2016 merupakan tahun kemenangan ganda bagi Berg Wu. Setelah tiga tahun berturut-turut berkompetisi di World Barista Championship (WBC), Berg Wu kini menjadi juara WBC asal Taiwan yang pertama. Di rangkaian kompetisi yang sama di Dublin, Berg Wu juga menyabet posisi ketiga di kategori World Coffee In Good Spirits 2016.

#78_Berg wu wins_sprudge

Di balik kilau prestasinya, perjalanan Berg Wu menuju World Barista Championship 2016 jauh dari kata mulus. Jika bukan karena gigih, jatuh bangun yang Berg Wu alami sudah lebih dari cukup untuk bikin mundur sejak jauh-jauh hari.

4 Tahun Menuju Juara Nasional
Berg Wu pertama berlaga di ajang kompetisi barista tahun 2009. Di Taiwan Barista Championship kali itu, ia gagal melewati ronde pertama. Di tahun berikutnya, ia kembali gagal melewati penyisihan. Ia melesat ke peringkat 6 di Taiwan Barista Championship tahun berikutnya, 2011. Perlahan tapi pasti, ia meranjak ke posisi 3 di Taiwan Barista Championship 2012. Di tahun 2013, ia mengukuhkan titel juara pertama Taiwan Barista Championship. Berg Wu pun resmi mewakili Taiwan di ajang World Barista Championship tahun berikutnya.

Jatuh Bangun di Tingkat Dunia
Ajang World Barista Championship 2014 di Rimini, Italia, menjadi panggung pertamanya di level dunia. Tidak tanggung-tanggung, ia mengamankan posisi yang sangat tinggi untuk seseorang yang baru pertama kali mencoba. Posisi ke-7, saudara-saudara.

#78_berg wu in 2014_sprudge

Berg Wu di ajang World Barista Championship 2014. (via sprudge.com)

Mematok prestasi begitu tinggi, ia maju ke ajang WBC 2015 di Seattle, AS, dengan penuh percaya diri. Namun tahun itu, ia terpuruk ke posisi ke-22. Mesin penggiling (grinder) dan pilihan susu Berg Wu menjegal usahanya di tahun itu.

Pantang menyerah, Berg Wu kembali gigih mencoba mempertahankan gelar juara Taiwan Barista Championship di tahun yang sama. Gelar juara berhasil diraihnya.

Untuk yang ketiga kalinya, Berg Wu akan dikirim mewakili Taiwan di World Barista Championship. Tidak mau jatuh ke lubang yang sama, Berg Wu menyadari kelemahannya. Susu adalah tantangan terbesar untuk Berg Wu sejak WBC 2014 di Rimini, Italia.

Atasi Tantangan dan Kejenuhan
“Di Taiwan, sebagian besar susu adalah susu UHT,” jelas Berg Wu. “Kami tidak bisa langsung mempersiapkan susu yang cocok dengan kopi kami.”

Untuk mengakali ini, ia menyicipi semua susu yang bisa ia temukan di Taiwan. Dari situ, Berg Wu berharap lidahnya terlatih untuk menyicipi dan memilih susu terbaik di Dublin. Selain mempersiapkan diri untuk WBC 2016 di Dublin, Berg Wu juga ikut serta pada kategori World Coffee In Good Spirits (WCIGS) di ajang yang sama.

Beban dari dua pertandingan ini malah membuatnya tambah bersemangat.

“[Berg] memang suka Coffee in Good Spirits,” jelas Chee Lu, istri sekaligus partnernya di dunia kopi. “Di WBC, dia kadang merasa eksperimennya terbatas dan tidak bisa sembarangan. Tapi untuk WCIGS, dia betul-betul bersenang-senang. Setiap dia merasa jenuh di tengah persiapan WBC, dia bermain-main di  WCIGS.”

Batasan jenis minuman yang bisa disajikan di WBC saklek terbatas hanya pada  espresso, minuman berbasis susu, dan minuman khas. Dengan batasan saklek ini, Berg Wu memilih untuk mengakali alat yang ia gunakan.

Kawinkan Teknik dengan Biji Kopi Pilihan
Ia menuangkan bagian bawah dan moncong portafilter yang  ia gunakan untuk menyajikan espresso dengan air es.

“Kami tidak ingin mendinginkan espressonya. Kami cuma mencegah agar espressonya tidak sampai terpanaskan kembali,” jelas Berg Wu. “Kami mengejar supaya bagian bawah portafilter ini cuma ‘adem‘, tidak sampai ‘dingin’.”

Teknik ini ia ciptakan lantaran potensi manis nan rapuh yang ia temukan pada biji kopi pilihannya, Panama Geisha asal Finca Deborah. Ia menyadari kayanya aroma bunga dan jeruk pada biji kopi primadona itu. Aroma inilah yang ingin ia pertahankan.

“Aroma-aroma ini sangat tipis, terdiri dari molekul-molekul kecil dan akan hilang dengan sangat cepat ketika dipanaskan,” jelas Berg Wu. “Karena itulah kami tidak mau espresso itu sampai kena panas lagi di bagian bawah portafilter, habis selesai diekstrak.”

#78_berg wu_simplekaffa

Berg Wu di hadapan para juri World Barista Championship 2016. (Foto oleh Berg Wu, via @simplekaffa)

Saat diminta berbicara tentang kopi pilihannya, Berg Wu layaknya orang yang sedang kasmaran.

Buah-buah dari Deborah ini punya sensasi unik yang belum diidentifikasi siapapun. Di bagian akhir, kopi ini akan meninggalkan rasa cantik yang akan lekat sampai berjam-jam. Sangat mirip madu, tapi jelas itu sebenarnya rasa floral,” ungkap Berg Wu. “Rasanya sangat bulat dan tidak satupun bunga-bunga itu yang terasa terlalu nyata—seperti ngumpet. Sangat elegan, tidak seperti kopi yang lain. Saya langsung jatuh cinta. Dia sangat kompleks.”

Di Balik Sukses Berg Wu
Bagi Berg Wu, kemenangannya di ajang World Barista Championship 2016 berarti memberi wajah baru untuk Taiwan.

‘Kesan kopi’ dari sebuah kota itu penting,” tegasnya. “Saya benar-benar berharap, Taiwan kini bisa punya ‘kesan kopi’ yang sangat baik di mata dunia. Bukan cuma (identik dengan) pangsit, pasar malam, dan pijat kaki.”

Sukses Berg Wu tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan istrinya Chee, seorang Q Grader tersertifikasi. Sejak tahun 2011, mereka berdampingan membangun dan menjalankan kedai kopi ‘Simple Kaffa’. “Dia hadir bukan cuma sebagai istri tapi juga pelatih, partner hidup, mentor, dan teman terbaikku,” ujar Berg Wu. Dan Chee Lu pun menjadi orang yang merekam momen kemenangan Berg Wu dengan seksama.

#78_berg wu with chee lu_baristamagazine

Berg Wu bersama istri sekaligus partner terbaiknya, Chee Lu. (via baristamagazine.com)

“Dia sangat bahagia, berkali2 ia menangis bahagia,” ujar Chee, mengenang ekspresi Berg Wu. “Tapi di saat yang sama, dia langsung nge-blank. Dia tahu kopinya enak, tapi dia percaya kopi barista-barista lain juga tak kalah enak. Chee Lu masih ingat betul kalimat pertama yang Berg Wu katakan sesudah pengumuman.

“Dia bilang, ‘Sungguh, aku pikir penampilanku bisa lebih baik dari itu’.”

#78_Berg wu wins 3_sprudge

Rekam jejak Berg Wu:

  • 2009 & 2010 tidak lolos ronde pertama Taiwan Barista Championship.
  • 2011 membangun kedai kopi ‘Simple Kaffa’
  • 2011 posisi ke-6 Taiwan Barista Championship.
  • 2012 posisi ke-3 Taiwan Barista Championship
  • 2013 Juara Taiwan Barista Championship
  • 2013 posisi ke-2 Taiwan Latte Art Championship
  • 2014 posisi ke-7 World Barista Championship di Rimini, Italia
  • 2015 posisi ke-22 World Barista Championship di Seattle, AS
  • 2016 Juara World Barista Championship

Disadur dari wawancara eksklusif
oleh baristamagazine.com & sprudge.com

Foto-foto merupakan dokumentasi sprudge.com,
Berg Wu via @simplekaffa, & baristamagazine.com

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply