Coffeemates!

Maniskan kopimu tanpa gula dengan cara sederhana ini: dengarkan musik bernada ‘manis’.

Serius.
Kalian kira ini mengada-ada?
Yuk mari, kita coba bersama.

Pertama-tama, seruput kopimu seperti biasa. Hapalkan rasanya sampai menempel di kepala.

Kedua, coba seruput beberapa teguk kopimu sembari mendengarkan potongan suara ini:

Terasa ada yang berbeda?
Sekarang, teguk kopimu sembari mendengarkan klip yang ini:

Bagaimana, Coffeemates?

Menurut Tanya Basu, yang pertama kali melempar ide ini dalam artikel dalam New York Magazine, klip pertama yang bernada rendah ‘akan membuat seruputanmu terasa lebih pahit’. Sementara, klip kedua yang bernada lebih tinggi alias bernada ‘manis’ akan membuat seruputanmu terasa manis pula.

Penasaran, salah satu staf Kopikini.com mengajukan dirinya jadi kelinci percobaan. Berdasarkan pengakuan yang disampaikan lewat voice message Whatsapp berdurasi 18 detik, beliau terdengar seperti bocah habis nonton sulap. Menurutnya, ‘efeknya langsung berasa’. Meski, ia melanjutkan, ia justru lebih suka efek klip pertama, alias yang lebih pahit. Maklum, masa lalunya cukup kelam. Catatan medisnya menunjukkan jejak-jejak kecanduan kopi liong bulan.

Bukan sulap bukan sihir, ada penjelasan medis di balik semua ini.

“Karena secara alami kita mengaitkan lagu tertentu dengan rasa ‘manis’,” jelas Qian ‘Janice’ Wang, peneliti psikologi eksperimental di University of Oxford. “Jadi, mendengar lagu-lagu ‘manis’ ini dapat membuat kita lebih fokus pada rasa manis dalam makanan ataupun minuman.”

Eksperimen suara dan rasa berjudul ‘Sonic Seasoning’ ini sendiri adalah karya kolaborasi antara pembawa acara podcast radio The Sporkful, Dan Pashman, dengan profesor psikologi eksperimental dari Oxford, Charles Spence. Semenjak penelitiannya tentang bagaimana bunyi ‘kriuk’ mempengaruhi kenikmatan makan kripik kentang yang merebak di tahun 2004, Spence disebut-sebut sebagai pakar peneliti ‘hubungan antara suara dengan cita rasa dalam kepala manusia’.

Turut mengamini penelitian Spencer, maskapai British Airways langsung memanfaatkan penelitian Spencer untuk mengakali rasa makanan yang kerap terasa ‘aneh dan hambar’ akibat efek ketinggian. British Airways pun menciptakan playlist khusus untuk menajamkan cita rasa para penumpang pesawat selama penerbangan.

Tidak tanggung-tanggung, sebuah kedai di Shanghai, Cina, bahkan khusus menciptakan gelas minum kopi yang akan menyetel lagu-lagu bernada ‘manis’ saat diisi oleh kopi tanpa gula. Sayang, belum ada tanda-tanda gelas ajaib ini akan hadir di Indonesia.

Iya, beneran bisa bunyi.

Nah, Coffeemates.
Kali berikut kalian datang ke kedai kopi, simaklah musik yang tengah diputar.
Bisa jadi, rasa-rasa buah yang tersimpan dalam secangkir kopi spesialti yang kalian pesan tidak begitu kentara bukan karena salah si barista.

Kalau memang kalian sudah akrab dengan sang barista, maka bisikanlah lagu-lagu ‘manis’ yang sudah kalian siapkan sebelumnya dan rasakanlah bedanya.
Atau, jika sedang ingin menikmati sendiri, earphone kesayangan dan playlist andalan dapat selalu jadi jawaban.

Selamat menikmati!

(Tulisan & suntingan oleh Klara Virencia.

Informasi disadur dari nymag.com, geeksandbeats.com, greatist.com, & perfectdailygrind.com.
Foto-foto pendamping diambil dari video ‘Sonic Sweetener’, diunggah di YouTube oleh Channel CDC China
& dari artikel “How Music Changes The Taste of Coffee”, geeksandbeats.com.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply