Jakarta Coffee Week 2017 akhir pekan lalu kembali merangkum geliat industri kopi Indonesia. Acara yang kembali dirancang oleh ABCD School of Coffee dan HYPE Project ini dihadiri lebih dari 13.700 pengunjung. Bekerjasama dengan Bank Mandiri dan Mandiri Coffiesta seluruh transaksi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit/debit Mandiri, E-Money, dan E-Cash dan total keseluruhan transaksi mencapai Rp. 3 Milyar.

Terhitung sekitar 130 booth mengisi acara: mulai dari kedai kopi, rumah sangrai, penjaja mesin kopi, alat seduh, hingga petani-petani kopi Indonesia. SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) berperan besar dalam menghadirkan para petani kopi dari 17 provinsi di Indonesia dalam Pasar Kopi.

Riuh pengunjung Jakarta Coffee Week 2017 di Pasar Kopi.

Kehadiran petani kopi turut membantu perdagangan langsung antara petani dengan para penggiat industri kopi lainnya, seperti: juru sangrai, juru seduh, juga pemilik kedai kopi.

“Dengan festival seperti ini kita jadi bisa liat roaster langsung, juga barista yang memberikan masukan bagaimana kopi harus petik merah, kemudian bagaimana mengolahnya. Jadi kopinya juga lebih berkualitas.” Ujar Edi Kende’ Suma, ketua Asosiasi Petani Kopi Toraja, pemilik perkebunan di gunung Buntu Pepasan, Toraja.

Edi Kende’ juga mengakui pertemuan langsung petani dengan penggiat industri membuat harga jual beras kopi pun meningkat. Dalam festival selama tiga hari ini Edi Kende’ berhasil menjual seluruh beras kopi yang ia bawa, sebanyak 50 kg. Tak hanya Edi, Irwanti Fitriani Manik petani kopi dari Pematang Sidimanik Sumatera Utara pun merasakan hal yang sama.

“Kemarin kita bawa 25 kilo dan alhamdulilah laku semua. Kita juga sering ikut event-event kayak gini dan itu membuat penjualan meningkat. Sangat-sangat membantu dan bertemu dengan owner kedai kopinya langsung.” Ungkap Irwanti.

Petani kopi juga memberikan edukasi kepada para pengunjung tentang proses-proses paska panen.

Para Q-Grader, juru sangrai, dan juru seduh juga mengadakan sesi cicip kopi hasil perkebunan petani yang hadir di dalam Pasar Kopi untuk menentukan pemenang JACOWEEK Cup of Awesomeness 2017. Di hari terakhir, pengunjung juga diajak untuk mengikuti sesi cicip kopi bersama untuk menentukan pemenang JACOWEEK People’s Choice Cup 2017.

Kedua piala pun jatuh ke satu kopi hasil perkebunan Kayu Aro Kerintji dari kota Jambi yang dikelola oleh Bapak Triyono. Dengan total nilai kopi 84,55 dan dipilih oleh 35 peserta dari 96 total pengunjung yang mengikuti sesi cicip kopi bersama.

Willy Kurniawan, CEO HYPE Project memberikan plakat kepada Triyono juara JACOWEEK Cups of Awesomeness 2017.

Triyono menerima plakat JACOWEEK People’s Choice Cup 2017 dari Veronica Herlina, Direktur Eksekutif SCOPI.

Final Indonesia Aeropress Championship 2017

Selain itu JACOWEEK 2017 juga diramaikan dengan kompetisi Indonesia Aeropress Championship. Usai penyisihan di tiga regional terpilihlah 79 peserta yang lolos ke babak penyisihan nasional. Damaring Kalpika dari Yogyakarta terpilih sebagai juara pertama IAC 2017. Sementara, juru sangrai Jaya Pranata dari 38 Coffee Lab Medan meraih juara kedua dan Sigit Tri penyeduh rumahan dari Malang meraih juara ketiga.

Damaring Kalpika, Juara Pertama IAC 2017.

Jaya Pranata juara ke-dua IAC 2017.

Sigit Tri, juara ke-tiga IAC 2017.

Aktif sebagai juru sangrai sejak satu tahun lalu di rumah sangrai miliknya sendiri Koffiesome Roastery di kota Yogyakarta, Damar mengaku sudah menemukan resep seduh untuk kompetisi usai lolos di penyisihan regional. Damar pun mengungkapkan resep seduh yang membuatnya lolos menjadi juara nasional IAC 2017 kepada tim kopikini.com.

“Sebenarnya saya menggunakan teknik konvensional, 25 gram kopi, giling agak kasar, diseduh pre-infuse pakai air 60ml, setelah 25 detik aduk 5 kali, langsung cepat tambah air 250ml, di detik ke 45 kita aduk sambil cium aroma. Jika aromanya sudah pas, sudah cocok dengan yang kita cari udah mulai di-press.” Ungkap Damar. “Di-press-nya 1,5 menit. Setelah itu dituang, diicip, kalau kurang tambah volume air lagi, kalau sudah pas sajikan ke juri.”

Dengan sistem penjurian buta, pada babak final ketiga juri Resrianri Triane (Q Grader), Stefan Setiadi (pemilik Two Hands Full), dan Prawira Adiguna (Juara IAC 2016) memilih tiga cangkir kopi berbeda. Sehingga dibutuhkan peran juri ke-empat untuk memilih yang terbaik dari tiga hasil seduhan para finalis.

“Dari ketiga kopi yang saya cupping memang ketiganya memiliki karakter yang benar-benar mirip ya, intensitasnya mirip dan balance-nya mirip. Nah cuma akhirnya saya harus memutuskan satu dan pada akhirnya kopinya Damar memang di antara semua secara score balance dia yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. Jadi saya memutuskan untuk memilih kopi si Damar.”, ujar Willy selaku pemimpin juri yang menjadi juri ke-empat.

Willy juga mengaku bahwa penjurian pada saat penyisihan 27 besar hingga final lebih sulit. Tiap peserta dinilai memiliki kemampuan yang hampir sama dengan hasil seduhan hampir serupa.

Sebagai juara nasional Damaring Kalpika akan menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi internasional World Aeropress Championship 2017 di Seoul, Korea Selatan, pada awal November nanti.

Berterimakasih kepada teman-temannya di Yogyakarta yang membantunya berlatih hingga menjadi juara, Damar mengaku ingin lekas kembali ke kotanya untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional.

“Saya pingin latihan lagi sama temen-temen saya di Jogja. Mereka orang-orang yang bisa upgrade skill saya. Hasil saya hari ini juga berkat teman-teman saya di Jogja. Karena kita sering latihan bareng, sering evaluasi bareng.” Damar mengungkapkan saat diwawancara oleh tim kopikini.com usai dinobatkan menjadi juara nasional.

Hiruk pikuk industri kopi Indonesia tergambar jelas dalam tiga hari di JACOWEEK 2017 akhir pekan lalu. Dengan hadirnya seluruh penggiat kopi Nusantara dari hulu hingga ke hilir diharapkan kopi berhasil meraih apresiasi yang patut didapatkan.

 

(Liputan, tulisan, dan suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply