Industri kopi Indonesia yang mulai mengalami peningkatan kini juga dilihat sebagai potensi pariwisata. Pandangan ini disampaikan Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, dalam konferensi pers Food & Hotel Indonesia (FHI) 2017, Selasa (21/3). Aneka kopi dari Sabang sampai Merauke, menurut Esthy, dapat menjadi alasan wisatawan untuk mengunjungi berbagai daerah di Indonesia.

“Kemudian juga, cara pengelolaannya itu juga menarik untuk wisatawan,” imbuh Esthy. “Cara minumnya juga bervariasi dari masing-masing daerah. Nah itu menjadi daya tarik tersendiri, ya.”

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti, dalam konferensi pers Food & Hotel Indonesia (FHI) 2017, Selasa (21/3).

Ditemui usai acara konferensi pers, Esthy Reko Astuti berpendapat bahwa perkembangan industri kopi di Indonesia dapat bersinergi dengan dunia pariwisata.

“Dengan berkembangnya industri kopi ini itu juga bisa sinergi dengan pariwisata dijadikan suatu event yang bisa menarik wisatawan,” papar Esthy lebih jauh. “Kalo yang kayak kopi ini masuk bisa di produk budayanya.”

Esthy lantas memaparkan, bahwa promosi kekayaan biji kopi Indonesia dari Aceh sampai Papua kini dapat turut menonjolkan proses di hilir. Jika dulu hanya daerah asal biji kopinya yang bisa dipromosikan, cara penyeduhan dan meminum kopi yang khas sesuai budaya masing-masing daerah pun kini dapat menjadi daya tarik pula bagi wisatawan mancanegara. Kupi khop yang disajikan dengan gelas telungkup di Aceh, misalnya. Esthy lalu mengungkap, sudah ada arahan dari Wakil Presiden RI untuk menangkap animo harum nama kopi Toraja di dunia dengan mengadakan festival kopi di Toraja.

“Ini Pak Wakil Presiden belum lama mencanangkan akan diminta untuk kita membuat satu festival kopi internasional di Toraja,” ungkap wanita yang mengaku kerap meneguk kopi tubruk hitam tanpa gula untuk memulai hari. “Kita mencoba sih, kalo bisa tahun ini kita sinergikan dengan program yang ada.”

Kopi di Tengah Animo Horeka

Selaku Project Manager Pamerindo Indonesia, Wiwiek Roberto mengungkap bahwa industri makanan dan minuman secara keseluruhan memang sedang mengalami peningkatan yang signifikan.

“Industri food and beverage tuh sekarang lagi naik. Lagi booming,” papar Wiwiek Roberto, saat ditemui di konferensi pers Food & Hotel Indonesia (FHI) 2017, Selasa (21/3) lalu.  “Dibandingin industri non-migas, lebih tinggi kenaikannya food and beverage. Jadi, pertumbuhan dia 9.82%,, setara Rp 192,67 triliun.”

Project Manager Pamerindo Indonesia, Wiwiek Roberto, memaparkan tingginya peningkatan pendapatan di industri food & beverage, Selasa (21/3).

Wiwiek Roberto melanjutkan, tahun ini seksi kompetisi kopi di Food & Hotel Indonesia 2017 bertambah luas dua kali lipat dibanding tahun lalu. Indonesia Coffee Events, lanjut Wiwiek, untuk pertama kalinya hadir sebagai payung kompetisi kopi di Food & Hotel Indonesia. Sebelumnya, seksi kompetisi kopi diselenggarakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) di pagelaran FHI dengan mengusung nama dari masing-masing cabang lomba.

Food and Hotel Indonesia Festival yang akan diadakan di seluruh area Jakarta International Expo (JIExpo) ini akan menampung pameran dari 1.553 perusahaan dari 49 negara. Termasuk di dalamnya, ­final kompetisi Indonesia Coffee Events 2017, yang akan berlangsung pada 5-8 April 2017 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bagi Coffeemates yang menunggu riuh kompetisi kopi, babak final Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 yang diselenggarakan oleh Barista Guild Indonesia inilah puncaknya kompetisi barista nasional. Di ajang ICE 2017, Coffeemates dapat menyaksikan pertandingan antara 24 barista di masing-masing dari empat cabang kompetisi berikut: Indonesia Barista Championship (IBC), Indonesia Brewers Cup (IBrC), Indonesia Latte Art Championship (ILAC), & Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC).

Juara nasional ICE 2017 dari keempat cabang kompetisi akan diberangkatkan untuk bertanding ke ajang kejuaraan barista sedunia: World Barista Championship (WBC) di Korea Selatan; World Brewers Cup (WBrC), World Latte Art Championship (WLAC) dan World Cup Taster Championship (WCTC) di Budapest, Hungaria.

Coffeemates sekalian dapat langsung menyaksikan dan mengenal wajah-wajah barista yang akan mewakili Indonesia di ajang dunia, lewat pengumuman pemenang pada Sabtu, 8 April 2017

Informasi lebih lanjut mengenai perhelatan final ICE 2017 dapat dilihat di sini.

Kopikini.com adalah partner media resmi dari Indonesia Coffee Events 2017.

(Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply