Lama berputar di sekitar Selatan Ibu Kota, bulan Agustus lalu tim kopikini.com pun memutuskan untuk sedikit melipir ke sebelah Barat. Sekaligus mengintip markas juara Indonesia Brewers Cup 2017, Harison Chandra, kami pun tiba di Ottoman’s Coffee Brewers. Karena terletak tepat di pinggir jalan raya, Coffeemates pun dapat menemukannya tanpa susah payah.

Ketika masuk kamu akan merasa nuansa kayu, pencahayaan yang hangat, dan piala yang berjajar di dinding seolah memikatmu untuk segera memesan kopi dengan pilihan biji kopi dari berbagai belahan dunia yang tersedia di sana. Seirama dengan nama yang dipilih, Ottoman’s Coffee Brewers tampak ingin menyebarkan virus kopi ke segala penjuru layaknya Kerajaan Ottoman Turki pada masa kejayaannya.

“Kita pilih Ottoman karena punya nilai sejarah yang bisa kita ceritain.”, Harison Chandra mulai bercerita bagaimana kekaisaran Turki ini begitu menginspirasinya. “Ke manapun rajanya itu berperang selalu dia wajibkan semua prajurit itu minum kopi dulu. Jadi waktu kerajaan ini menang perang—Turki menang perang daripada Eropa—mulailah influence Turki ini sampai ke negara Eropa. Kebetulan nama kerajaannya waktu itu Ottoman. Ottomans Empire.”

Berawal menjadi barista untuk dirinya sendiri ketika kuliah di Brisbane, Australia, Harison perlahan menumbuhkan kecintaannya pada kopi. Hingga pada bulan Februari 2016, Harison bersama empat temannya memutuskan untuk membuka Ottoman’s Coffee Brewers di Jl. Pluit Karang Utara, No. 119.

Ottoman’s Gerbang Menuju Juara Nasional

Mengaku baru benar-benar terjun dan belajar soal kopi saat membuka kedai ini, Harison rupanya sudah terbiasa ada di panggung kompetisi, mulai dari kompetisi musik hingga olahraga. Tak heran jika Harison pun penasaran untuk mencicipi panggung kompetisi kopi.

“Gue paling inget waktu di Living World. Waktu itu tahun lalu gue liat antusiasme orang, sampai orang harus duduk duduk di sana nontonnya. Dan gue pikir, oneday I’m gonna be there. One day I’ll be there just for experience.” Ujar Harison.

Harison Chandra, salah satu pemilik Ottoman’s Coffee Brewers.

Piala Juara Nasional yang seakan terus merayu mu untuk mencicipi tiap kopi yang disajikan di Ottoman’s Coffee Brewers.

Pertama kali mengikuti kompetisi seduh manual dan langsung menjadi juara bukanlah soal keberuntungan, namun juga hasil kerja keras. Hal ini juga menjadikan Harison sebagai wakil Indonesia untuk ajang World Brewers Cup (WBrC) 2017 di Budapest, Hungaria. Dengan bimbingan dari Tetsu Kasuya juara WBrC 2016, Harison pun berhasil menempati posisi ke-7 dunia.

“Dia dateng 2 kali ke sini paling banyak bantu gue dalam soal standart. Apa sih yang dicari di world stage. Setinggi apa sih standart-nya?” Harison menuturkan bagaimana Tetsu membantunya dalam persiapan menuju kompetisi dunia. “Gua sama Testu bisa bekerja sama dengan baik karena Testu bukan tipe orang yang mau kasih tau—lo harus begini lo harus begitu—dia ngebiarin gue mencoba dengan cara gue sendiri. Pilih beans sendiri. Dia cuma kasih pendapat.”

Harison dalam kompetisi Indonesia Brewers Cup 2017.

Untuk persiapan menuju kejuaraan internasional, Harison berlatih selama 10 hingga 12 jam sehari. Meski demikian, Harison merasa ia dapat melangkah jauh dalam kompetisi juga berkat dukungan dari seluruh tim nya.

I won’t be able to do it without them. It’s always a team effect. It’ not me. Karena gue itu di sana cuma satu orang. It’s a collected effect. Misalnya kayak Yanto dia lebih banyak di presentasi jadi lebih banyak liat di my adjustment, my movement, my confident, my eyecontact, like getting you more mature di stage. Kalau Regina lebih banyak di taste, dia emang orang roaster kan jadi lebih banyak ke rasa-rasa. Terus kalau Tetsu, secara overall sih.”, tutur Harison.

Selanjutnya, Coffeemates dapat yakin akan kembali melihat Harison di panggung kompetisi tahun depan.

Mencicipi Campuran Biji Kopi Lokal dan Internasional

Setelah lebih dari satu tahun bertahan pada satu house blend Moon Braker, Ottoman’s Coffee Brewer akhirnya meluncurkan house blend berikutnya yaitu Soekarno Blend. Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-72 Republik Indonesia bulan Agustus lalu, Harison bersama teman-temannya kali ini memutuskan untuk menggunakan biji kopi lokal.

Jika Moon Braker menggunakan 50% Brazil 25% Colombia 25% Ethiopia dengan karakter kacang dan coklat di dalamnya, Soekarno Blend menggunakan biji kopi full natural Sunda Arumanis dan Kerinci dengan keunikan citarasa kopi Nusantara.

“Kenapa gue pilih itu karena Arumanis itu rasa yang sangat popular hampir setiap orang Indonesia suka Sunda Arumanis, tapi gue pengen add satu lagi, which is Kerinci. Gue ngerasa Kerinci has a very unique flavor. Lebih mirip kopi Panama sebenernya. Ethiopia Panama tapi dia lebih strong in body.”, tutur Harison.

Harison siap menyeduh untuk setiap pelanggan yang hadir.

Selain minuman berbasis espresso, Ottoman’s Coffee Brewer juga menyediakan menu flavoring coffee di antaranya: almond butter, orange honey latte, lemon honey latte, dan coconut butter latte. Jenis minuman segar yang tepat untuk menemani menu makanan andalan mereka Nasi Sambal Matah.

“Kita ada sambel matah rice yang beda. Kalau sambel matah rice kan pake nasi putih kita pake butter rice.”, tutur Harison.

Dengan kisaran harga makanan 65.000 hingga 100.000 dan pilihan berbagai seduhan kopi, Coffeemates dijamin dapat menikmati hari di sudut barat Ibu Kota.

(Liputan, tulisan, dan suntingan oleh Lani Eleonora,

Foto-foto dan suntingan foto oleh Andreansyah Dimas)

Related Post

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply