Coffeemates, lupakan cangkirmu.

Kini, kopi dapat kamu nikmati dengan wadah kulit buah hingga sayuran.

Coba tengok isi lemari es. Jika di dalamnya ada alpukat, apel, atau wortel itu bisa dijadikan cangkir untuk jatah kopi pagimu.

Tunggu—apa?

Inilah yang dilakukan oleh Truman Cafe di Australia. Pada tanggal 12 Mei lalu, akun instagram Truman Cafe @trumancafealbertpark mengunggah video seorang barista membuat latte art di dalam wadah kulit alpukat. Video yang sudah ditonton lebih dari 10.000 kali ini seketika menimbulkan kegaduhan. Suara riang dan sumbang pun sambung menyambung menanggapi kehadiran latte alpukat yang populer sebagai ‘avolatte’ ini.

Combing two of Melbourne's obsessions – lattes and avo ?

A post shared by Truman Cafe (@trumancafealbertpark) on

Sekitar 300 pengguna instagram memberikan berbagai komentar atas video ini, salah satunya menulis: “This is stupd. Too far mate.

(Ini bodoh. Kelewatan, breh)

Sementara yang lain menuliskan: “This is the best thing i’ve ever seen! Definitely going here.”

(Ini hal terbaik yang pernah kulihat! Pasti mampir ke sini.)

Generasi millenial dan kaum hipster kemudian dituding bertanggungjawab atas penistaan alpukat dan kopi oleh sebagian pengguna instagram. Ketika diwawancara oleh News.com.au, Jaydin Nathan kepala barista dari Truman Cafe mengaku itu berawal dari ulah isengnya saja.

“Kami tidak menjual itu sebenarnya. Tapi kemudian ada yang datang hari ini dan minta dibuatkan satu,” jelas Jaydin Nathan, sang pencetus avolatte. “Aku pikir itu menggelikan. Ini betul-betul cuma kopi dalam wadah sampah.”

Maksudnya bercanda, malah jadi mewabah.

Akibat ulah Truman Cafe, avolatte malah dijadikan menu baru di beberapa kedai kopi lainnya. Dari Budapest hingga London, kedai-kedai kopi mulai meniru apa yang dilakukan oleh Truman Cafe.

Belum reda kehebohan avolatte, muncul inovasi progresif lainnya bernama carrot-cino. Iya, cappuccino dalam wadah wortel. Tidak ingin kalah dalam lomba panjat-panjat popularitas, kedai kopi Locals Corner di Sydney, Australia, mengunggah foto hasil karya mereka di Facebook pada hari Minggu (4/6) lalu.

“Kami hanya senang melakukan banyak hal berbeda. Kami sudah melakukannya beberapa kali. Satu dengan apel, satu dengan alpukat, minggu ini dengan wortel dan minggu depan kami akan menggunakan hal lain,” ujar pemilik kedai, Vanja, saat diwawancara oleh Daily Mail Australia.

Terlihat berbeda, memang. Namun sama sekali tidak efektif. Vanja mengaku wadah wortel sama sekali tidak praktis karena kopi beresiko tumpah.

“Susah banget pas mau diminum, soalnya wortel tidak begitu bagus mewadahi kopi.”

Yha.

Kopi memang penuh seni. Namun ketika wadah membuat decak kagum namun kopi tak layak minum, tampaknya ada yang terlupa soal seni membuat kopi di sini.

(Disadur dari munchies.vice.com, the kitchn.com, independent.co.uk,
metro.co.uk, telegraph.co.uk, & thrillist.com.

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply