Mampu mencuri perhatian seketika dengan pilihan warna yang tidak malu-malu, akhirnya Yellow Truck menjejakkan kakinya di ibukota. Jika Coffeemates berjalan-jalan di bilangan Tebet Raya, Jakarta Selatan, kamu akan menemukan sebuah kedai kopi dengan warna kuning benderang dengan tulisan ‘Yellow Truck’ besar-besar.

Bagi Coffeemates yang sering berkeliling kedai kopi di Bandung, nama Yellow Truck mungkin sudah akrab di telinga. Jumat (24/2) kemarin, Yellow Truck akhirnya membuka cabang ke-16-nya di Jakarta. Setelah sebelumnya membuka cabang di Jatinangor, Bogor. Depok. Solo, Yogyakarta, dan Lampung, kini Yellow Truck merambah ke jantung ibukota.

Menggaungkan tagline “Kopi Untuk Semua”, Yellow Truck menjanjikan kopi berkualitas dengan harga ekonomis bagi pelanggan yang hadir.

“Motivasinya untuk mengedukasi. Kalo minum kopi yang bener gak harus mahal kok,” ujar Devina Stefani selaku penggagas usaha ini dalam soft opening Yellow Truck di Jakarta, Jumat (24/2)

Didominasi oleh sajian kopi berbahan dasar espresso, kedai ini memiliki visi untuk mengenalkan citarasa kopi Indonesia dengan varian Bone-Bone dari Sulawesi. Seluruh minuman di tiap gerai kopi ini dibuat dari biji kopi Bone-Bone. Jika Coffemates kenal kopi Toraja, anggaplah ini saudara serumpunnya.

Namun, bukan berarti Coffeemates tidak dapat menemukan varian kopi lain. Untuk biji kopi single origin, Yellow Truck juga menyajikan biji kopi Dolok Sanggul dari Aceh dan kopi Garut, Jawa Barat, yang dijual dalam bentuk roasted beans.

Bagi penggemar seduhan manual di Jakarta, agaknya harap bersabar sebentar. Yellow Truck ingin memperkenalkan kopi berbahan dasar espresso terlebih dulu sebelum memanjakan pelanggan dengan seduhan manual.

“Kenapa gak masukkin manual brew dari pertama karena ingin memberikan edukasi yang baru kepada temen-temen bahwa espresso-base drink juga bisa dinikmati,” ujar Devina, yang berlatar belakang pendidikan di Seattle dengan budaya kopi yang kental di dalamnya.

Devina yang mulanya tidak tertarik dengan kopi, kemudian mulai ingin belajar soal industri kopi atas dorongan ayahnya. Setelah sebelumnya menggali ilmu dari mentor yang bergerak di industri kopi gelombang kedua (second wave), Devina pun memutuskan untuk membuat coffee laboratory di Bandung. Tanpa direncanakan untuk menjadi kedai kopi, Devina mengaku peluang untuk melahirkan Yellow Truck muncul dengan sendirinya.

Mengandung filosofi ‘fun’, ‘dinamis’, dan ‘berkesinambungan’, desain logo kedai kopi ini menggambarkan salah satu visi yang diangkat. Dengan lambang tanda ‘plus’ di antara titik-titik, Yellow Truck berniat membuat jejak di industri kopi Indonesia.

“Sebenarnya itu sebuah brand pattern. Ketika truck berjalan, rodanya meninggalkan jejak. Memang Yellow Truck ingin meninggalkan jejak positif di industri kopi Indonesia,” ujar Devina sambil mengundang tawa dengan mengibaratkan Yellow Truck sebagai Minions di dunia kopi.

Memutus Jarak Antara Pelanggan dengan Barista

Atas dasar konsep kedai kopi bernuansa nyaman dan kekeluargaan yang dikembangkan, Yellow Truck sengaja menjadikan barista sebagai pusat perhatian. Ketika membuka pintu masuk, yang pertama akan Coffeemates lihat adalah bar tempat barista dapat langsung menyapa.

Coffeemates juga diberi kemewahan berupa pilihan untuk membuat kopi sendiri atau langsung memesan, bayar dan menunjuk tempat duduk di manapun sesuka hati. Hal ini dimaksudkan untuk mencairkan batasan antara barista dengan pelanggan.

“Konsepnya open bar di semua cabang. Membuka kemungkinan untuk pengunjung jika ingin membuat kopi sendiri,” Devina menjelaskan.

Selain itu, pendekatan ini juga diharap dapat menghilangkan keengganan untuk bertanya bagi siapapun yang baru ingin mengenal kopi lebih dalam.

“Karena dunia kopi ini kan penuh dengan expert. Gimana caranya supaya orang-orang yang non-expert bisa into kopi juga.”, Devina menjelaskan.

Jika kita berkeliling ke tiap kedai Yellow Truck, konsep dan menu yang disajikan berbeda-beda. Semua disesuaikan dengan daerah di mana cabang kedai kopi ini dibuka. Senada dengan filosofi logo ‘Truck’, yang selalu bergerak dan mengikuti arah.

Jika Coffeemates termasuk yang ingin menikmati sajian kopi tanpa tekanan harus mengerti soal teknik pour over menggunakan kalita wave dan berbagai istilah coffee snob pada umumnya, Yellow Truck menyediakan tempat buat kamu.

“Kopi Untuk Semua, is what we dream of,” seru Devina, kembali menjanjikan kenyamanan untuk semua kalangan.

Yellow Truck Tebet
(samping Nasi Goreng Mafia)
Jl. Tebet Raya No. 27, Tebet Timur
Jakarta Selatan, 12820

(Liputan oleh Lani Eleonora & Klara Virencia;
tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Foto-foto & suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply