Coffeemates, jangan tanyakan apa yang sudah kopi berikan kepada kamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan kepada kopi.

Coba ingat, sudah berapa banyak pekerjaan yang selesai akibat tendangan kafein dalam secangkir kopi pagimu? Berapa banyak penderita sembelit yang bebas dari derita akibat secangkir kopi robusta? Atau berapa banyak hubungan cinta terjalin berkat obrolan hati ke hati saat ngopi?

Kopi sudah berperan terlalu banyak dalam kehidupan kita. Namun, apa yang sudah kita lakukan sebagai tanda terima kasih terhadap kopi?

Menanam kopi bisa menjadi solusi. Mengingat angka produksi kopi Indonesia berangsur menurun setiap tahunnya. Tentu, hal ini juga akan mempengaruhi penurunan riuh kedai kopi specialty di Indonesia yang kini kian bergairah.

Angka kedai kopi di Indonesia terus naik sejak lima tahun terakhir. Menurut artikel TirtoId (20/6/16), jumlah kedai kopi specialty dan kafe waralaba di Jakarta saja sudah lebih dari 1.000 gerai pada tahun 2016. Namun, menurut artikel kompas (6/1) target produksi kopi Indonesia tahun 2017 justru menurun.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang, mengungkapkan target tahun 2017 diharap dapat menembus angka 637.000 ton. Sementara pada tahun 2016, produksi kopi dapat mencapai angka 639.000 ton.

Menurut ketua SCAI, Syafrudin, saat ditemui tim kopikini.com dalam Konvensi Kopi Teh dan Coklat pada bulan Mei lalu, penurunan angka produksi juga disebabkan oleh banyaknya pohon kopi yang sudah terlalu tua. Syafrudin mengungkapkan, selain masalah lingkungan dan pemanasan global, banyak perkebunan kopi di Indonesia yang memang membutuhkan peremajaan atau penanaman ulang.

Namun, berdasarkan data dari National Coffee Association USA setelah ditanam pun masih dibutuhkan waktu tiga hingga empat tahun lagi bagi pohon kopi sebelum dapat menghasilkan buah. Belum lagi ditambah ancaman cuaca dan hama yang juga akan mempengaruhi hasil produksi nantinya.

Berangkat dari kekhawatiran ini, Chicco Jerikho, pemeran Ben dalam Filosofi Kopi 2: Ben & Jody mengajak para Coffeemates untuk ikut membantu meningkatkan produksi kopi Indonesia sejak dini. Chicco Jerikho dalam Gala Premiere film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody pada hari Kamis (6/7) lalu, mengatakan setiap kamu membeli satu tiket film kamu juga menyumbang satu benih kopi bagi petani kopi Indonesia.

Chicco Jerikho dan Rio Dewanto pemeran Ben & Jody saat Gala Premiere Film FilosofI Kopi 2: Ben & Jody

“Harapannya message-nya sampai. Terutama part ketika Bapak Ben ngomong ‘apa yang lebih penting dari menyeduh kopi adalah menanam kopi’.” Chicco Jerikho bercerita kepada tim kopikini.com saat dikonfirmasi melalui telepon pada hari Senin (10/7). “Karena saat ini anak-anak petani kopi sendiri pun mulai enggan untuk meneruskan profesi orang tuanya yang nantinya juga akan mempengaruhi produksi kopi Indonesia.”

Keengganan untuk menjadi petani kopi bisa jadi bukan tanpa sebab. Menurut artikel dari PerfectDailyGrind (6/7), studi terbaru mengungkapkan kesejahteraan petani kopi di seluruh dunia masih sangat rendah. Hal ini juga digambarkan dalam film pendek Filosofi Kopi: The Goodwill, karya Sabrina Rochelle Kalangie.

Film pendek ini menggambarkan petani kopi yang hanya menerima bayaran Rp 15.000/ kg biji kopi. Sementara satu cangkir kopi di kedai bisa mencapai puluhan ribu. Sebagai pecinta kopi, Ben (Chicco Jerikho) & Jody (Rio Dewanto) pun mencari cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah satunya dengan memberikan alat sangrai kopi dan melatih cara menggunakannya. Alhasil, perlahan sang petani kopi dapat memperbaiki harga jual biji kopinya yang berlanjut pada peningkatan kesejahteraan hidup.

Tak hanya di dalam film, Chicco Jerikho melakukan hal serupa saat berulang tahun ke-33 pada tanggal 3 Juli lalu. Ia meminta kado ulang tahun berupa donasi untuk membeli alat sangrai kopi manual bagi kelompok petani Gunung Merapi.

Melalui donasi yang dapat diberikan melalui web KitaBisa dengan tajuk KadoUltahBen ini Chicco berharap dapat mengumpulkan sebesar Rp 33.000.000 demi meningkatkan kesejahteraan warga desa Sidorejo, di lereng Gunung Merapi.

Coffeemates, petani adalah kunci. Membantu petani kopi adalah salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita terhadap kopi. Tanpa petani, secangkir kopi bisa jadi absen dalam keseharian kita. Meminjam ungkapan dari film Filosofi Kopi 2, seorang petani kopi sejatinya adalah seorang pemulia benih.

Pemeran, penulis, sutradara, dan produser dari film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody memberikan sambutan sebelum pemutaran perdana.

Film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody karya sutradara Angga Dwimas Sasongko dapat kamu saksikan di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 13 Juli 2017 nanti. Tokoh-tokoh utama dalam film ini diperankan oleh Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Luna Maya dan Nadine Alexandra. Dengan kemunculan aktor senior Tio Pakusadewo, komika Ernest Prakasa dan aktifis kuliner nusantara yang juga sangat aktif di sosial media Rahung Nasution.

Bapak Sutradara dan Ibu Produser. Angga Dwimas Sasongko dan Anggia Kharisma.

(Sumber data dari: tirto.od, kompas.com, perfectdailygrind.com

Liputan, Tulisan & Suntingan oleh Lani Eleonora

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas & Satria Lingga

Suntingan Foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply