Kopi seringkali digadang-gadang sebagai biang segudang penyakit.  Kanker, salah satunya. Kini, setelah berkali-kali menerima vonis sebagai penyebab kanker oleh sejumlah penelitian, kopi malah terbukti dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Sebelumnya, The Internasional Agency and Research on Cancer (IACR) menyatakan bahwa kopi berpotensi memiliki zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.  Dalam ulasan terbarunya, IACR sebaliknya menyatakan bahwa kopi ‘tidak terbukti memiliki efek karsinogen’. Turut merevisi pernyataannya, divisi kanker dari organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa kopi ‘tidak terbukti menyebabkan kanker’.

“(Hal ini) bukan berarti bahwa kopi benar-benar aman,” jelas Dana Loomis dari IARC kepada Reuters. “Lebih kepada simpulan, bahwa kini kita tidak perlu terlalu khawatir akan risiko kopi seperti sebelumnya.”

Lewat penelitian terbarunya, IACR malah menemukan bahwa kopi nyatanya punya bakat untuk mengurangi risiko peningkatan beberapa jenis kanker.  Dalam hasil penelitian pada tahun 2016, IARC menemukan bahwa konsumsi kopi justru dapat mengurangi resiko kanker hati.

Menguatkan temuan IARC, sekelompok peneliti di Hong Kong menemukan bahwa peminum kopi yang mengkonsumsi empat cangkir kopi dalam seminggu memiliki resiko 59% lebih rendah mengembangkan kanker hati dalam tubuhnya, dibanding yang bukan peminum kopi.Lebih lanjut, resiko berkembangnya hepatitis C menjadi kanker dapat menurun sampai 22% untuk setiap cangkir yang dikonsumsi. Sementara, jika dikonsumsi setidaknya tiga cangkir sehari, kopi dapat mengurangi resiko hingga 62%.

Asosiasi kopi nasional AS (The U.S. National Coffee Association) dengan senang hati menyambut pernyataan IARC ini sebagai “berita baik untuk para peminum kopi”.

Sudahkah Coffeemates minum kopi hari ini?

Kopi, untungnya, tak lagi jadi sumber masalah. Namun IARC mengingatkan, pada dasarnya minuman apapun yang terlalu panas—sekitar 65 derajat celsius ke atas—termasuk air, teh dan minuman lainnya dapat menyebabkan kanker esofagus atau kanker kerongkongan.

“Temuan-temuan kami menyiratkan bahwa meminum minuman yang sangat panas bisa jadi salah satu penyebab kanker esofagus,” ujar direktur IARC, Christopher Wild, dikutip dari Reuters. “Juga, bahwa temperatur minumanlah yang lebih mungkin jadi penyebab kankernya. Bukan minuman itu sendiri.”

Solusinya? Dinginkan kopimu sejenak, Coffeemates. Setidaknya, begitulah usul dari WHO.

“Dari kami, sederhana saja: dinginkan dulu minuman yang masih panas,” ujar juru bicara WHO, Gregory Hartl kepada Reuters.

Biar lidah nggak melepuh juga.

Tidak Hanya Diminum

Rupanya, aksi kopi melawan kanker tidak hanya terjadi ketika diminum. Melalui gerakan ‘Coffee Morning’ yang digagas Macmillan Cancer Support, kopi mampu menggerakkan khalayak untuk punya kepedulian lebih terhadap penderita kanker.

Idenya sederhana. Mereka yang diundang untuk menikmati kopi di ajang ‘Coffee Morning’ turutdiajak untuk menyumbang dana lewat Macmillan Cancer Support, sesuai dengan harga kopi yang mereka nikmati saat itu.

Ternyata ide ini sangat efektif. Pertama kali diadakan secara kecil-kecilan pada tahun 1990, ‘Coffee Morning’ hingga kini rutin diadakan dalam skala nasional dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak £138 juta. Dana ini  sepenuhnya disambungkan kepada Macmillan Cancer Support.

Sejak tahun 2016 sampai 2018 nanti, Hari Kanker Sedunia mengambil tema “We can. I can.” (‘Kita bisa. Saya bisa’). Semangatnya adalah untuk mengajak setiap individu ikut berpartisipasi meringankan beban para penderita kanker di seluruh dunia. Yayasan Kanker Dunia berkeyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk ikut serta meringankan beban akibat dari kanker pada individu, keluarga dan komunitas.

Di Indonesia sendiri, kanker payudara merupakan kanker dengan jumlah penderita terbanyak. Karena keterlambatan diagnosis, penderita kanker payudara lazimnya ditemukan sudah pada stadium lanjut. Sebagai bentuk kepedulian, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan kegiatan Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim) pada tanggal 3-5 Februari 2017.

Mencegah sejatinya lebih baik daripada mengobati. Di Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari ini, Coffeemates dapat mengingatkan orang-orang terdekat Coffeemates untuk melakukan pencegahan kanker sejak dini. Agar rileks, sesaplah secangkir kopi untuk menemani.

(Tulisan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia,
suntingan oleh Klara Virencia;

Disadur dari reuters.com, coffeeandhealth.org,
coffee.macmillan.org.uk, & worldcancerday.org)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply