Tahun ini, para pecinta kopi punya banyak cara untuk meramaikan ‘olimpiade’-nya para barista. Selain menonton langsung dan memberikan semangat untuk barista jagoan kalian, coffeemates kini bisa jadi relawan di ajang Indonesia Coffee Events (ICE) 2017.

Melalui akun instagramnya @baristaguild.id, Barista Guild of Indonesia (BGI) menyatakan bahwa relawan ICE 2017 berkesempatan ‘belajar banyak tentang kopi dan dunia kebaristaan bersama para praktisi dan tenaga profesional terdepan di industri kopi Indonesia.’

volunteers-relawan-bgi-ice-2017

Namun, coffeemates nampaknya harus menunggu beberapa bulan lagi sebelum bisa mendaftar. Baru selang tiga hari setelah pencarian relawan disiarkan via instagram pada Selasa (8/11) lalu, ICE 2017 sudah tutup pendaftaran pada hari Jumat (11/11).

Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta, Jumat (11/11) lalu membenarkan bahwa lowongan relawan untuk dua babak penyisihan ICE 2017, regional Timur & Barat, sudah penuh terisi. Babak penyisihan regional Timur akan diadakan di Bali (2-4 Desember), sementara regional Barat akan diadakan di Jakarta (Januari 2017). Puncaknya, babak final akan berlangsung April 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

“Kemarin yang dibuka buat East (regional Timur—red) saja,” ujar Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta, saat dihubungi Kopikini.com, Jumat (11/11) lalu. “Tapi tahunya, buat yang West (regional Barat—red) juga sudah pada daftar.”

Cindy mengungkap, total relawan yang terdaftar untuk ICE 2017 babak penyisihan regional Timur adalah 35 orang, dan regional Barat adalah 60 orang.

Ia membenarkan, lowongan relawan ICE 2017 akan kembali dibuka tepat sebelum babak final bulan April 2017 di Jakarta. Para pendaftar ‘baru’ ini akan berdampingan dengan para relawan terbaik dari babak regional Barat & Timur.

“(Untuk—red) Final nanti disortir yang kerjanya bagus di East dan West,” papar Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta.

bgi-cindy-ketua-ice-2017-anomali-menteng

Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta, sehari-harinya barista di kedai ‘Coffeesmith’.

Berdasarkan keterangan di instagram BGI (@baristaguild.id), bidang kerja kerelawanan ICE 2017 terbagi menjadi: administrasi, operasional, koordinasi, dokumentasi, sekretariat, akuntansi, kebersihan, keamanan, hospitality, penerjemah, pencatat waktu, drivers, dan ‘banyak lagi’.

Tahun ini merupakan tahun perdana BGI memegang komando atas penyelenggaraan ICE, yang berada di bawah naungan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) sejak tahun 2009. Selain menjaring relawan, BGI juga membuat terobosan dengan melakukan perekrutan juri terbuka. Untuk menjamin kualitas juri, BGI mewajibkan tes sertifikasi dan kelas pelatihan bagi para juri terpilih. Standarisasi juri yang ketat ini merupakan bentuk apresiasi bagi para barista yang berkompetisi. Profesi barista sendiri berperan besar sebagai ‘ujung tombak’ industri kopi.

Saat konferensi pers ICE 2017 di Anomali Coffee, Rabu (9/11) lalu, Irvan Helmi selaku Dewan Pengawas BGI hadir menjelaskan pentingnya memacu kualitas barista lewat ajang ICE 2017.

“Kopi itu bisa jadi enak, bisa jadi nggak enak, role paling tingginya bisa dibilang ada di barista,” ujar Irvan Helmi, membuka konferensi pers dengan latar belakang berdirinya BGI. “Misal, kopi yang enak banget, di-roasting-nya sudah sangat sempurna. Begitu baristanya nggak bisa mengolahnya, susah.”

Informasi lebih lanjut mengenai Indonesia Coffee Events 2017 dapat dilihat melalui laman ini,
dan akun instagram resmi Barista Guild of Indonesia (@baristaguild.id).

bgi-ice-2017-anomali-menteng

(Liputan, tulisan, & suntingan oleh Klara Virencia;
Foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply