Ada sebuah cerita, tentang seorang wanita muda yang ingin membuat dunia menjadi tempat hidup yang lebih baik di tengah persaingan hidup yang ketat di kota besar. Setiap pagi, ia selalu memulai harinya dengan berdoa:

“Ya Tuhan Semesta Alam,
berikan saya kopi untuk merubah hal-hal yang bisa saya ubah
dan berilah saya whiskey untuk menerima hal-hal yang tidak bisa saya ubah.”

Di sudut lain bumi ini, rupanya ada yang sudah menggabungkan keduanya sejak tahun 1942. Sebutlah, seorang koki di sebuah rumah makan di Bandar Udara Shannon, County Clare, Irlandia. Suatu hari ketika cuaca sedang tidak bersahabat, sebuah pesawat menuju New York terpaksa dibatalkan. Para penumpang terlantar pun harus menunggu lama sampai cuaca cukup baik untuk penerbangan berikutnya. Koki bernama Joe Sheridan ini kemudian berinisiatif untuk menghangatkan para penumpang yang terdampar di restorannya, dengan menyajikan Irish Coffee temuannya.

Ketika salah seorang dari penumpang bertanya apakah kopi yang diminumnya berasal dari Brazil, Sheridan menjawab dengan bangga,

“Bukan, ini bukan dari Brazil, ini adalah kopi Irlandia.”

Seketika kopi buatan Sheridan, yang dicampur dengan krim, gula, dan whiskey itu, menjadi minuman andalan para penumpang yang menunggu pesawat di Bandara Shannon.

Sajian Irish Coffee di ajang lomba barista sedunia, World Coffee in Good Spirits 2015, yang memadukan alkohol dengan kopi.

Tahun 1952, Stanton Delaplane seorang travel writer dari San Fransisco menemukannya. Sangat menyukai kopi yang ia cicipi di bandara tersebut, begitu sampai di San Fransisco Delaplane segera membujuk kafe The Buena Vista Cafe langganannya untuk membuat minuman baru ini.

Jack Koeppler, bartender di kafe tersebut, langsung mengamini permintaan Delaplane. Sayangnya, krim yang seharusnya menjadi bagian dari kopi ini menolak untuk tetap mengambang dan selalu ambyar ke dasar cangkir. Atas saran Delaplane, Koeppler pun terbang ke Irlandia demi menanyakan langsung resep minuman penghangat jiwa dan raga ini.

Saat ditanya cara membuat Irish Coffee tanpa membuat krimnya tenggelam ke dalam cangkir, Sheridan mendeskripsikannya dengan sederhana:

Krim – sekaya aksen Irlandia;

Kopi – sekuat tangan yang bersahabat;

Gula – semanis lidah wanita penggoda;

Whiskey – selembut kearifan lokal.

Jack Koeppler lalu memutuskan untuk mengajak Joe Sheridan bekerja di The Buena Vista Cafe. Sepanjang 60 tahun terakhir, kafe ini sudah menjual 30 juta Irish Coffee.  Fenomenal dan banyak membuat hari seseorang menjadi lebih baik, lahirlah National Irish Coffee Day yang dirayakan di Irlandia setiap tanggal 25 Januari untuk memperingati kehadiran Irish Coffee di daftar menu.

Mungkin terinspirasi dari kopi Irlandia, Jack Daniel’s mengeluarkan produk baru bertajuk Jack Daniel’s Tennessee Whiskey Coffee pada bulan Desember lalu. Untuk menikmati biji kopi arabika medium roast yang sudah disesapi oleh Jack Daniel’s Old No.7 Tennessee Whiskey ini, kamu tidak perlu takut mabuk ketika menikmati Jack Daniel’s di pagi hari sebelum beraktifitas. Biji kopi ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Hanya aroma, rasa, dan sensasi dari whiskey saja yang terasa tanpa efek ‘goyang’ setelahnya.

Dengan ataupun tanpa alkohol, kopi dan whiskey memang ditakdirkan untuk bersama. Kecocokan cita rasa di antara mereka terlampau kuat. Ajang lomba barista sedunia yang mengawinkan keterampilan barista & bartender sekaligus, World Coffee in Good Spirits, jadi bukti nyatanya. Selama lima tahun terakhir, setiap pemenang WCIGS memilih Irish Coffee untuk mereka sajikan sebagai minuman panas andalan.

George Koustoumpardis, juara World Coffee In Good Spirits 2015 asal Yunani, saat meracik Irish Coffee di babak final.

Nah, Coffeemates.
Pilihan untuk menghayati kopi lebih dari sekadar minuman pagi kini tersaji.
Ingin menikmati perpaduan kopi dan whiskey sebagai ritual pagi, atau penutup hari?
Coffeemates yang memutuskan.

 

(Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.

Disadur dari mywebtimes.com, tennessean.com,
irelandwhiskeytrail.co, & perfectdailygrind.com.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply