Coffee and love are the same. It’s better when it’s hot.

Bicara soal kopi di hari kasih sayang alias Valentine’s Day, ada yang menarik dari panggung perlombaan latte art nasional, Indonesia Latte Art Championship (ILAC) 2017 kemarin. Ovie Kurniawan dan Irma Purnama. sepasang barista yang datang dari dua kedai kopi berbeda, harus bersaing merebut tempat terbaik dalam cabang kompetisi ILAC di Indonesia Coffee Event (ICE) 2017.

Tepat seminggu sebelum rangkaian ICE 2017 Western Championships akhir pekan lalu, keduanya baru saja resmi jadi suami istri. Usai resepsi di Bandung, Ovie langsung meluncur ke Jakarta untuk berlatih melukis latte art di Common Grounds. Sementara itu, Irma sendiri terus berlatih di Sejiwa Coffee Bandung sebelum menyusul suaminya ke Jakarta.

“Ketemuannya di sini deh, bertanding. Karena dulu awalnya ketemu, juga pas pertandingan,” kenang Irma. “Ketemu waktu dulu kan masih pacaran, bertanding. Sekarang udah suami istri, juga bertanding.”

Tatkala beberapa peserta didampingi oleh pelatih, teman-teman atau keluarga sebelum memasuki panggung, Ovie & Irma saling menemani satu sama lain. Eits, bukan berarti mereka lupa bahwa ini ajang pertandingan.

“Ya kita profesional aja, tampil yang terbaik“ ujar Ovie, saat ditanya mengenai rasanya jadi lawan tanding istri sendiri. “Ya, doain juga dia [Irma] lebih baik, makin baik. Pokoknya saling mendoakan untuk yang terbaik.”

Niscaya, Coffeemates. Kopi—yang terbukti meningkatkan kadar hormon-hormon cinta semacam serotonin, dopamin, dan endorfin—rupanya juga mampu menjadi benang merah untuk mempertemukan teman hidup.

Bagi Coffeemates yang masih coba-coba menemukan pasangan sejiwa, mungkin kalian juga bisa menggunakan jalur kopi untuk semakin dekat dengan calon pasangan. Jika mengikuti kompetisi terasa berat, bagaimana jika dengan mengajak pujaan hati ke kedai kopi?

Hari kasih sayang yang jatuh pada 14 Februari seringkali jadi momentum untuk menyatakan perasaan yang lama tersimpan. Ritual mengajak kencan, makan malam romantis, dan membawa bunga plus coklat pun menyusul kemudian. Niscaya, Coffeemates, kedai kopi jadi latar yang tepat untuk ritual pikat memikat ini.

Diramu kopikini.com khusus untuk Coffeemates dalam nuansa hari kasih sayang, berikut beberapa alasan Coffeemates harus coba sesekali kencan di kedai kopi:

  • Lebih Ekonomis

Dibandingkan dengan menghabiskan makan malam di restoran mewah beserta bingkisan coklat/bunga/boneka, kencan di kedai kopi menghabiskan lebih sedikit uang jajan.

Berdua menikmati kopi saat musim hujan, sambil menikmati iringan  live music juga menjadi pilihan menarik.

  • Lebih Intim

Khusus bagi pasangan baru, ini cara yang cepat dan tepat. Dibandingkan pergi ke bar yang bising, kedai kopi adalah tempat yang pas untuk bertukar pikiran.

Apa lagi yang bisa dilakukan di kedai kopi selain memesan kopi, duduk, lalu berbincang? Tolong letakkan sebentar semua perangkat elektronik yang kamu punya. Berkomunikasilah selayaknya kedua insan yang sedang mencoba menyatukan frekuensi irama hati.

  • Siap untuk Skenario Terburuk

Sering terjadi, persona yang dibuat oleh seseorang dapat membuat siapa saja mudah jatuh hati. Namun begitu mulai memasuki percakapan yang lebih dalam, ternyata tidak semua sesuai dengan yang ditampilkan. Terlebih, jika Coffeemates dipertemukan oleh aplikasi kencan online atau sosial media.

Masuklah kedai kopi, pesanlah espresso, duduklah sejenak, dan berilah kesempatan untuk mengubah suasana menjadi lebih baik. Jika ternyata kesan pertama sudah semakin tidak asik, espresso yang sudah habis dapat dijadikan alasan untuk pergi dan menyelesaikan semuanya. Sederhana saja.

  • Ajaib untuk Hati dan Pikiran

Sebabnya, hasil penelitian dari Lars Kuchinke beserta tim penelitinya dari Ruhr University, Jerman, mengatakan bahwa kafein menstimulasi sistem syaraf pusat dengan meningkatkan aktifitas dopamin di dalam otak. Dopamin ini bertanggung jawab atas energi positif, kreatifitas dan perasaan puas terhadap diri sendiri. Hal ini akan mempengaruhi rasa percaya diri dan bagaimana cara kita berinteraksi dengan manusia lain.

Kencan pertama bisa jadi bikin gugup. Niscaya, kopi akan membantu membuat semuanya berjalan santai dan baik-baik saja. Selain dapat mencegah depresi, kanker, dan diabetes, kopi juga mampu menjadikan kamu pribadi yang lebih menyenangkan untuk memenangkan hati.

Bagaimanapun juga, sulit untuk memisahkan kopi dan cinta. Diam-diam, mereka punya lebih banyak kesamaan dari yang kita sadari.

Baik kopi maupun cinta, keduanya memiliki rasa pahit-manis dan hadir dalam berbagai bentuk. Baik soal selera kopi maupun soal cinta di hati, jika sudah ada satu rasa yang menyentuh jiwa maka akan sulit untuk diubah. Seperti halnya pada kopi, ‘temperatur’ pun akan berpengaruh pada perubahan rasa di hati. Baik cinta maupun kopi, keduanya lebih baik dinikmati selagi masih panas.

Gawatnya, kopi dan cinta sama-sama punya efek candu. Ketika hari hujan, kamu akan menginginkan mereka lebih lagi. Jangan lupa, mood memiliki efek yang kuat terhadap keduanya.

Tenang saja, keduanya bukan barang langka. Siapapun bisa menikmati secangkir kopi dan seonggok cinta. Meski, soal tahan lama dan nikmat rasanya urusan lain lagi. Yah, kalau kepepet, yang instan juga bisa terasa enak. Daripada tidak sama sekali.

(Tulisan oleh Lani Eleonora;
suntingan oleh Klara Virencia.

Disadur dari bustle.com, huffingtonpost.com, & dailymail.co.uk.

Foto-foto oleh Andreansyah Dimas;
suntingan foto oleh Andreansyah Dimas.)

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

One Comment

Leave a Reply