Belum ke Bali kalau belum ke Mangsi. Kafe yang terletak di Jalan Merdeka X, Denpasar Selatan ini juaranya kopi Bali. Kedai kopi yang sudah 12 tahun berdiri ini pede saja hanya menjual kopi bali. Uniknya, kopi-kopi ini punya campuran rempah-rempah khas bali di dalamnya. Hasilnya? Rasa yang sangat kental dengan cita rasa Bali.

“Kopi signature kami, itu,” jelas sang pemilik, Windu Segara.

Viva Barista - Bali-14 (resized)

Viva Barista - Bali-16

Sejak 2004, produk Mangsi coffee sudah setia mejeng di pasar-pasar oleh-oleh. Dulunya, Mangsi memang cuma sebentuk pabrik kopi. Dengan produksi kopi 3,5 ton per bulan, Mangsi bisa mandiri menyuplai kopi untuk pasar modern, pasar tradisional, dan kedainya sendiri.

‘Mangsi’ sendiri berarti bagian gosong panci yang terbakar api. Jaman dulu, orang-orang Bali suka mengoleskan abu gosok panci ini ke dahi anak-anak yang pergi bermain keluar. Konon, abu dari  ‘mangsi’ itu berkhasiat mengusir setan.

Windu sendiri berharap kedainya bisa jadi tempat nongkrong lokal yang positif di luar rumah. Mengusung slogan ‘Kopi Lokal, Usaha Lokal, Pemilik Lokal, Wajah Lokal, Lokal Bali‘, Windu Segara sang pemilik punya cita-cita pribadi.

”Orang pribumi pun bisa survive dengan produk aslinya,” ungkap Windu. Meski populer, Windu belum kepikiran untuk buka cabang di luar Bali.

Viva Barista - Bali-15 (resized)

“Saya berangkat dari Bali dan untuk Bali saja dulu. Supaya bener-bener Mangsi jadi ikonnya Bali,” imbuh Windu. “Kalau saya bawa keluar, nggak ada lagi alasan orang untuk datang cari Mangsi.”

Viva Barista - Bali-19

Disadur dari VivaBarista (Annisa ‘Abazh’ Amalia, Gianni Fajri,
Handoko Hendroyono, & tim Maji Piktura)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply