Berangkat dari markas kopikini.com menuju Jl. Gandaria I No. 63, bisa menjadi perjalanan yang memancing darah tinggi. Beberapa titik kemacetan akibat perbaikan jalan harus ditempuh. Berjuang menembus rapatnya barisan kendaraan bermotor yang mengepulkan asap karbon pun bukan perkara yang mudah dihiraukan.

Namun Coffeemates, begitu sampai tujuan dan membuka pintu kaca dengan gagang kayu kokoh dari kedai kopi One Fifteenth, sergapan karbon pun perlahan menguap. Dengan kesegaran barisan tanaman hias di tiap sudut dan tengah ruangan, One Fifteenth menjadi tempat singgah yang mampu melunturkan lelah.

Di tengah panasnya udara siang ibu kota, tanaman-tanaman kecil yang manis menghiasi setiap meja manjur memberi kesegaran. Hijau, pun asli tanpa kandungan plastik dan memproduksi oksigen sungguhan dalam wadah unik bernuansa kayu dan semen.

“Kebetulan memang owner-nya itu kan suka tanaman. Maksudnya, kalo tanaman, ngeliatnya juga kan jadi seger,” Angeline Theo selaku Store Manager kedai One Fifteenth menjelaskan kehadiran tanaman hijau di dalam kedai kopi ini. “Semua hidup. Kita gak suka tanaman plastik.”

Angeline Theo, Store Manager One Fifteenth.

Ruang Untuk Eksperimen dan Pengalaman Baru

One Fifteenth, yang mengambil nama dari formula rasio seduh 1:15, nyatanya memiliki filosofi yang lebih dalam. Bagi barista yang hendak mengulik biji kopi yang baru sampai di tangannya, rasio 1:15 adalah rasio standar yang biasa dipakai pertama kali untuk mengetahui karakter kopi. Dengan takaran, 1 gram kopi untuk 15 gram air.

Dari situ, barista akan berangkat untuk memaksimalkan rasa apapun yang ingin ia tonjolkan dari biji kopi itu sendiri. Selain sebagai titik ukur, satu banding lima belas rupanya juga jagi titik landasan bagi segenap barista One Fifteenth untuk mencoba hal baru.

“Nah, dua hal inilah yang pengen kita apply ke si 1/15 itu, makanya kita ambil namanya. Jadi, dalam arti kita pengen ini jadi tempat orang untuk pertama kali nyoba,” papar Angeline. “Siapa tau orang yang tertarik untuk coffee segala macem, mungkin bisa dicoba di sini. Experience yang baru dan juga eksperimen, gitu.”

Pengalaman baru dan ruang untuk bereksperimen lantas tergambar dalam menu minuman dan makanan yang dihadirkan. Berniat menghadirkan hal yang berbeda, tersedia menu Flight bagi Coffeemates yang ingin mencoba beragam pilihan biji kopi dalam berbagai olahan.

Di bar manual brew, pengunjung dapat memilh sendiri metode seduh dan biji kopi yang ingin mereka nikmati hari itu.

Menawarkan kemewahan untuk memilih, One Fifteenth menyediakan empat jenis menu Flight: Single-Origin Flight, Filter Flight, Espresso Flight, dan Espresso-Cappuccino Flight. Single Origin Flight terdiri dari 1 single origin yang dibuat menjadi espresso, cappuccino, dan seduhan filter. Filter Flight menyajikan dua kopi dengan teknik seduh manual yang sama namun dari biji kopi yang berbeda. Sementara, Espresso Flight menyajikan pilihan dua cangkir espresso dari dua biji kopi yang berbeda dan Espresso Cappuccino Flight yang menghadirkan espresso serta cappuccino dari biji kopi yang sama.

Lain lagi bagi Coffeemates yang merindukan kesegaran saat hari terik. Untuk kalian, One Fifteenth menghadirkan Rojali. Boleh jadi namanya tak semewah Flight, namun jangan dulu berasumsi sebelum mencoba sendiri minuman khas (signature drink) One Fifteenth ini.

“Rojali tuh Rock Java Lime, jadi itu cold brew dicampur lime juice, dikasih sparkling,” jelas Angeline. “Kalo simpelnya tuh kayak ice lemon tea versi kopi. Cold brew-nya kan kita buat sendiri dari 1/15 blend-nya.”

Biji Kopi Lokal & Luar Negeri

Sebagai salah satu kedai kopi pelopor kopi specialty, variasi biji kopi adalah modal utama. Selain untuk menyajikan rasa dan aroma yang berbeda, edukasi bagi para penikmat kopi mengenai varian biji kopi di seluruh dunia pun turut dihadirkan.

“Yang pasti kita gak cuma lokal dan juga impor. Tapi kita juga punya alasan kenapa gitu,” jelas Angeline. “Karena, menurut kita, sebenernya memang kualitas potensial kopi di lokal itu gede banget, cuman kadang-kadang kan kita memang butuh referensi dari luar. Karena kalo kita misalkan dari luar, kan bisa ada bayangan, ‘oh ternyata kopi tuh bisa kayak gini ya’.”

Anggara Rizky, kepala barista One Fifteenth yang berturut-turut menjadi juara ke-4, ke-3, dan ke-4 Indonesia Barista Championship 2013, 2014, dan 2015, kemudian turut menjelaskan soal varian biji kopi yang tersedia di kedai ini.

Anggara Rizky, barista kepala One Fifteenth.

House blend kita itu sebenernya full lokal ya. Jadi percampuran dari kopi Sunda dan Sumatra,” ujar Rizky.. “Itu—jadi beans andalan kita, karena setiap hari selalu kita sajiin. Selalu ada untuk 1/15 blend ini.”

Tak heran, kedai kopi ini tak pernah sepi pengunjung sejak mulai menerima pelanggan pukul 7.00 pagi setiap harinya. Terlebih, ketika akhir pekan. Bagi Coffeemates yang rindu menikmati kopi di tengah hijau ibukota, One Fifteenth mungkin bisa dijadikan pilihan alternatif berikutnya.

(Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply