Kebijakan baru Presiden Trump untuk memblokir umat muslim memasuki wilayah negara AS tidak hanya memicu kegelisahan di AS, tapi juga di seluruh dunia. Industri kopi pun ikut bereaksi dan mengajak para penggiat kopi untuk ikut berpartisipasi.

Apa yang dilakukan oleh CEO Starbucks, Howard Schultz untuk merekrut 10.000 pengungsi dari Suriah sebagai karyawan di seluruh gerai Starbucks bukanlah satu-satunya aksi protes terhadap kebijakan baru Presiden Donald Trump.

Asosiasi Kopi Spesialti Bersuara

SCA (Specialty Coffee Association) mengeluarkan pernyataan keprihatinan mereka, sekaligus permintaan kepada para anggota SCA yang akan mengunjungi pameran SCA Expo di Seattle mendatang untuk menghubungi mereka

Sebagai organisasi yang berkomitmen untuk mewakili  komunitas specialty coffee di seluruh dunia, kami sangat mencemaskan dampak kebijakan ini terhadap anggota kami. Khususnya, terhadap mereka yang berniat hadir di berbagai acara yang kami diadakan di Amerika Serikat. Kami  tengah mempelajari situasi ini. Dengan ini kami meminta setiap anggota dari negara-negara terkena boikot, yang berniat hadir di pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle pada bulan April mendatang, untuk menghubungi kami. Selaras dengan pernyataan di laman muka website kami, kami merayakan dan melestarikan perbedaan. Kami menentang setiap usaha yang bersifat memecah belah atau memisahkan komunitas kami. Kami akan terus memonitor perkembangan isu ini dengan seksama.

Coffee Artwork Menggalang Dana untuk Para Pengungsi

Department of Brewology terkenal dengan karya-karya seni indah bertema kopi. Kini mereka menghadirkan dengan slogan baru: We Filter Coffee, Not People (‘Kami menyaring kopi, bukan manusia’—red). Semua keuntungan yang didapat dari penjualan kaos  berslogan ini akan disalurkan untuk membantu gugus bantuan bagi pengungsi, Refugee Services of Texas.

Sementara itu, kafe-kafe dapat menerima pajangan dinding berslogan ‘We Filter Coffee, Not People’ secara gratis. Pemilik kedai kopi dipersilakan memberikan donasi senilai harga kaos untuk disumbangkan ke Refugee Services of Texas atau gugus bantuan pengungsi lainnya sesuai pilihan mereka.

 

Starbucks Berjanji Kepada Para Pengungsi

Selain berjanji untuk merekrut 10,000 pengungsi di seluruh dunia selama 5 tahun ke depan, CEO Starbucks Howard Schultz juga menjanjikan fasilitas asuransi kesehatan untuk setiap karyawan. Merespon janji Trump untuk membangun tembok di antara AS dan Meksiko, Howard Schultz berjanji akan secara khusus  berinvestasi di Meksiko.

“Dan kami akan memulai usaha kami di Amerika ini, pertama-tama dengan  merekrut para individu yang pernah berjasa melayani tentara Amerika sebagai penerjemah dan personil pendukung di berbagai negara di mana pasukan militer AS bertugas,” tegas Howard Schultz dalam surat terbukanya kepada seluruh pegawai Starbucks.

Dengan keputusannya ini, Howard Schultz membuat saham Starbucks merosot sebanyak 0.39% menurut  Google Finance. Melihat banyaknya pendukung Trump di beberapa cabang Starbucks di AS, Howard Schultz tidak berharap seluruh pelanggan Starbucks setuju dengan kebijakannya.

Meskipun menerima banyak hujatan hingga ancaman boikot, Howard Schultz tetap menekankan bahwa Starbucks akan menerima setiap pelanggan. Baik pelanggan itu pendukung Donald Trump, ataupun bukan.

CEO Starbucks, Howard Schultz.

Selain itu, ada juga beberapa kafe independen yang seluruh karyawannya adalah para pengungsi—seperti 1951 di San Fransisco—yang menyuguhkan specialty coffee.

Tidak hanya untuk melawan kebijakan, kopi juga dapat menyatukan orang-orang yang tidak puas dengan kondisi di sekitarnya. Di semesta media sosial, kedai-kedai kopi di Jakarta pernah serentak berseru mengajak warga Jakarta ngopi sebagai pengganti ikutan demonstrasi 4 November 2016.

Niscaya, Coffeemates, efek kopi tidak berhenti di dasar cangkir.

(Tulisan oleh Lani Eleonora,
suntingan oleh Klara Virencia;

Diterjemahkan dan disadur dari perfectdailygrind.com & bizjournals.com)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply