Sekilas terkesan ‘nyeleneh‘, kemenangan musisi folk Bob Dylan atas penghargaan Nobel Sastra 2016, Kamis (13/10) malam kemarin memiliki sejarah kultural yang terbentang lima dekade. 50 tahun lebih berkarir di dunia musik, lirik-lirik lagu gubahan Bob Dylan senantiasa identik dengan muatan komentar dan kritik sosial.

Sebagian besar lagu-lagu ikonik Dylan sendiri berasal dari tahun 60-an. Kala itu, Dylan turut menyuarakan kegelisahan warga sipil atas isu rasisme, perang saudara, dan perang Vietnam. Sebagai musisi folk yang karya-karyanya kerap berakar pada lagu-lagu rakyat Amerika, Bob Dylan dinilai telah “melahirkan ekspresi puitis orisinil melalui tradisi musik Amerika.” Tokoh musisi legendaris lintas generasi ini pun identik dengan sosok ‘musisi pujangga’.

bob_dylan-telluw360dotcom

Bob Dylan, 2016.

Lagu-lagu ikonik Dylan seperti ‘Blowin’ In The Wind’ atau ‘A Hard Rain’s A-Gonna Fall” boleh jadi pilihan utama untuk merayakan kemenangan Dylan.  Sembari menyusuri lagu-lagu Dylan lainnya, Kopikini.com menyuguhkan “One More Cup of Coffee” sebagai pendamping momen kemenangan ini.

Lagu berlanskap Romania yang memiliki arti ‘Secangkir Kopi Lagi’ ini bercerita tentang kasih yang tak sampai pada seorang wanita suku gypsy, suku pengembara Romania. Memikul perasaan yang tidak terbalas, sang lelaki lantas meminta ‘secangkir kopi lagi’ sebelum pergi.

“One More Cup Of Coffee”

Your breath is sweet

Your eyes are like two jewels in the sky
Your back is straight your hair is smooth
On the pillow where you lie
But I don’t sense affection
No gratitude or love
Your loyalty is not to me
But to the stars above One more cup of coffee for the road
One more cup of coffee ‘fore I go.
To the valley below. Your daddy he’s an outlaw
And a wanderer by trade
He’ll teach you how to pick and choose
And how to throw the blade

bob-dylan-art-sheepdotcom

Bob Dylan, era 60-an.

(Informasi disadur dari nobelprize.org, reuters.com, & bob-dylan.org.uk;
Foto-foto disadur dari tellus360.com & art-sheep.com;

Tulisan oleh Klara Virencia.)

 

Kopikini

About Kopikini

Mari bicara kopi.

Leave a Reply