Sebagai penyelenggara rangkaian lomba kopi nasional Indonesia Coffee Events (ICE) 2017, Cindy Herlin Marta memahami derita para calon pesertanya. Ia sendiri pernah turun sebagai peserta di cabang lomba cicip kopi bertajuk Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC). Sebulan sebelum tanding, Cindy kali itu puasa makanan pedas, berpenyedap, ataupun asin. Dengan cara itu, Cindy menetralkan lidahnya.

“Susah sih, to be honest,” aku Cindy, mengingat pengalamannya. “Jadi, lo nggak boleh ngerasain sesuatu yang ada yang dominan. Sayur aja dimasak ya udah, tok. Makan aja gitu kayak kambing.”

Ketua ICE 2017, Cindy Herlin Marta pernah puasa sebulan demi menetralkan lidahnya saat bertanding ICTC.

Para peserta ICTC tengah menyicip kopi di babak penyisihan regional Timur (Eastern Championships), Desember lalu.

Indonesia Cup Tasters Championship (ICTC) merupakan cabang yang sangat menuntut kepekaan lidah pesertanya. Mengacu pada laman resmi World Cup Tasters Championship, pencicip yang ideal sejatinya memiliki kemampuan mencium (smell), merasakan (taste), perhatian (attention), dan pengalaman (experience) yang sudah sangat terlatih. Sementara, pencicip unggulan adalah pencicip yang mendemonstrasikan kecepatan (speed), kemampuan (skill), dan keakuratan (accuracy) dalam memecah perbedaan rasa dalam kopi-kopi spesial (specialty coffee) di hadapan mereka.

Setelah menetralkan lidahnya dengan puasa, barulah Cindy melatih kepekaan lidahnya secara intensif.

“Idealnya, kalo lo mau jadi champion ICTC, latihannya sedikit mirip kayak lo ikut Q (sertifikasi Q-grader, pencicip kopi profesional—red),” jelas Cindy. “Lo harus cupping (cicip—red) air. Cupping air itu bener-bener yang sampe [latihan] di tempat yang gelap.”

Mengacu pada peraturan World Cup Tasters Championship 2016 yang menjadi rujukan resmi ICTC, peserta ICTC akan disediakan 8 buah segitiga yang terdiri dari 3 cangkir kopi di setiap segitiga. Pada tiap segitiga, terdapat 1 cangkir kopi yang rasanya berbeda dari 2 cangkir lainnya. Peserta pun ditantang untuk mencari si cangkir berisi kopi dengan rasa beda sendiri itu dari setiap segitiga, dalam waktu 8 menit.

Perkaranya, ketiga cangkir kopi dalam satu segitiga bisa saja berisi seduhan dari biji kopi yang sama. Hanya metode seduhnya yang berbeda. Di sinilah, ketajaman indera pengecap dan penciuman peserta diuji.


Tren ICTC Tahun Ini

Tahun ini, ICTC 2017 Western Championships menjadi cabang perlombaan dengan peserta terbanyak setelah Indonesia Brewers Championship (IBrC). Menurut Ketua ICE 2017 Cindy Herlin Marta, yang memaparkan tren peserta ini pada Selasa (10/1) lalu, modal yang dibutuhkan peserta ICTC memang jauh lebih ekonomis dibandingkan cabang-cabang lain.

Indonesia Barista Championship (IBC), misalnya, menuntut pesertanya untuk mencari dan mempelajari biji kopi yang tepat untuk kopi yang ingin mereka presentasikan. Sementara di ICTC, para peserta hanya butuh sendok cupping untuk menyicip kopi.

Tren peserta ICTC tahun ini, khususnya di regional Barat, juga bergeser. Di tahun-tahun sebelumnya, peserta ICTC banyak datang dari pelaku industri kopi yang bersentuhan langsung dengan beras kopi (green beans), seperti pemanggang kopi (roaster) ataupun petani. Di babak penyisihan regional Barat (Western Championships) kali ini, ICTC sukses memikat banyak peserta dari kalangan barista.

Harusnya, SOP semua coffee shop itu mereka (barista—red) harus melakukan cupping,” jelas Cindy, menjelaskan fenomena maraknya barista yang ikut ICTC tahun ini. “Jadi, mereka bakal ngerasa ini yang paling simpel (di antara semua cabang—red). “

Setelah menyelenggarakan babak penyisihan di regional Indonesia Timur pada tanggal 2-4 Desember 2016 lalu di Sanur, Bali, Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 akan menyeleksi pencicip kopi terbaik dari regional Barat kurang dari sebulan lagi. Ajang ICTC 2017 Western Championships akan diadakan pada 10-12 Februari 2016 mendatang di Kuningan City, Jakarta.

(Ditulis oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply