Dear para pecinta kopi dan konser musik, ada kabar buruk buat kalian. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan, dua hobi kalian ini nggak bisa jalan berbarengan. Sehabis konser atau mendengar suara keras, telinga kita akan mengalami ‘kerusakan’ sementara. Sayangnya, kafein niscaya bikin budeg kuping berkepanjangan.

#66_music concert2

Tim peneliti asal McGill University menguji daya pendengaran dua kelompok marmut, dengan dan tanpa kafein. Marmut-marmut ini pertama-tama diberi dengar suara di getaran 110 dB, setara dengan sensasi konser musik rock, selama satu jam. Sekelompok marmut mendapat asupan kafein sebanyak 25mg/kg selama 15 hari, sementara yang lain dibiarkan begitu saja. Setelah delapan hari, pendengaran marmut-marmut tanpa kafein kembali normal. Sementara, grup marmut dengan kafein tampak masih kesulitan dengan pendengarannya.

“Penelitian kami memastikan bahwa rangsangan suara keras bersama dengan konsumsi kafein sebanyak 25mg/kg per hari punya efek negatif terhadap pemulihan pendengaran,” ungkap dokter THT Faisal Zawawi, anggota peneliti pendengaran Universitas McGill.

Penelitian ini mencatat bahwa minuman berkafein yang biasa dikonsumsi di pasaran mengandung setidaknya 200mg kafein. Uh-oh. Selain konser musik, rutinitas harian bisa jadi sumber suara-suara keras. Mereka yang bekerja di lingkungan konstruksi, pabrik, ataupun penambangan juga rawan terkena dampaknya.

#66_daily coffee

Telinga kita memang beda dengan telinga marmut. Sampai penelitian ini terbukti sama untuk manusia, mungkin kita bisa menghela napas lega. Namun, bertahun-tahun marmut dijadikan kelinci percobaan karena kemiripan daya tahan tubuhnya dengan manusia. Jadi, siapa tahu.

Disadur mcgill.ca, foxnews.com,
veritashearing.com, & theguardian.com.

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply