Coffeemates, bicara soal laki-laki dan perempuan,
menurutmu siapa yang lebih banyak minum kopi dalam sehari?

Siapa yang menambahkan lebih banyak gula?
Siapa yang lebih memilih beli kopi dari barista andalan?
Siapa yang lebih memilih bikin kopi sendiri di rumah?

Tim kopikini.com akan mencoba meramu kesimpulannya.
Kami mencoba menelisik persaingan abadi antara kaum Mars vs Venus ini dalam dunia kopi berdasarkan survei yang dilakukan oleh Food and Nutrition Science, PayPal, dan Coffeemakerslist.com.

Laki-Laki Mengkonsumsi Kopi Lebih Banyak Dari Perempuan

Nyatanya, Coffeemates, laki-laki mengkonsumsi kopi lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Dalam penelitian Food and Nutrition Science, angkanya berbanding 50,8% laki-laki dengan 32,8% wanita dari 1189 koresponden. Menurut data yang dimiliki oleh Coffeemakerslist.com, rata-rata wanita mengkonsumsi 1,9 cangkir sehari sementara laki-laki mengkonsumsi sekitar 2,4 cangkir sehari. Ya, sedikit lebih banyak.

Laki-laki Memilih Kopi Apa Saja Dibanding Dengan Latte

22% wanita memilih latte sebagai pilihan pertama mereka sementara laki-laki lebih memilih kopi warung. ‘Warung’ yang dimaksud di sini adalah, tempat apa pun yang menyediakan kopi jenis apapun, tanpa peduli cita rasa.

Bukan rahasia, Coffeemates, wanita memang nampaknya memiliki cita rasa lebih baik dari laki-laki. Terbukti, 64,8% wanita tidak menyukai kopi karena alasan ‘rasanya’. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan 39,4% laki-laki yang tidak suka dengan kopi karena alasan rasa.

Menurut survei yang dilakukan oleh PayPal dengan 1000 koresponden berumur 26-28 tahun, sebanyak 59% wanita terbukti lebih memilih latte, cappuccino, dan sajian kopi mewah lainnya.

Wanita Cenderung Lebih Suka Kopi Manis

Ini bersanding penelitian yang mengatakan bahwa wanita memiliki cita rasa lebih baik dari laki-laki. Meski gula niscaya memberi cita rasa lebih ‘enak’ (siapa coba yang tidak suka gula?), para peminum kopi sejati yang memegang teguh prinsip akan setuju bahwa kopi lebih baik dinikmati tanpa gula.

Jika berangkat dari kesimpulan hasil survei Coffeemakerslist.com, laki-laki mengonsumsi kopi untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan. Sementara, kebanyakan wanita mengonsumsi kopi untuk menikmati waktu santainya.

Intinya, bagi wanita, saat santai memang lebih menyenangkan jika ditemani dengan kudapan manis. Sementara bagi laki-laki, kopi dengan kekuatan yang ‘nendang’ lebih pas untuk menambah semangat bekerja.

Wanita Lebih Rela Membayar Untuk Kopi

Penulis rubrik di Coffee Fun—Ryadan Jeavons—bercerita,  ketika dia sudah mengajari istrinya untuk membuat kopi di rumah, tetap saja dialah yang ujung-ujungnya bertanggung jawab membuat kopi di pagi hari. Menurut Ryadan, kesukaan laki-laki dengan teknologi (ya, alasan sama yang membuat para lelaki doyan ngoprek gadget dan update teknologi terkini) justru tersalurkan dengan semangat menyeduh kopi gelombang ketiga yang suka bikin kita tercengang dengan variasi alat seduh yang tidak ada habisnya.

Ibaratnya, tulis Ryadan lagi, zaman sekarang jika kamu menyeduh kopi di rumah tapi tidak memiliki digital scale, kettle dengan model mutakhir, Barista Case dengan Pullman Big-Step Tamper, termometer, dan penghitung waktu khusus milikmu sendiri, maka kamu tidak pantas menyebut diri barista di rumah.

Laki-laki, jika memiliki semua alat canggih pembuat kopi di rumah, akan lalu berpikir: “Gua bisa bikin kopi enak di rumah!”

Sementara wanita, “Ya udah gih, bikinin kopi buat aku. Kalo gak, aku mending beli kopi dari barista ganteng di Kopi Tetangga.”

Namun, infografis Coffeemakerslist.com yang menggabungkan beberapa survei sekaligus menyatakan, wanita hanya menghabiskan $13.48 untuk kopi dalam sebulan. Sementara laki-laki menghabiskan hingga $21.32 dalam sebulan untuk kopi.

Bisa jadi, ini berhubungan dengan kebiasaan laki-laki yang minum kopi untuk kerja dan wanita minum kopi untuk santai. Kesimpulannya, baik laki-laki maupun wanita sama-sama kebanyakan kerja.

Duhai Coffeemates sekalian, lelaki maupun perempuan,
benarkah demikian?

(Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Informasi disadur dari coffeemakerslist.com, coffeebeansdelivered.com.au, finedininglovers.com, & jurnal Food and Nutrition Sciences dari Scientific Research, tahun 2013 vol. 4 hlm. 748-757, ‘Gender Differences in Coffee Consumption and Its Effects in Young People’.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply