyantap hidangan lebaran belum juga menyusut. Bisa jadi ini masalah kita bersama, Coffemates. Terutama jika umur kian uzur, kecepatan metabolisme tubuh pun semakin luntur. Lagi-lagi, di sini kopi menjadi juru selamat.

Kopi, kini dianggap sebagai salah satu dari jajaran makanan super. Tertulis dalam bukunya, “The Coffee Lover’s Diet”, Dr. Bob Arnot menyatakan, kopi dapat membantu untuk menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme tubuh. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kopi dapat mengurangi dampak dari makan makanan berlemak dan membantumu membakar lebih banyak kalori.

Namun, bukan berarti kamu cukup minum kopi bercangkir-cangkir lalu berharap kalori yang kamu timbun setelah makan opor ayam dan ngemil nastar akan terbakar begitu saja. Mengkonsumsi 15 cangkir kopi sambil mengerjakan deadline yang menumpuk dari seminggu kemarin tak akan ada gunanya tanpa olahraga.

Kopi dan Olahraga, Kombinasi Sempurna

Kita semua tau olahraga adalah solusi untuk meluruhkan lemak-lemak dalam tubuh, namun tetap saja kita sering lalai melakukannya. Tau, tak lantas jadi mau. Banyak dari kita yang langsung memutar bola mata saat mendengar kata ‘olahraga’. Waktu, kerap dijadikan alasan. Karena 24 jam sehari tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan, bersosialisasi, mengurus keluarga, dan berolahraga sekaligus. Kapan istirahatnya?

Meski ‘berpikir keras’ memutar otak ketika menyusun strategi peningkatan penjualan di kedai kopimu termasuk kegiatan yang dapat membakar kalori, tetap saja tidak bisa menggantikan peran olahraga. Karena otak manusia sudah memiliki jatah kalorinya sendiri. Saat beroperasi otak manusia hanya mengkonsumsi 300 kalori per hari untuk memastikan tiap anggota tubuh dapat bekerja dengan semestinya.

Jikapun kamu membuat otak bekerja lebih keras lagi itu hanya akan menambah pembakaran kalori sekitar 20% dari 300 kalori yang digunakan untuk operasional otak. Sisa ribuan kalori usai menyantap ayam goreng dan burger keju di restoran cepat saji akibat asisten rumah tangga tak kunjung kembali akan tetap bersarang dalam tubuh.

Maka, olahraga tetap diperlukan. Untungnya Coffeemates, kebiasaan ngopi-mu akan membuat olahraga terasa lebih mudah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh PloS One pada tahun 2013 menemukan pesepeda yang meminum kopi atau minuman berkafein satu jam sebelum latihan daya tahan tubuh mampu mengayuh lebih cepat. Dibandingkan dengan pesepeda yang tidak mengkonsumsi kopi, daya tahan tubuh pesepeda peminum kopi cenderung lebih besar.

Ulasan dari International Journal of Sports Nutririon and Exercise Metabolism pada bulan November 2015 juga melaporkan hal serupa. Tertulis bahwa kopi dapat menurunkan RPE (Borg Rating of Perceived Exertion), atau besarnya tenaga yang dirasakan ketika berolahraga. Artinya ketika RPE rendah, berolahraga pun terasa lebih mudah.

Menurut Belinda Benn, penulis buku “Get Lean Program” dan pelatih kebugaran, kafein yang terkandung di dalam kopi juga dapat mempercepat metabolisme tubuh. Kafein dipercaya dapat mempercepat lipolisis, yaitu proses penguraian lemak ke dalam darah dan mengubahnya menjadi tenaga.

Alhasil, dengan tenaga tambahan itu kamu dapat melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi untuk membakar kalori lebih banyak. Selain itu kafein juga membantu tubuh untuk dapat mengangkat beban lebih berat.

Sejatinya, kopi disini bekerja sebagai pembantu saat olahraga. Anggap saja sebagai pilihan stimulan yang lebih ekonomis. Mengingat stimulan lain seperti pil pembakar lemak atau kreatin lebih mahal dibanding kopi yang dapat kamu buat sendiri.

Sementara, Lupakan Susu dan Gula

Kopi bukan sembarang kopi. Kopi yang harus dikonsumsi haruslah kopi rendah kalori. Lupakan sejenak kesegaran caffe vanilla frappuccino blended coffee yang mengandung 430 kalori dalam satu gelas. Kembalilah kepada kopi hitam, jika ingin jarum di timbangan mu bergeser ke kiri.

Seperti hidup, semakin sederhana semakin baik. Begitu pula dengan kopi.

Kopi hitam yang dihasilkan dari beragam metode seduh seperti V60, Aeropress, tubruk, atau metode lainnya termasuk dalam daftar kopi rendah kalori. Paling banyak 5 kalori dalam satu cangkir. Sementara kopi-kopi yang tercampur dengan susu seperti cappuccino, piccolo, terlebih latte harus dihindari. Karena kalori yang terkandung dalam susu cukup besar. Saat kopi hitam seperti espresso hanya mengandung 1 kalori tiap 1 oz, cappucino dapat mengandung 70 kalori dalam tiap cangkirnya.

Kopi hitam pun dapat memberikan kesegaran.

Semakin banyak tambahan yang kamu masukkan ke dalam kopi akan semakin menambah kalori. Tambahkan gula satu sendok makan saja berarti menambah 48 kalori. Tambahkan susu satu cangkir kecil berarti menambah 148 kalori. Ingin tampilan menarik dengan whipped cream? Silahkan nikmati 15 kalori tambahan.

Sedap dipandang, tak sedap jika menetap permanen sebagai ‘tas pinggang’.

Jika menurunkan berat badan menjadi tujuan, ingatlah yang bermanfaat hanya kopinya. Tanpa gerombolan tim hore gula, susu, krim, atau karamel. Padukan kopi dan olahraga, niscaya sisa-sisa lemak opor, nastar, dan kaasstengels pun siap lepas landas dari tubuh.

Salam olahraga, Coffeemates!

(Sumber data dari healthyeater.com, bodybuilding.com, livestrong.com, dan mercurynews.com

Tulisan oleh Andreansyah Dimas dan Lani Eleonora

Suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

Leave a Reply