Tak jarang berbagai istilah dalam dunia kopi spesialti membuat sungkan bagi penikmat yang baru mendengarnya. Takut salah, takut terlihat tidak tau apa-apa, hingga berujung malas ngobrol dengan barista adalah hasilnya. Ujung-ujungnya, kembali menikmati kopi sobek di rumah sendiri akibat enggan bertanya atau sekedar malu.

Oleh karena itu, atas nama ilmu pengetahuan, tim kopikini.com menyusun kamus singkat dunia kopi. Demi membuat Coffeemates semakin percaya diri bergabung ke dalam semarak hiruk pikuk dunia kopi spesialti.

Sang juru seduh baik hati pun akan dengan senang hati menjawab pertanyaanmu.

Acidity

Acidity yang berarti keasaman di sini berbeda dengan asam lambung atau zat asam pada baterai, asam pada kopi adalah hal yang sangat baik dan dinanti. Asam yang dimaksud di sini adalah sensasi menyenangkan dari hasil seduhan kopi yang jernih. Sama menyenangkannya dengan sensasi saat menggigit apel hijau atau mengecap jeruk lemon.

Barista

Sang juru seduh yang membuatkan kamu kopi setiap pagi. Namun, bisa jadi berubah menjadi musisi/komika/penulis novel/sutradara film indie/penyair/aktor teater saat malam.

Batch Brewing

Dahulu, dalam kedai-kedai kopi di AS kerap disebut “making coffee”, yang berarti seduhan kopi yang dibuat sekaligus banyak—bisa dengan mesin, diseduh sekaligus sepanci, atau dalam french press ukuran besar—untuk langsung dihidangkan langsung setelah dipesan. Jika kamu pernah sarapan di restoran hotel dan memesan kopi, kemungkinan besar seduhan kopi jenis ini yang akan kamu dapat.

Body

Cara untuk mendeskripsikan seberapa pekat kopi yang terasa di dalam mulutmu. Sebagai perbandingan, Guinness memiliki full dan heavy body sementara Bintang memiliki light body. Ehem.

Bloom

Menuangkan sedikit air panas ke dalam bubuk kopi untuk melepaskan gas yang terkandung dalam biji kopi sebelum proses penyeduhan. Dengan kata lain—maaf—membuat kopi kentut. Ini membuat proses ekstraksi menjadi lebih mudah.

Coffee Bar

Nama kekinian dari ‘kafe’, jauh lebih kekinian lagi dibandingkan dengan ‘kedai kopi’.

Crema

Busa berwarna coklat muda yang muncul di atas espresso. Bisa menjadi sebuah tolak ukur apakah espresso tersebut enak atau tidak. Meski tidak berarti espresso dengan krema yang sempurna selalu enak. Err…

Decaf

Kopi tanpa arti. Selayaknya, rindu tanpa temu 🙁

Extraction

Proses di mana air melarutkan semua rasa dan aroma menyenangkan dari bubuk kopi. Jika kopi tidak terekstraksi maksimal atau under-extracted—biasa disebabkan oleh bubuk kopi yang terlalu kasar, suhu air kurang panas, atau waktu seduh yang terlalu singkat—kopi akan terasa terlalu ringan atau watery. Jika kelebihan atau over-extracted—biasa karena bubuk kopi terlalu halus, air terlalu panas, atau waktu seduh yang terlalu lama—air akan melarutkan rasa dan aroma kopi yang terlalu pekat dan cenderung memiliki aroma hangus.

Green Beans

Beras kopi yang baru selesai melalui proses paska panen—yang sebenarnya berwarna abu-abu kebiruan—sebelum memasuki proses sangrai.

Java

Mengacu pada sebuah pulau di Indonesia di mana banyak pohon kopi tertanam, atau sinonim dari ‘kopi’. Sejak masa kolonial, dunia Barat mengenal kopi dengan istilah ‘cup of java’ yang secara harafiah diartikan sebagai ‘secangkir dari Jawa’.

Juru seduh sekaligus juru lukis kopi begitu serius dan niat menghias kopimu. Yakin, gak mau dihabiskan kopinya?

Latte Art

Karya seni paripurna dari para barista saat menuangkan susu ke dalam espresso. Tolong, tak perlu langsung tersipu malu ketika barista rupawan menggambar sejumput bentuk hati di cangkir latte pesananmu. Bisa jadi, itu memang lukisan latte paling mudah dan cepat yang bisa ia buat. Ehe~

Mouthfeel

Secara harafiah berarti bagaimana kopi terasa di dalam mulutmu—bisa berminyak, bersusu, atau seperti mentega.

Nano-Roaster

Setipe dengan “micro-roaster” yang mengacu pada seorang juru sangrai yang menyangrai biji kopi 20 kg per minggu di garasi rumahnya sebagai wujud permintaan dari beberapa kafe atau restoran di sekitarnya. Nano-roaster sebenarnya berarti lebih luas dari itu. Meski tidak ada definisi resmi, nano-roaster secara general berarti juru sangrai independen yang tidak terikat pada rumah sangrai manapun selain rumahnya sendiri. Mungkin, seharusnya disebut indie-roaster?

Pull

Berawal ketika mesin espresso memiliki tuas yang harus ditarik untuk memberikan tekanan air pada portafilter untuk menghasilkan secangkir espresso. Sesungguhnya, mesin espresso masa kini sudah memiliki tombol untuk ditekan, namun istilah “espresso puller” atau “pulled a shot” di kalangan barista sudah begitu mendarah daging.

Sourness

Sama-sama berarti asam dalam bahasa Indonesia, namun jika dibandingkan dengan acidity—yang merupakan kualitas baik dalam hasil seduhan kopi—sourness tidak memiliki reputasi sebaik saudaranya. Tidak seperti apel atau nanas, karakter yang satu ini lebih mengacu pada asam cuka atau obat-obatan.

Spicy

Ketika kamu dapat mendeskripsikan kopi dengan karakter rasa spicy berarti kamu dapat menemukan rasa jahe, kayu manis, atau kapulaga dalam hasil seduhan. Spicy di sini bukan berarti sensasi yang kamu rasakan seperti terbakar usai makan kari India, kimchi, atau gado-gado yang karetnya dua.

Tamper

Sebuah alat yang sekilas terlihat seperti cap/stempel. Tapi ini terbuat dari besi atau kayu yang kuat untuk menekan bubuk kopi dalam portafilter saat barista ingin membuat espresso.

Duh, bentuk latte art-nya hati? Tunggu, jangan ge-er dulu. Siapa tau sang barista hanya sedang terburu-buru.

(Sumber tulisan dari buku Coffee Nerd: How To Have Your Coffee and Drink it Too oleh Ruth Brown,

Tulisan dan suntingan oleh Lani Eleonora,

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

 

 

 

 

 

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply