Hitam tak selalu melambangkan kegelapan dan kejahatan. Meski hitam, kopi menunjukkan banyak manfaat dalam berbagai penelitian. Selain dapat menurunkan risiko diabetes, kopi juga bermanfaat mencegah kanker, penyakit jantung, hingga alzheimer. Penelitian terakhir dari Stanford University bahkan menunjukkan bahwa kopi juga dapat membuat penikmatnya panjang umur.

Stanford University meneliti hal ini selama bertahun-tahun dengan berfokus pada contoh darah, data, dan sejarah medis lebih dari 100 orang. Mark Davis, salah satu peneliti senior dalam penelitian ini, mengakui ada keuntungan langsung dari mengkonsumsi kafein.

“Bahwa ada kemungkinan sebuah minuman yang diminum banyak orang—dan betul-betul digemari—bisa punya manfaat langsung, itu cukup mengejutkan buat kami,” ujar Mark Davis, yang memberi catatan bahwa penelitiannya ‘tidak membuktikan hubungan sebab akibat’. “Yang kami tunjukkan adalah hubungan antara konsumsi kafein dengan panjang umur. Dan melalui tes laboratorium, kami menunjukkan bagaimana hal ini bisa terjadi.”

Mark lalu menjelaskan, bahwa penyakit yang identik dengan penuaan —termasuk berbagai jenis kanker, alzheimer, penyakit jantung, osteoarthritis, dan depresi— sesungguhnya adalah hasil dari peradangan kronis. Melalui penelitiannya, Mark Davis dan timnya menunjukkan bahwa kopi dapat menghambat efek peradangan kronis yang muncul pada kebanyakan orang-orang lanjut usia ini.

“Sudah lazim diketahui bahwa asupan kafein berkaitan dengan umur panjang,” ujar David Furman selaku pemimpin penelitian. “Banyak penelitian yang menunjukkan hal ini. Dan kami menemukan alasan kenapa hal ini bisa terjadi.”

Di sisi lain, penelitian lain dari Harvard menyatakan bahwa mereka tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan peningkatan kematian akibat penyakit kanker atau jantung. Ahli nutrisi Harvard, Dr. Rob van Dam, menegaskan hal ini.

“Kami tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dengan peningkatan risiko kematian apapun, termasuk dari kanker atau penyakit kardiovaskular,” tegas Dr. Rob van Dam. Ia menambahkan, bahkan orang-orang yang mengkonsumsi kopi hingga enam cangkir kopi per hari tidak memiliki resiko kematian lebih tinggi.

Lalu, apa yang membuat kopi sering disalahkan sebagai penyebab banyak penyakit atau kematian di usia muda?

1) Ngopi Sambil Merokok

Yha. Sulit dihindari memang.

Kalimat yang mengandung cibiran seperti ‘Ngopi kok gak ngerokok?’ cukup akrab di telinga. Konon, dari zaman kakek sedang memperjuangkan kemerdekaan, teman ngopi ya tembakau. Namun, Coffeemates, si tembakau inilah sang biang keladi.

Menurut American Lung Association, setidak-tidaknya ada 600 bahan utama rokok yang menghasilkan 69 racun penyebab kanker.

2) Pagi Sebelum Kerja Ngopi, Pulang Kerja Minum Alkohol

Lagi-lagi, kopi disalahkan. Biasanya, orang rumah dan orang kantor hanya tahu kebiasaan ngopi-nya. Kebiasaan nongkrong di malam selepas kerja sambil menenggak minuman alkohol? Hanya teman sepermainan yang tahu. ‘Teman tapi minum’, yang selalu ada di mana alkohol ada.

Alkohol sering menjadi biang keladi penyakit hati. Organ hati, bukan iri hati. Karena alkohol, organ hati yang bertugas menetralisir racun dalam tubuh harus bekerja lebih keras. Jika diibaratkan dengan mesin, bekerja yang terus menerus tanpa henti akan suatu waktu ‘lelah’ dan berhenti berfungsi pada akhirnya.

3) Minum 300 Cangkir per Hari

Meskipun kamu bercita-cita menjadi penulis paling produktif sepanjang sejarah, Coffeemates, tidaklah perlu meniru Honoré de Balzac. Konsumsi kopi berlebihan seperti ini justru dapat menyakiti diri sendiri.

Jika di akhir hari kamu mulai merasa tubuh bergetar atau tremor di mana-mana, sulit tidur, atau merasa stress dan tidak nyaman, sudah jelas kamu minum terlalu banyak kopi. Menurut salah satu artikel di mayoclinic.org, jumlah maksimal kafein yang aman dikonsumsi dalam sehari adalah 400 miligram,  atau setara dengan 4 hingga 5 cangkir.

Menurut Dr. Rob van Dam sang ahli nutrisi Harvard, tak perlu berhenti minum kopi jika asupan kopi sangat penting untuk mengisi hari-harimu. Dengan catatan, jagalah gaya hidup sehat. Olahraga teratur yang diikuti dengan konsumsi buah dan sayur selalu disarankan oleh para ahli kesehatan. Kemudian, perlahan-lahan, berhentilah mengkonsumsi alkohol dan rokok. Selain ginjal dan hati, niscaya uang jajan pun akan lebih banyak tersimpan.

Sumber: thedailypedia.com

(Disadur dari dailycoffeenews.com, med.stanford.eduhsph.harvard.edu,
nbci.nlm.nih.gov, lung.org, & mayoclinic.org.

Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Gambar ilustrasi disadur dari thedailypedia.com.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply