Sebelum kita membahas varietas kopi yang jumlahnya mencapai ribuan di muka bumi ini ada baiknya kita mengenal apa itu kopi. Biji kopi yang kemudian digiling untuk minuman sesungguhnya adalah benih. Sementara, buahnya yang seringkali disebut cherry justru termasuk dalam keluarga berry dan jika ditarik lebih jauh hingga ke keluarga besar, kopi sejatinya termasuk dalam keluarga sayuran. Yha, baiq~

Termasuk anggota kerajaan sayur bukan buah.

Umumnya, hanya biji kopi yang kita nikmati sebagai minuman. Namun, di negara Yaman dan Bolivia usai dipisahkan dari bijinya, cherry kopi pun ikut diolah dan dikonsumsi. Rasanya lebih menyerupai teh daripada kopi dengan catatan rasa dan aroma buah-buahan lebih kuat. Kita mengenalnya dengan nama cascara. Kini, cascara pun mulai umum disajikan di beberapa kedai kopi di Indonesia.

Anatomi buah cherry kopi. Eh, sayur berry kopi. Eh, buah sayur cherry berry kopi. Aaaargh, teuing ah~

Kopi juga dikenal sebagai tumbuhan yang sangat pemilih. Kualitasnya sangat tergantung oleh ketinggian, cuaca, dan suhu yang tepat. Oleh karena itu kita mengenal sabuk kopi dunia (the bean belt). Nyatanya, kopi hanya bisa tumbuh dengan baik di negara-negara yang terletak dekat dengan garis ekuator.

Di antaranya: Indonesia, Papua New Guinea, Vietnam, India, Ethiopia, Kenya, Rwanda, Yaman, Uganda, Kolombia, Honduras, Brazil, Peru, Panama, Guatemala, Costa Rica, El Salvador, Hawaii, dan Australia.

Sabuk kopi dunia.

Varietas Kopi

Menurut ahli botanika Peter Baskerville, dari 25 spesies kopi hanya dua yang dibudidayakan untuk produksi komersil yaitu; Coffeea Arabica (arabika) dan Coffeea Canephora (robusta). Kita juga mengenal spesies Liberica, namun karena lemahnya karakteristik rasa dan kurangnya peminat spesies ini hanya memenuhi 2% produksi kopi dunia. Sementara arabika 70 % dan sisanya robusta. Adapun perbedaan antara arabika dan robusta adalah:

Arabika

  • Tumbuh di atas ketinggian 900 mdpl hingga 2200 mdpl
  • Rentan terhadap hama penyakit dan perubahan cuaca
  • Bentuk biji kopi lebih panjang dan lonjong
  • Jumlah kafein sekitar 1% dari berat biji kopi
  • Memiliki struktur kimia lebih kompleks sehingga kaya aroma dan rasa
  • Arabika memenuhi 70% produksi kopi dunia, Brazil adalah produsen utama

 Robusta

  • Dapat tumbuh di ketinggian 400 – 800 mdpl
  • Lebih kuat bertahan menghadapi gempuran perubahan cuaca dan hama penyakit
  • Bentuk biji kopi lebih kecil dan bulat
  • Jumlah kafein sekitar 2% dari berat biji kopi
  • Rasa cenderung lebih pahit dan tajam
  • Memenuhi sekitar 30% produksi kopi dunia, Vietnam adalah produsen utama

 

Varietas Arabika yang Perlu Kamu Kenal

Kopi arabika memiliki turunan ribuan varietas yang tersebar di seluruh sabuk kopi dunia. Pohon kopi menyerap mineral, protein, dan kualitas lain yang terkandung di dalam tanah oleh karena itu produksi kopi dari tiap negara memiliki karakter rasa berbeda. Berikut adalah beberapa varietas yang perlu kamu kenal, Coffeemates:

Typica

Ini adalah varietas pertama yang dibawa oleh bangsa Eropa ke negara-negara jajahannya di seluruh dunia. Typica adalah ibu dari hampir seluruh varietas yang ada saat ini. Berkarakter manis, rasa yang jernih, dan body seimbang.

Bourbon

Pada awal abad ke-18 Perancis menanam varietas Typica di sebuah pulau bernama Bourbon (sekarang Reunion; dekat dengan Madagaskar). Namun, Typica yang ditanam di pulau ini bermutasi dengan sendirinya dan menghasilkan varietas baru dengan rasa sedikit lebih manis dari ibunya.

Bourbon sendiri kemudian bermutasi lagi menjadi beberapa varietas yang menghasilkan cherry berwarna oranye dan kuning.

Ethiopia Heirloom

Ethiopia Heirloom adalah termasuk ke daalam varietas wildflower yang diturunkan dari hutan alami penuh kopi di bagian Barat Daya Etiopia. Sebagai negara tempat lahirnya kopi, Etiopia masih memiliki ribuan varietas asli yang tidak berasal dari Typica. Varietas ini masih memiliki sedikit informasi di level botanikal, sehingga diklasifikasikan menurut daerah tempatnya tumbuh seperti: Harar, Sidama, dan yang paling banyak dikenal Yirgacheffee.

Gesha (atau terkadang Geisha)

Dipercaya berasal dari Etiopia, namun kini, ia tumbuh di Amerika Tengah dan Selatan—terutama yang paling dikenal dari Panama. Termasuk varietas kopi yang paling mahal karena tak dapat tumbuh di sembarang tempat dan menghasilkan buah lebih sedikit dari varietas lainnya. Pada tahun 2010, beras kopi gesha paling baik terjual $170/0,5 kilogram. Keunikan rasanya yang begitu manis dengan kekayaan aroma floral membuatnya sangat diminati. Seringkali digunakan dalam kompetisi barista tingkat nasional maupun dunia.

SL-28 dan SL-34

Pada tahun 1930-an sebuah laboratorium di Kenya bernama Scott Laboratories berniat untuk mengembangkan varietas kopi yang memiliki daya tahan lebih kuat terhadap hama dan cuaca. SL-28 memiliki kelebihan tahan kekeringan dan SL-34 tetap dapat tumbuh subur meski curah hujan sangat tinggi. Keduanya dikenal memiliki karakter rasa buah-buahan, juicy, dan tingkat acidity yang kompleks. Meski demikian, SL-28 dinilai lebih superior di antara keduanya karena memiliki karakter rasa blackcurrant.

Timor Hybrid

Pada abad ke-19 penyakit karat daun menggempur seluruh perkebunan kopi Belanda di Indonesia. Sehingga, Belanda mengganti hampir seluruhnya dengan varietas robusta. Meski tahan terhadap hama namun memiliki kualitas lebih rendah dari arabika. Namun, beberapa pohon arabika dan robusta di pulau Timor justru kawin dan bermutasi menjadi varietas baru yang lebih tahan hama. Meski karakter rasa robusta masih mendominasi namun Timor Hybrid dapat dikawinkan dengan varietas arabika lainnya. Varietas ini kerap digunakan untuk mengembangkan varietas arabika baru yang memiliki kualitas lebih tahan hama.

Tekisik

Termasuk dalam keluarga Bourbon yang dibudidayakan di antara hutan-hutan Guatemala. Varietas ini dikenal dengan level acidity yang bertingkat-tingkat dengan rasa manis yang cukup kuat. Seringkali terasa seperti karamel atau gula merah.

Villalobos

Umum ditemukan di Indonesia. Pada masa kolonial Belanda menanamnya pertama kali sekitar tahun 1600-an. Merupakan turunan tipika dengan karakter rasa halus, beraroma floral, dan terkadang mengeluarkan rasa jeruk.

 

(Informasi disadur dari buku Coffee Nerd oleh Ruth Brow, espressocoffee.quora.com dan stumptowncoffee.com,

Tulisan dan suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto disadur dari espressocoffee.quora.com, westrockcoffee.com, dan crema.co)

 

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply